728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Thursday, 1 May 2014

Mensos Ingin Pandu Gempita Optimal Bantu Atasi 'Curhat' Warga




MUHARRIKDAKWAH, Berau - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri meresmikan unit pelayanan terpadu dan gerakan masyarakat peduli kabupaten/kota sejahtera (Pandu Gempita) di Berau, Kalimantan Timur. Mensos berharap keberadaan unit ini dapat membantu mencarikan solusi atas persoalan yang dialami masyarakat.

"Salah satu tujuan unit pelayanan terpadu agar penyandang masalah kesenjangan sosial tahu ke mana dia harus pergi. Karena pemerintah punya anggaran pendidikan, kesehatan, sosial," kata Salim Segaf di Jalan Pemuda, Tanjung Redeb, Berau, Kamis (1/5/2014).

Mensos ingin Pandu Gempita di Berau menjadi sistem pelayanan menangani masalah sosial untuk upaya percepatan penanggulangan kemiskinan. Nantinya akan ada loket di mana warga bisa menyampaikan persoalan yang dihadapi secara langsung dengan petugas.

"Ada loket di mana relawan di situ siap membantu. Jadi relawan tidak hanya pekerja sosial, Tagana, masyarakat. Tapi juga dunia usaha jadi relawan, akademisi jadi relawan," kata dia.

Kabupaten Berau menjadi lokasi kelima Pandu Gempita setelah Kota Payakumbuh, Kota Sukabumi, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Bantaeng.

"Apa yang dimaksud kota sejahtera? Pasti kemiskinan semakin menurun, kedua pengangguran menurun, ketiga keamanan kota, kemudian semangat kesetiakawanan sosial," imbuhnya.

Ada lebih dari 20 program pelayanan kegiatan di Pandu Gempita meliputi, membangun komitmen kerjasama kemitraan antara Kemensos dengan pemerintah Kabupaten/Kota, advokasi dan mobilisasi sumber daya sosial ekonomi yang ada di daerah dan pusat.

Selain itu diintegrasikan pula pemberian pelayanan sosial kepada penduduk miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya secara terpadu, mencakup pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial ekonomi, dan tanggung jawab sosial dunia usaha serta relawan sosial.

Model dan sistem pelayanan terpadu saat ini sudah diimplementasikan di berbagai negara, seperti India, Tajikistan, Thailand dan Jerman yang dikenal dengan single window services yang dimaksudkan mengimplementasikan kebijakan dan program perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal.

Program dikembangkan dengan dukungan penuh dari sisi penganggaran maupun asistensi teknis dari GiZ Jerman. Program serupa dikembangkan oleh ILO di beberapa wilayah di Indonesia.

"Ke depan diupayakan pengembangan Joint Concept di antara Kementerian Sosial, GiZ, dan ILO untuk mengembangkan model dan sistem pelayanan terpadu yang tidak saja terkait penanganan masalah pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi, juga ketenagakerjaan," ujar Mensos. [detik]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Mensos Ingin Pandu Gempita Optimal Bantu Atasi 'Curhat' Warga Rating: 5 Reviewed By: Unknown