728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Saturday, 24 May 2014

Sidang Pelanggaran Etik Abraham Samad Dibatalkan



MUHARRIKDAKWAH, Jakarta – Pupus sudah harapan masyarakat agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi lembaga independen yang bersih dari keberpihakan politik kepada parpol manapun. Kini KPK terlihat “melindungi” ketuanya dengan memutuskan batal menggelar sidang dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Abraham Samad terkait indikasi Abraham pernah masuk bursa menjadi cawapres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendampingi Joko Widodo (Jokowi).

“Perlu diinformasikan bahwa pimpinan KPK memutuskan tidak ada pembahasan atau rapat pimpinan berkaitan dengan pembentukan komite etik terkait rencana atau wacana pencawapresan Pak Abraham,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, Selasa 20 Mei 2014.

Rencana digelarnya rapat pimpinan KPK itu, sempat dikemukakan oleh Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto setelah banyaknya pemberitaan tentang Abraham Samad dalam Pemilihan Presiden 2014. Meski pada akhirnya diputuskan Jusuf Kalla menjadi cawapres Jokowi, namun sebelum itu Abraham Samad disebut-sebut menjadi cawapres potensial bagi Joko Widodo, bahkan keduanya sudah bertemu di Yogyakarta.

Terkait rapat pimpinan KPK juga telah dikonfirmasi oleh dua wakil ketua, yakni Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas.

Menurut Busyro, rapat pimpinan akan membahas segala hal, terutama yang terkait tentang ramainya pemberitaan ketua KPK dalam bursa cawapres. Rapat pimpinan juga didasarkan atas penegakan etik.

Di rapat nanti, kata Busyro, pimpinan KPK akan meminta klarifikasi kepada Abraham Samad. Adapun mengenai kinerja Abraham Samad di KPK, Busyro menilai tidak ada yang terganggu. “Sampai saat ini tidak mengganggu kinerja KPK karena sangat solid. Pada level pimpinan dan diterjemahkan pada level deputi hingga satgas, serta sudah jalan,” kata dia.

Manuver politik Ketua KPK, Abraham Samad merupakan persoalan serius yang merusak independensi dan kredibilitas KPK. Kecondongan Abraham Samad ke kubu PDIP menjadi bukti nyata yang kasat mata ketika mencuat berita tentang dirinya masuk bursa calon wakil presiden mendampingi Jokowi. Namun kini KPK mengurungkan sidang dugaan pelanggaran kode etik Abraham Samad. Ada apa?

Namun nasib Abraham Samad di KPK tampaknya dalam waktu dekat masih tetap aman. Ini lantaran Komite Etik KPK urung menyidang Ketua KPK yang selama beberapa pekan sempat disebut-sebut bakal menjadi cawapres.

Situasi ini disayangkan mantan Ketua Komisi Hukum DPR, Gede Pasek Suardika. Dia mengkhawatirkan urungnya Komite Etik menyidangkan Abraham Samad dikarenakan adanya saling sandera di antara pimpinan KPK. “Saya khawatir ini akibat saling sandera antarpimpinan. Karena saya baca, pimpinan lain ada masalah juga,” kata Pasek di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/5/2014).

Terkait saling sandera, Pasek menguraikan tentang pemberitaan pimpinan KPK lainnya yang juga disebut dalam sebuah perkara. Ia khawatir, kasus-kasus yang menyangkut komisiner KPK menjadikan di antara mereka saling sandera.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) ini menandaskan pertemuan Abraham Samad dan Jokowi di Bandar Udara Adi Sucipto Yogyakarta beberapa waktu lalu secara etik tidak bisa dibenarkan. “Mestinya Rapat Pimpinan KPK harus jalan. Kalau dibatalkan, malah tidak baik. Jalan saja seperti dulu saat sprindik (surat perintah penyidikan) bocor,” tambah Pasek.

Pasek menuturkan beberapa pernyataan Abraham Samad sangat jelas berbau politik dan mengindikasikan kecenderungan politik ke partai tertentu. Ia mencontohkan pernyataan Abraham Samad yang bersayap seperti “menunggu takdir”, “pimpinan KPK setuju” dan “akan salat istikharah dulu” saat merespon rumor dirinya menjadi cawapres Jokowi. “Statement resmi Abraham sangat melukai sistem penegakan hukum yang independen. Pernyataan dia berbau politik, lebih baik jadi politisi. Bahasa klaim itu adanya di politik. Akan berbahaya kalau pucuk pimpinan mengeluarkan pernyataan politik,” urai Pasek.

Kondisi demikian, kata Pasek, semestinya Komite Etik dibentuk untuk mengklarifikasi Abraham Samad tentang namanya masuk dalam bursa cawapres dalam Pilpres 2014 ini. “Tujuannya agar KPK tetap menjadi lembaga profesional, Abraham harus diproses di Komite Etik,” pinta politisi asal Bali ini.

Namun Juru Bicara KPK Johan Budi sudah mengatakan rencana rapat pimpinan KPK terkait wacana pencawapresan Abraham Samad urung digelar. Padahal sebelumnya, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menginformasikan bakal menggelar rapim KPK. “Pimpinan KPK memutuskan tidak ada pembahasan atau rapat pimpinan berkaitan dengan pembentukan Komite Etik terkait rencana atau wacana pencawapresan Pak Abraham,” kata Johan awal pekan ini. [KbrNet/VivaNews/Inilah.com/adl]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Sidang Pelanggaran Etik Abraham Samad Dibatalkan Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah