728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Saturday, 19 April 2014

Adab Membaca Al Qur’an: Adab Mengkhatamkan Al Qur’an



MUHARRIKDAKWAH - Dalam bab ini ada beberapa masalah:

Masalah pertama, berkenaan dengan waktunya telah ditentukan bahwa pengkhataman oleh pembaca sendirian disunnahkan untuk dilakukan dalam shalat. Ada orang yang berpendapat, disunnahkan melakukan pengkhataman itu dalam dua rakaat sunnah Fajar dan dalam dua rakaat sunnah Maghrib, sedangkan dalam dua rakaat Fajar lebih utama.

Disunnahkan pengkhataman Al Qur’an sekali khatam di awal siang dalam suatu rumah dan mengkhatamkn lainnya diakhir siang di rumah lain. Sementara yang mengkhatamkan di luar shalat dalam jamaah yang mengkhatamkan bersama-sama, maka disunnahkan pengkhataman mereka berlangsung di awal siang atau di awal malam sebagaimana dikemukakan. Awal siang lebih utama menurut sebagian ulama.

Masalah kedua, diutamakan berpuasa pada hari pengkhataman, kecuali jika bertepatan dengan hari yang dilarang syarak puasa hari itu.

Diriwayatkan oleh Ibnu Dawud dengan isnadnya yang sahih, bahwa Thalhah bin Mutsarif dan Habib bin Abu Tsabit, serta Al Musayyib bin Raafi’ para tabi’in Kuffah Radhiyallahu ‘Anh, dianjurkan berpuasa pada hari di mana mereka mengkhatamkan Al Qur’an.

Masalah ketiga, diutamakan sekali menghadiri majelis pengkhataman Al Qur’an.

Diriwayatkan dalam Shahihain: “Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyuruh perempuan-perempuan yang haidh keluar pada hari raya untuk menyaksikan kebaikan dan doa kaum muslimin.”

Diriwayatkan oleh Ad-Daarimi dan Ibnu Abi Dawud dengan isnadnya dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anh bahwa dia menyuruh seseorang memperhatikan seorang yang membaca Al Qur’an. Jika pembaca Al Qur’an itu akan khatam, hendaklah dia memberitahukan kepada Ibnu Abbas, sehingga dia dapat menyaksikan berkhatam itu.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dawud dengan dua isnadnya yang shahih dari Qatadah seorang tabi’in besar sahabat Anas Radhiyallahu ‘Anh, katanya: Anas bin Malik ra. Apabila mengkhatamkan Al Qur’an, dia kumpulkan keluarganya dan berdoa. Dia meriwayatkan dengan isnad-isnadnya yang shahih dari Al Hakam bin Uyainah seorang tabi’in yang mulia.

Katanya: Mujahid dan Utbah bin Lubabah mengutus orang kepadaku, keduanya berkata, kami mengutus orang kepadamu karena kami ingin mengkhatamkan Al Qur’an. Doa sangat mustajab ketika mengkhatamkan Al Qur’an. Dalam suatu riwayat yang shahih disebutkan, bahwa rahmat turun ketika mengkhatamkan Al Qur’an.

Diriwayatkan dengan isnadnya yang shahih dari mujahid, katanya: Mereka berkumpul ketika mengkhatamkan Al Qur’an dan berkata, rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala turun.

Masalah keempat, berdoa sesudah pengkhataman Al Qur’an amat disunnahkan berdasarkan apa yang kami sebutkan dalam masalah sebelumnya.

Diriwayatkan oleh Ad-Daarimi dengan isnadnya dari Humaid Al A’raj, katanya: Barangsiapa membaca Al Qur’an, kemudian berdoa, maka doanya diamini oleh 4.000 malaikat. Hendaklah dia bersungguh-sungguh dalam bedoa dan mendoakan hal-hal yang penting serta memperbanyak untuk kebaikan kaum muslimin dan para pemimpin mereka.

Diriwayatkan oleh Al Hakim Abu Abdillah An-Nisaburi dengan isnadnya bahwa Abdullah Ibn Al Mubarak Radhiyallahu ‘Anh apabila mengkhatamkan Al Qur’an, maka sebagian besar doanya adalah untuk kaum muslimin, Mukminin dan mukminat. Pada waktu yang sama dia juga berkata seperti itu. Maka hendaklah orang yang berdoa memilih doa-doa yang menyeluruh, seperti:

اللهم أصلح قلوبنا وأزل عيوبنا وتولنا بالحسنى وزينا بالتقوى واجمع لنا خير الآخرة والأولى وارزقنا طاعتك ما أبقيتنا

“Ya Allah, sempurnakanlah hati kami, hilangkanlah keburukan kami, bimbinglah kami dengan jalan yang terbaik, hiasilah kami dengan ketaqwaan, kumpulkanlah bagi kami kebaikan akhirat dan dunia dan anugerahkanlah kami ketaatan kepada-Mu selama Engkau menghidupkan kami.”

اللهم يسرنا لليسرى وجنبنا العسرى وأعذنا من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا وأعذنا من عذاب النار وعذاب القبر وفتنة المحيا والممات وفتنة المسيح الدجال

“Ya Allah, mudahkanlah kami ke jalan kemudahan dan jauhkanlah kami dari kesukaran, lindungilah kami dari keburukan diri kami dan amal-amal kami yang buruk, lindungilah kami dari siksa neraka dan siksa kubur, fitnah semasa hidup dan sesudah mati serta fitnah Al Masih Ad-Dajjal.”

اللهم إنا نسألك الهدى والتقوى والعفاف والغنى

“Ya Allah, kami mohon kepada-Mu petunjuk, kekuatan, kesucian diri dan kecukupan.”

اللهم إنا نستودعك أدياننا وأبداننا وخواتيم أعمالنا وأنفسنا وأهلينا وأحبابنا وسائر المسلمين وجميع ما أنعمت علينا وعليهم من أمور الآخرة والدنيا

“Ya Allah, Kami amanahkan pada-Mu agama, jiwaraga dan penghabisan amal-amal kami, keluarga dan orang-orang yang kami cintai, kaum muslimin lainnya dan segala urusan akhirat dan dunia yang Engkau anugerahkan kepada kami dan mereka.”

اللهم إنا نسألك العفو والعافية في الدين والدنيا والآخرة واجمع بيننا وبين أحبابنا في دار كرامتك بفضلك ورحمتك

“Ya Allah, kami mohon kepada-Mu maaf dan keselamatan dalam agama, dunia dan akhirat. Kumpulkanlah antara kami dan orang-orang yang kami cintai di negeri kemuliaan-Mu dengan anugerah dan rahmat-Mu.”

اللهم أصلح ولاة المسلمين ووفقهم للعدل في رعاياهم والإحسان إليهم والشفقة عليهم والرفق بهم والاعتناء بمصالحهم وحببهم إلى الرعية وحبب الرعية إليهم ووفقهم لصراطك المستقيم والعمل بوظائف دينك القويم

“Ya Allah, sempurnakanlah para pemimpin muslimin dan jadikanlah mereka berlaku adil terhadap rakyat mereka, berbuat baik kepada mereka, menunjukkan kasih sayang dan bersikap lemah-lembut kepada mereka serta memperhatikan maslahat-maslahat mereka. Jadikanlah mereka mencintai rakyat dan mereka dicintai rakyat. Jadikanlah mereka menempuh jalan-Mu dan mengamalkan tugas-tugas agama-Mu yang lurus.

اللهم الطف بعبدك سلطاننا ووفقه لمصالح الدنيا والآخرة وحببه إلى رعيته وحبب الرعية إليه

Ya Allah, berlembutlah kepada hamba-Mu penguasa kami dan jadikanlah dia memperhatikan maslahat-maslahat dunia dan akhirat. Jadikanlah dia mencintai rakyatnya dan jadikanlah dia dicintai rakyat.”

Dia membaca doa-doa lanjutan berkenaan dengan para pemimpin dan menambahkan sebagai berikut:

اللهم ارحم نفسه وبلاده وصن أتباعه وأجناده وانصره على أعداء الدين وسائر المخالفين ووفقه لإزالة المنكرات وإظهار المحاسن وأنواع الخيرات وزد الإسلام بسببه ظهورا وأعزه ورعيته إعزازا باهرا

“Ya Allah, rahmatilah diri dan negerinya, jagalah para pengikut dan tentaranya, tolonglah dia untuk menghadapi musuh-musuh agama dan para penantang lainnya. Jadikanlah dia bertindak menghilangkan berbagai kemungkaran dan menunjukkan kebaikan-kebaikan serta berbagai bentuk kebajikan. Jadikanlah Islam semakin tersebar dengan sebabnya, muliakanlah dia dan rakyatnya dengan kemuliaan yang cemerlang.”

اللهم أصلح أحوال المسلمين وأرخص أسعارهم وأمنهم في أوطانهم واقض ديونهم وعاف مرضاهم وانصر جيوشهم وسلم غيابهم وفك أسراهم واشف صدورهم وأذهب غيظ قلوبهم وألف بينهم واجعل في قلوبهم الإيمان والحكمة وثبتهم على ملة رسولك وأوزعهم ن يوفوا بعهدك الذي عاهدتهم عليه وانصرهم على عدوك وعدوهم إله الحق واجعلنا منهم

“Ya Allah, perbaikilah keadaan kaum muslimin dan murahkanlah harga-harag mereka, amankanlah mereka di negeri-negeri mereka, lunasilah hutang-hutang mereka, sembuhkanlah orang-orang yang sakit diantara mereka, bebaskanlah mereka yang ditawan, sembuhkanlah penyakit hati mereka, hilangkanlah kemarahan hati mereka dan persatukanlah diantara mereka. Jadikanlah iman dan hikmah dalam hati mereka, tetapkanlah mereka diatas agama Rasul-Mu Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ilhamilah mereka agar memenuhi janji-Mu yang Engkau berikan kepada mereka, tolonglah mereka dalam menghadapi musuh-Mu dan musuh mereka, wahai Tuhan Yang Maha Besar dan jadikanlah kami dari golongan mereka.”

اللهم اجعلهم آمرين بالمعروف فاعلين به ناهين عن المنكر مجتنبين له محافظين على حدودك قائمين على طاعتك متناصفين متناصحين

“Ya Allah, jadikanlah mereka menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mengamalkannya, mencegah dari yang mungkar dan menjauhinya, memelihara batas-batas-Mu, melakukan ketaatan kepada-Mu, saling berbuat baik dan menasihati.”

اللهم صنهم في أقوالهم وأفعالهم وبارك لهم في جميع أحوالهم

“Ya Allah, jagalah dalam pendapat dan perbuatan mereka, berkatilah mereka dalam semua keadaan mereka.”

Orang yang berdoa hendaklah memulai dan mengakhiri doanya dengan ucapan:

الحمد لله رب العالمين حمدا يوافي نعمه ويكافئ مزيده اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد

“Segala Puji bagi Allah Tuhan sekalian alam dengan pujian yang memadai dengan nikmat-nikmat-Nya dan sepadan dengan tambahan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam ke atas Muhammad dan keluarga (Penghulu Kami) Muhammad sebagaimana Engkau melimpahkan sholwat ke atas Ibrahim dan keluarganya. Berkatilah (Penghulu kami) Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkati Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.”

Masalah kelima, apabila selesai dari pengkhataman Al Qur’an, apabila selesai dari pengkhataman Al Qur’an, disunnahkan memualai lagi membaca Al Qur’an sesudahnya. Para Ulama Salaf dan Kalaf telah menganjurkan hal itu.

Mereka berhujah dengan hadits Anas Radhiyallahu ‘Anh bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Sebaik-baik amal adalah Al Hallu dan ar-Rahlah. Ditanyakan kepada baginda, ‘Apakah keduanya itu?’ Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Memulai membaca Al Qur’an dan mengkhatamkannya’.”

Imam An Nawawi

Sumber: Fimadani.com
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Adab Membaca Al Qur’an: Adab Mengkhatamkan Al Qur’an Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah