728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Thursday, 14 November 2013

Lebih Dekat dengan ALLAH melalui Matematika


Penulis: Abdul Rosid, S.Pd.
Guru Nurul Fikri Boarding School Lembang


Matematika, selama ini banyak orang yang mengenalnya sebagai salah satu pelajaran yang sulit dan rumit. Pertama kali mendengar kata “Matematika” maka kita akan terbayang deretan angka dan hitungan rumus yang terkesan kaku dan membosankan. Belajar matematika membutuhkan waktu lebih lama dibanding pelajaran lainnya karena terkadang untuk menyelesaikan beberapa masalah matematika membutuhkan langkah-langkah yang terstruktur dan sistematis. Sekali saja kita salah melangkah atau sedikit saja salah menghitung maka akan berdampak sistemik sehingga mengakibatkan kesalahan berikutnya.

Banyak sekali keluhan yang diungkapkan siswa tentang matematika terlebih ketika mereka menghadapi kenyataan bahwa Matematika menjadi salah satu pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional maka sempurnalah sudah anggapan mereka bahwa matematika seperti musuh dalam kehidupan. Dari tahun ke tahun kita melihat dan membaca dari berbagai media bahwa sebagian besar pelajar merasakan stress menjelang UN, lagi-lagi kita juga harus mengatakan bahwa matematika menjadi salah satu penyebabnya. Maka tak heran jika setiap mendekati waktu UN tiap sekolah di seluruh negeri mengadakan jam tambahan, pengayaan, try out bahkan kemudian lembaga bimbel mendadak menjadi penuh karena para siswa yang merasa kurang cukup belajar di sekolah berinisiatif untuk mencari tambahan belajar di luar sekolah.

Selain siswa, para orang tuapun ikut menjadi cemas menemukan anaknya belajar begitu ketatnya, dari pagi hingga sore bahkan malamnya belajar lagi. Rutinitas tersebut menjadi pemandangan yang seringkali ditemukan. Pihak yang paling khawatir justru para guru matematika, karena mereka dianggap sebagai orang yang paling bertanggungjawab jika anak didiknya ada yang tidak lulus ujian. Subhanallah semua orang disibukkan oleh matematika.

Namun adakah kita pernah berpikir bahwa matematika bukan sekedar itu? Bicara matematika sangat luas. Matematika bukan hanya terikat dengan rumus aljabar dengan variabel x maupun y, matematika juga bukan hanya sederetan angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9. Banyak hal yang bisa kita dapatkan selain yang disebutkan diatas, Belajar matematika akan melatih kemampuan berpikir logis kita dalam memecahkan masalah, matematika juga membangun karakter jujur dan disiplin. Dan yang paling penting adalah bahwa ternyata matematika dapat membuat kita lebih mengenal Allah. Lah bagaimana bisa? Mari kita uraikan dua bagian dari matematika yang membuat kita lebih dekat dengan Allah



Pertama, dalam matematika kita mengenal yang namanya bilangan asli yang dimulai dari angka 1,2,3,.. sampai dengan tak hingga. Mari kita sedikit bertanya apakah ada angka sebelum angka satu?sebagian orang menjawab ada yaitu angka 0. Tapi kita ketahui bahwa bilangan asli itu memiliki nilai sementara 0 itu tak bernilai maka dapat dikatakan 0 bukan bilangan asli sehingga dalam bilangan asli tak ada angka sebelum angka 1. Pertanyaan berikutnya adalah berapakah angka yang paling akhir dalam bilangan asli? Kita tahu jg bahwa bilangan asli itu tak ada akhirnya seberapapun kuatnya kita menghitung maka kita takkan menemukan akhir dari bilangan asli, pantaslah kemudian disebut tak hingga. Kita tentu ingat dua sifat Allah yaitu Qidam (terdahulu) dan Baqa (kekal). Maka kita bisa katakan bahwa ternyata bilangan asli ini mampu menjabarkan dua sifat Allah.

Kedua, bagian dari matematika juga ada yang namanya Limit fungsi di sebuah titik dan takhingga. Limit yang kebanyakan orang mendefinisikannya sebagai batas atau mendekati ini memiliki banyak hikmah yang tersembunyi. Limit fungsi disebuah titik ibarat amalan kita yang terkadang kita sangat perhitungan, dalam hal ibadah kepada Allah seringkali kita mengerjakan seadanya bahkan yang lebih parah lagi adalah melalaikannya serta meninggalkannya. Sementara Allah memberikan kenikmatan kepada kita begitu banyaknya yang jika kita hitung maka akan seperti limit takhingga karena kita takkn pernah bisa menghitungnya. Limit di suatu titik juga mencoba menjelaskan kehidupan kita di dunia yang hanya sebentar, jika kita hitung maka semakin hari hidup kita seperti limit di suatu titkik mendekati titik yang namanya kematian. Sedangkan setelah kematian kita akan menemukan kehidupan baru yang sifatnya sama seperti limit tak hingga yaitu hidup abadi, entah apakah hidup kita akan berakhir di tempat yang baik atau tempat yg buruk. Pada akhirnya kita simpulkan bahwa Limit fungsi dapat menjelaskan sifat Allah Ar rohman dan Ar rohim.

Dua bagian yang saya uraikan ini semoga dapat lebih meyakinkan kita akan keberadaan Allah. Saya yakin jika kita mau mengkaji lebih mendalam lagi masih banyak bagian dari matematika lainnya yang menceritakan tentang keagungan Allah. Tak ada ilmu yang dapat terlepas dari Allah, semuanya berasal dari Allah. Mari kembali kita renungkan dan berpikir sejenak bahwa sesungguhnya matematika bukanlah pelajaran kaku yang hanya berkutat dengan rumus dan angka. Walaupun masih ada sebagian orang yang mengatakan matematika sebagai ilmu abstrak tapi tak dapat kita sangkal lagi bahwa matematika mampu menjelaskan keMahabesaran Allah secara tersirat. Ditengah pandangan yang begitu menyeramkan, matematika mampu membuat kita lebih mengenal dan lebih dekat dengan Allah swt.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

1 comments:

Item Reviewed: Lebih Dekat dengan ALLAH melalui Matematika Rating: 5 Reviewed By: MUHARRIKDAKWAH.COM