728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Wednesday, 14 May 2014

'Subsidi BBM Pantas Dikurangi, Petani-Nelayan Wajib Ditingkatkan'



MUHARRIKDAKWAH, Sumedang - Pembangunan berbasis ekonomi pertanian merupakan salah satu solusi jitu mewujudkan kebangkitan bangsa. Masalah akut kemiskinan dan pengangguran dapat diatasi secara maksimal, bila lahan didudukkan sebagai pusat dan sumber kemakmuran.

Demikian salah satu poin utama paparan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) di acara Pekan Daerah Petani-Nelayan Andalan Jawa Barat di SMK Pertanian, Tanjungsari, Sumedang, Senin, 12 Mei 2014. Kegiatan ini dihadiri sejumlah bupati dan sekitar 700 unsur kelompok tani dan penyuluh.

Bila dasar arah pembangunan tersebut diterapkan, tegas Aher, maka program pertanian harus bertumpu pada program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan pada kaum petani.

Dengan demikian, anggaran untuk sektor pertanian perlu menjadi salah satu prioritas pertama. "Kita setuju subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) dikurangi, tapi itu lalu dialokasikan untuk para petani-nelayan. Subsidi pertanian wajib naik," tegas Gubernur Heryawan.

Ditambahkan, bukan kebijakan yang adil bila ketersediaan pangan dituntut tanpa membicarakan kesejahteraan kaum petani-nelayan. Ketahanan pangan hanya dapat dicapai jika kesejahteraan petani-nelayan terus meningkat.

"Kenyataannya mereka masih kelompok marjinal. Ini yang harus kita benahi ke depan," ujar Aher, dan menambahkan sebagian besar petani belum memiliki lahan serta kaum nelayan tak mempunyai perahu memadai.

Karena itu, Aher mengutarakan solusi, pembukaan sawah dan perkebunan baru mendesak dilakukan ke depan. Berdasar data pihak terkait, lahan sawah baru memungkinkan dibuka hingga lima juta hektar, bahkan lebih.

Begitu pula, perkebunan baru yang berpeluang dicetak hingga 10 juta hektar. "Perkebunan, misalnya, bila satu keluarga dibagi dua hektar, maka 10 juta keluarga mendapat sumber kehidupan. Kalau dihitung satu keluarga terdapat empat jiwa, maka ada 40 juta jiwa yang terbantu," papar Aher lagi.

Selain menjadi solusi bagi pemecahan masalah pengangguran, strategi pembukaan lahan pertanian baru --pangan maupun perkebunan-- juga memperkuat ketahanan pangan bangsa ke depan. Menurut Gubernur Heryawan, program intensifikasi pertanian harus diperkuat dengan ekstensifikasi.

"Program ekstensifikasi perlu dilakukan serius karena volume kebutuhan pangan berkembang cukup pesat. Mengatasinya hanya dengan intensifikasi dipastikan tidak akan memenuhi kebutuhan," Aher menggarisbawahi.

Mengenai kesejahteraan nelayan, Aher berpendapat, kepemilikan kapal dan teknologi yang memadai menjadi prasyarat utama untuk membangkitkan kemampuan ekonomi masyarakat pesisir.

Pada kesempatan yang sama, Heryawan yang menjabat untuk periode kedua itu memaparkan, sejumlah pencapaian positif sektor pertanian Jawa barat. Provinsi ini, katanya, sejauh ini mampu mempertahankan posisi sebagai andalan pertama ketahanan pangan nasional --bersama Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Menurut Aher, Jawa Barat hingga kini masih menjadi penghasil beras tertinggi, meski luasan lahan sawah basahnya di bawah Jawa Tengah (1,1 juta hektar) dan Jawa Timur (1,2 juta hektar). Sementara Jabar cuma 920 hektar. "Kita harus berterimakasih pada para petani dan penyuluh," kata Aher yang disambut aplaus hadirin. [ahermediacenter]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: 'Subsidi BBM Pantas Dikurangi, Petani-Nelayan Wajib Ditingkatkan' Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah