728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Saturday, 24 May 2014

Peringatan Isra' Mi'raj untuk Merebut Kembali Masjidil Aqsha dan Membebaskan Bumi Syam



MUHARRIKDAKWAH - Peringatan Isra’ Mi’raj harus mampu membangkitkan umat Islam untuk merebut kembali Masjidil Aqsha dari pendudukan Yahudi dan wilayah Syam secara umum.

Peristiwa Isra’ Mi’raj yang dialami Rasulullah Saw di malam hari empat belas abad yang lalu merupakan mukzizat terbesar kedua setelah Alquran yang diberikan Allah Swt kepada beliau. Perjalanan dengan menggunakan hewan Buraq, dari Makkah menuju Al-Quds kemudian ke Sidratul Muntaha hanya dalam waktu semalam itu telah menggoncangkan masyarakat Makkah. Bahkan, tidak sedikit kaum Muslimin yang masih lemah imannya kembali murtad setelah mendengar kabar ini. Mereka tak percaya, sebab perjalanan normal saat itu ke wilayah Syam membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Perjalanan Isra’ Mi’raj yang sering dikupas adalah perihal “oleh-oleh” yang diterima Rasulullah dari Allah Swt secara langsung yakni perintah shalat lima waktu dalam sehari. Meskipun hal ini merupakan soal utama, tetapi ada soal lain yang bisa diambil pelajarannya. Isra’ adalah perjalanan Nabi dari Makkah menuju Al-Quds. Al-Quds saat itu berada dalam kesatuan wilayah Syam. Sementara Al-Quds dan wilayah Syam (terutama) Suriah, secarade-jure saat ini tidak berada dalam kekuasaan umat Islam. Artinya, peringatan Isra’ Mi’raj yang kini mulai dilakukan oleh umat Islam mestinya mampu menyadarkan hal ini.

Allahuyarham Prof. Dr. Muhammad Rawwas Qal’ah Jie, melalui kitab sirahnya, Qira’ah Siyasiyah li Sirah Nabawiyah, telah menjelaskan adanya tiga dimensi, yakni politik, sosial dan spiritual di balik peristiwa yang terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah itu.

Terkait dimensi politik, menurut Syaikh Rawwas, ada tiga hal yang harus jadi catatan penting pada peristiwa Isra’ Mi’raj.

Pertama, sesungguhnya kepemimpinan dunia hingga terjadinya peristiwa Isra’ dan Mi’raj berada di tangan Bangsa Israil. Sebab agama samawi yang masih ada, yakni Yahudi dan Kristen, adalah agama Bangsa Israil. Akan tetapi orang-orang yang mengemban agama tersebut sudah tidak layak lagi untuk memimpin. Mereka telah menjual agama dan ideologi mereka dengan harga murah, dengan mendistorsi agama dan mengganti petunjuk-petunjuk yang menjadi ciri khasnya. Dengan demikian, ideologi yang saat itu memimpin dunia sudah tidak layak lagi untuk dipertahankan. Otomatis orang-orang yang mengembannya pun tidak berhak lagi atas kepemimpinan dunia. Dengan demikian harus ada ideologi baru yang lurus dan orang-orang yang bersih dan terpercaya untuk menggantikan agama sebelumnya dan menggantikan posisi Bangsa Israil.

Maka kehadiran Rasulullah Saw di Al-Aqsha menjadi pertanda bahwa agama Islam yang dibawa beliau dan umat Islam yang dipimpin oleh beliaulah yang bakal memegang tampuk kepemimpinan dunia. Dari sini dapat dimengerti mengapa Rasulullah memilih gelas berisi susu (yang mencerminkan fitrah) dan Jibril as mengatakan, “Kamu telah membimbing menuju fitrah, kamu telah membimbing umatmu”.

Kedua, Rasulullah tampil menjadi imam ketika shalat bersama para nabi. Artinya Rasulullah adalah pemimpin. Dengan demikian telah terjadi perubahan politik yang sangat mendasar. Fakta ini menunjukkan terjadinya pergeseran kepemimpinan dari Bani Israil kepada umat Muhammad.

Maka, sejak terjadinya peristiwa ini, ajaran-ajaran, ideologi-ideologi yang telah mengalami penyimpangan selanjutnya digantikan oleh Islam, sebagai agama dan ideologi yang baru, bersih dan sesuai fitrah. Perubahan ini adalah perubahan yang konstitusional (masyru’). Karena yang menyetujui perubahan adalah para nabi, orang-orang yang benar-benar mewakili umat (representatif) dan cendekiawan yang tidak mungkin berbuat salah (ma’shum). Karena itu pihak yang menentang perubahan ini berarti inkonstitusional. Maka wajar bila kemudian, ketika Daulah Islam di Madinah berdiri, pihak-pihak yang menentang dari golongan Yahudi langsung dibersihkan. Sebab mereka melakukan tindakan inkonstitusional.

Ketiga, sesungguhnya peristiwa Isra’ ke Baitul Maqdis menunjukkan bahwa Al-Quds adalah bakal wilayah kekuasaan Daulah Islam yang akan berdiri. Fakta Rasulullah Saw diangkat menjadi imam shalat jamaah dengan makmum para Nabi menunjukkan bahwa tuan rumahlah yang lebih berhak menjadi imam. Artinya beliaulah sejatinya pemilik/penguasa atas Baitul Maqdis, bukan yang lainnya. Begitu juga ikutnya para Nabi terhadap beliau dalam shalat menjadi bukti pengakuan mereka bahwa Baitul Maqdis merupakan salah satu wilayah di antara sejumlah wilayah Islam yang nantinya akan berkibar di sana bendera Islam.

Maka bila saat ini wilayah Al-Aqsha berada di bawah pendudukan Zionis Israel, melalui peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw mestinya mampu menyadarkan umat Islam untuk bangkit merebut kembali wilayah itu. Umat Islam harus mampu memegang kendali dan berkuasa penuh atas Masjid Al Aqsha.

Pun demikian, bukan hanya Al-Aqsha yang saat ini di bawah pendudukan Yahudi, wilayah Syam yang kini dipecah menjadi sejumlah negara, -Palestina, Suriah, Lebanon dan Yordania – juga tidak dibawah kekuasaan Muslim yang menerapkan syariah Islam. Di Suriah misalnya, selama beberapa dekade, negeri mayoritas Muslim sunni ini bahkan dipimpin oleh penganut Syiah Nusairiyah yang berideologikan Komunisme dengan Partai Ba’ats-nya.

Suriah, saat ini tengah bergejolak. Umat Islam melakukan perlawanan terhadap rezim zalim Bashar Al Assad. Mereka ingin membangun kembali kedigdayaan Islam di Syam dengan menegakkan sebuah pemerintahan Islam. Maka momentum peringatan Isra’ Mi’raj ini juga harus membangkitkan kaum mukminin untuk merebut kembali wilayah ini agar tunduk dan patuh di bawah naungan Islam. Sebab semua wilayah itu adalah wilayah Islam dan hak milik umat Islam.

Dari Bumi Syam kita berharap lahir golongan umat Islam yang akan mewujudkan kabar yang telah disampaikan Rasulullah berabad-abad yang lalu, sebuah kelompok yang akan menjadikan Syam sebagai pusat negeri-negeri Islam seperti yang telah disabdakan Rasulullah Saw dalam banyak haditnya. Wallahu a’lam bissawab.

[Shodiq Ramadhan/Suara-Islam]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Peringatan Isra' Mi'raj untuk Merebut Kembali Masjidil Aqsha dan Membebaskan Bumi Syam Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah