728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Sunday, 1 June 2014

Fahri Hamzah: Masjid Diintervensi Sama Saja Langkah Setback




MUHARRIKDAKWAH - Mengawasi khotbah Jumat dalam masjid sama saja dengansetback (melangkah ke belakang/kemunduran), apalagi dilakukan oleh institusi politik.

Demikian pendapat Wakil Sekjen PKS, Fahri Hamzah kepada wartawan di Jakarta, Minggu (1/6).

"Jangan ada partai politik melakukan itu seolah-olah bagian penegakan hukum. Penegak hukum sudah ada dimana-mana, termasuk aparat kepolisian. Polisi beragama Islam juga kan shalat Jumatan di masjid," kritik anggota Komisi III DPR tersebut.

Daripada ikut mengawasi, menurut dia, biarkan saja masyarakat yang melapor ke polisi jika mengetahui ada khotbah bernada menjelekkan capres tertentu ataupun kampanye.

Ia pribadi mengaku pernah menyaksikan sendiri ada khotib melontarkan fitnah. Ketika itu, dia bersama pengurus PKS tengah shalat Jumat di salah satu masjid.

"Khotibnya memfitnah kita dalam kasus Lutfi," jelasnya.

Apa yang dilakukannya kemudian? Fahri bilang dia bersama rekan-rekan separtainya lantas mendatangi khotib tersebut setelah jemaat lainnya pulang.

"Kita datangi ustadz untuk tabayun (klarifikasi) darimana data yang didapat. Sebab apa yang disampaikan fitnah. Akhirnya karena ustadz itu menyadari kesalahannya, persoalan selesai," katanya.

Fahri menekankan, masjid juga bagian dari elemen masyarakat sipil dan tidak bisa diintervensi. Di negara lain, masjid justru sebagai institusi negara. Untuk jadi khotib harus mendapat izin.

"Kalau masjid di intervensi ini langkah setback. Apalagi diintelin. Efeknya saya khawatir masjid jadi ajang pertempuran. Dan itu sangat tidak kita inginkan," demikian Fahri Hamzah. [wid/rmol]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Fahri Hamzah: Masjid Diintervensi Sama Saja Langkah Setback Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah