728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Monday, 19 May 2014

Tebar Dakwah Rajut Ukhuwah...




MUHARRIKDAKWAH - Sore itu cuaca di Kota Batam sangat bersahabat, ketika kami bersiap meluncur menuju titik kumpul keberangkatan ke Pulau Sembur, Galang di Perum KDA Batam centre. Sembari menunggu kedatangan rekan-rekan yang lain kami pun menuju sebuah minimarket untuk membeli berbagai kebutuhan untuk bermalam di Pulau Sembur.

Sesudah segala sesuatunya lengkap kami pun bergegas menuju mobil yang kami tumpangi, tepat pukul 17.15 Wib kami meluncur ke arah Simpang Kabil, Muka Kuning. Sesaat laju kendaraan kami terjebak kemacetan karena jalur yang kami lalui merupakan jalur lalulintas terpadat di kota Batam. Alhamdulillah 20 menit berselang kami sudah menuju arah Barelang (Batam, Rempang, Galang). Sesekali sambil bercengkerama kami melihat ke sisi kiri dan kanan jalan arah Barelang dimana pembangunan perumahan semakin tumbuh pesat perkembangannya.

Tepat pukul 18.17 wib kami tiba di Jembatan 4 (Sultan Zainal Arifin) Pulau Rempang untuk menuju Masjid Nurul Huda dan bergabung dengan jamaah lain melaksanakan sholat maghrib berjamaah. Selepas sholat perjalanan pun diteruskan menuju Kampung Baru, Galang yang merupakan tempat penyeberangan menuju Pulau Sembur.

Tepat azan Isya berkumandang kami tiba di Kampung Baru, Galang dan kembali rombongan kami bersama sama melaksanakan sholat Isya berjamaah di Masjid munzalam Al mubarokah. Selesai sholat kami bersilaturahim dengan pengurus masjid yang dipimpin oleh Ustadz Abdul Rahman, Lc yang menjadi ketua rombongan kami.

Perjalanan dilanjutkan menuju dermaga penyeberangan, satu persatu rombongan kami menaiki pompong yang merupakan alat transportasi kami menuju Pulau Sembur. Sesaat kemudian pompong pun berlayar membelah malam ditemani nyanyian gemericik air laut yang berlarian dimainkan ombak dan angin malam.

Sesekali memandang langit, melihat sang bintang dan rembulan yang menerangi gelapnya malam seolah olah menemani perjalanan kami malam itu. Selama lebih kurang 30 menit berselang kami dikagetkan dengan kandasnya pompong kami dikarenakan melewati jalur yang agak dangkal. Segala macam perasaan pun berkecamuk, campur aduk menjadi satu sambil berdo'a agar dihindarkan dari segala sesuatu yang tidak kami inginkan.

Jembatan 1 Barelang di kala malam
Alhamdulillah do'a kami didengarkan oleh Allah Swt, berkat kesigapan nakhoda pompong akhirnya kami kembali ke jalan yang benar..he..he..he...dan sampailah kami ke Pulau Sembur setelah melewati drama mencekam tersebut.

Di atas pelantar Pulau Sembur, Pak Sabtu dan Haji Bahtiar, dua orang tokoh tempatan telah menanti kedatangan kami. Sejurus kemudian mereka mengantarkan kami menuju Masjid Al ikhlas. Setelah beramah tamah, acara Mabit (malam bina iman dan taqwa) dimulai dengan tausyiah Ustadz Abdul Rahman, Lc yang juga merupakan ketua DPW PKS Propinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Beliau menyampaikan materi terkait dengan loyalitas manusia kepada fikroh, tokoh dan materi. Uraian beliau masyarakat akan berada di suasana yang baik ketika pusat loyalitasnya diberikan kepada ideologi atau pemahaman, jadi tokohnya, hartanya, akan dipusatkan untuk mengelilingi pemahaman ini, karena masyarakat akan berada dalam puncak kebaikan ketika ia mengikuti fikroh dan ideologinya disinilah orang pintar dan orang soleh akan memiliki peran yang utama dalam menghadapi tantangan Dan perkembangan zaman.

Dan, lanjut beliau, ciri ciri masyarakat yang baik itu adalah, Ilmu yang dalam, hati-hati dalam bertutur kata, bertindak dan memilih, serta Perhatiannya kepada hal-hal yang besar dan mulia.

"Dan ciri-ciri orang yang besar dan orang beriman adalah bagaimana ketika Ia mengakhiri hidupnya dalam keadaan khusnul khotimah," ujarnya.

Kemudian jika loyalitas diberikan kepada tokoh maka pola fikir masyarakat dan orang lain sesuai dengan keinginan para tokoh dan ciri-cirinya adalah, pola pikirnya dangkal dan sepotong potong tidak integral serta menutup diri terhadap pemikiran orang lain dan tidak ingin pencerahan dari orang lain, fikirannya hanya berputar pada kekuasaan dan pengaruh.

Loyalitas yang terahir adalah loyalitas kepada materi dimana pusat kekuasaan hanya akan dipegang oleh orang-orang yang punya uang dan inilah realitas yang terjadi, betapa masyarakat sangat mudah menerima uang dan memilih orang-orang yang memberinya uang bukan memilih orang-orang yang memberikan pencerahan dan ide-ide besar terkait dengan kehidupan dan masa depan.

"Karena kita hidup bukan hanya di dunia tapi akan kembali kepada Allah subhana wata'ala," pungkasnya.

Sesi kedua selepas istirahat diisi dengan sholat Tahajjud dan Subuh berjamaah dilanjutkan kultum yang disampaikan oleh Ustadz Suprihanto (Antho Bandara) yang membahas bukti keimanan seseorang dalam safar, mabit dan bermuamalah dilanjutkan zikir pagi dan sholat syuruq.

Kemudian sarapan pagi dengan kuliner andalan temuan Ustadz Suprihanto, Lontong Bilis Barelang maknyuzzz hehehe. Seluruh rangkaian acara mabit diakhiri dengan diskusi pascapemilu dan masukan-masukan yang bersifat konstruktif demi kejayaan dakwah di masa yang akan datang.





Oleh: Muhlis Daeng Laloara
Kader PKS Nongsa

  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Tebar Dakwah Rajut Ukhuwah... Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah