728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Wednesday, 28 May 2014

Testimoni Al-Aqsho | Oleh Ustadz Salim A Fillah



MUHARRIKDAKWAH - Bismillah, Persoalan AlAqsho adalah refleksi keimanan kita, keyakinan kita kepad Allah SWT. Kemudian adalah sebuah tonggak sejarah di dalam perjuangan keimanan para sahabat untuk meyakini sesuatu yang nyaris mustahil. Ketika Allah SWT memperjalankan Rasulnya dalam sebuah perjalanan yang agung dan mulia untuk mendapatkan perintah atas suatu ibadah yang paling agung dan mulia pula. Maka dia juga sebagai kiblat pertama umat sebagai mesjid suci ketiga menempati satu tempat yang tidak akan pernah hilang dari iman di dalam dada kita. Maka kepedulian kita kepada persoalan masjidil Aqsho yang terjajah adalah hal yang harus selalu di hidupkan.

Ketika Al imam Alghazali menyadari bagaiman masjidil Aqsho dijajah oleh pasukan Salib maka beliau berkeliling ke kota-kota kaum muslimin untuk menyadarkan mereka tentang kewajiban jihad untuk memberbaskan Al Aqsho tapi sambutan yang diperoleh hanya cemoohan, sambutan yang diperoleh kemudian hanyalah kelemahan umat islam yang mengatakan mustahil kita melawan pasukan yang sangat kuat, yang sangat kejam, yang sangat ganas, yang memang ditakdirkan untuk menghukum kita yang sudah melakukan banyak dosa. Alghazali sadar bahwa ada yang harus dibangkitkan terlebih dahulu sebelum mereka bisa mengangkat senjata, berjuang di Jalan Allah yang harus dibangkitkan adalah kecintaan mereka untuk kembali kepada agama ini, kecintaan mereka untuk kemudia merawat ilmu-ilmu agama ini. Kecintaan untuk kemudia merawat ketaatan-ketaatan kita kepada Allah.

Ketika ketaatann-ketaatan kepada Allah dihidupkan kembali maka barulah jiwa mereka akan tergerak untuk berjihad. Lalu tahap kedua kita mengenal syaikh qodir Abdul Jaelani membentuk Zawiyah-Zawiyah kebangkitan yang diarasakan Ba’dad Wisan Al-Ghazali Ilya Umuludin, ketika orang tua merasa perlu untuk mendidik anaknya menjadi orang-orang yang matang di dalam beragama matang di dalam olah fisik. Dan matang di dalam berbagi macam sisi dari potensi-potensinya zawiyah-zawiyah dari syaikh Abdul Qodir Al-Jaelani ini memegang peran besar bagaimana kemudian membentuk stok yang sangat melimpah untuk menjadi prajurit dan pangliman yang teguh dan tabah dalam pasukan Sholahudin Al-Ayubi dan menjelang penaklukan Al-Aqsho Syarif Sholahudin Al-Ayubi berkeliling di kota Damaskus dan dia kemudian ingin mendengar apa yang ada di kota Damaskus pada malam harinya tetapi belum cukup baru ada sedikit orang yang bangun, baru ada sedikit rintihan taubat, baru sedikit ada suara Al-Quranul Karim. Ketika suara Alquran sudah bergema, ketika kemudian rintih-rintih taubat dan Istighfar semakin jelas, ketika kemudian penduduk Damaskus ketika itu semakin dekat dengan Allah barulah Sholahudin menyerukan seruan jihad akbar untuk membebaskan Masjidil Aqsho. 

Tahapan-tahapn besar itu, kepedulian-kepedulian yang dibangun dengan iman yang menyala di dalam Dada ini juga sesuatu yang harus kita bangun di negeri ini mulai dari kesadaran untuk membawa kita kembali menghidupkan agama dengan ilmu lalu membawa kepada bentu bagaimana tabiyah-tarbiyah yang menguatkan kita dari sisi ruhiyah, dari sisi Aqliyah, sampai jasadiyah kita, dan kemudian sampai pada tingkatan ketika kita telah siap untuk digerakan sewaktu-waktu dalam jihad di Jalan Allah dimanapun di seluruh penjuru bumi termasuk di Masjidil Aqsho.

Ini yang harus terus kita bangun dan kita kembangkan dan saya kira banyaknya lembaga bukan penghalang kita untuk terus beramal bersama, banyaknya lembaga berarti adalah sebuah kesadaran yang dibangun terus menerus seperti zawiyah-zawiyah syaikh Abdul Qodir Al-Jaelani yang mendidik umat dan meluaskan pengaruh kebaikan-kebaikan berdasarkan Iman dan Quran ke seluruh bagian penjuru negeri, insya Allah kita akan semakin melihat kedepan bagaimana negeri ini berseri-seri dalam hubungannya dengan negeri syam yang penuh berkah dan Masjidil Aqsho yang penuh mulia dan itu juga kan menjadi kebaikan-kebaikan yang membaikan negeri ini. Wassalamu’alaikum warahmatulloh wabarakatuh.


Mesjid Unpad Jatinangor, 24 Mei 22.30


Ditulis Oleh: Mira Maemunah
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Testimoni Al-Aqsho | Oleh Ustadz Salim A Fillah Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah