728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Wednesday, 23 April 2014

KPK Kita, Susu Campur Soda

Gedung KPK (foto net)


By: Nandang BUrhanudin
****


MUHARRIKDAKWAH - Tadinya saya bangga dan bahagia ada KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi. Julukan keren yang tentu cepat ngetren. Tahun 2007 -bulannya lupa-, saya pernah mengisi khutbah Jumat di KPK menggantikan salah seorang ustadz DDII yang tengah umroh. Masuk gedung KPK angker memang. Hingga Pak Abdullah Hehamahua menolak buku yang saya hadiahkan dengan alasan gratifikasi. Tentu setelah memberikan uang pecahan 50 ribuan kepada saya.

Namun kini, setelah banyak aktivis NGO/LSM yang bergabung di KPK. Nampak KPK berjalan sesuai pesanan asing, terutama AS. Jika dahulu KPK menjalankan "pesanan" penguasa, maka kini ia berjalan sesuai sang Mister-mister dalang yang lebih sakti daripada dalang Asep Sunandar Sunarya atau Ki Manteb.

Ya, apalagi kalau bukan kedatangan Dubes AS ke KPK. Sepanjang pengamatan saya, tidaklah seorang pejabat didatangi Dubes AS melainkan tengah menjalankan agenda "besar" yang top secret dan menduduki tangga "lagu" yang hits di kemudian hari. Tengoklah saat Madeleine Albright mendatangi Saddam Husein, atau Dubes AS di Ukraina mendatangi pejabat dan oposisi Ukraina, atau Dubes Mesir mendatangi oposisi anti Mursi dan IM, atau siapapun Dubesnya dimanapun, ia tengah menjalankan aksi besar.

Ternyata oh ternyata. Setelah KPK didatangi Dubes AS, LHI menjadi tersangka dan divonis 16 tahun. Silahkan maki-maki teori konspirasi. Namun apa yang kemudian terjadi dengan Mantan Dirjen Pajak dan Ketua BPK, Bapak Hadi Poernomo? Dugaan yang pasti adalah, karena ketua BPK telah berani "mencubit" boneka Darling, Jokowi yang tengah dielus-elus AS sebagai calon Presiden yang tak ada kata terucap dari Jokowi selain, "Enjiiih ... pancen oye ... #akuraiso atau @akurapopo ..."

Ya. Yakinlah, AS bernafsu menjadikan Jokowi mulus sebagai Presiden RI. Namun saya berharap, ada keajaiban dimana tak selamanya modus atau operasi AS sukses. Buktinya, AS tersipu malu saat Russia menginvasi Ukrania. Harapannya, ada kekuatan besar yang bisa mengimbangi keangkuhan AS. Saya pikir bukan dari gerakan Islam. Yakin itu! KPK kini, mirip susu campur soda. Segar tapi membahayakan.
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: KPK Kita, Susu Campur Soda Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah