728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Tuesday, 24 June 2014

GOIB: Blusukan Jokowi Merugikan Negara Rp 1,54 Triliun


MUHARRIKDAKWAH -
Walau sudah hampir hari-H Pilpres 9 Juli, tapi protes atas pencalonan Gubernur DKI, Joko Widodo, masih saja ada.

Hari ini, Gerakan Ormas Islam Betawi (GOIB) mendatangi gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memprotes pencapresan mantan walikota Surakarta itu.

Peserta aksi berjumlah puluhan orang, datang dengan membawa berbagai atribut kesenian khas Betawi seperti ondel-ondel dan berpakaian adat khas Betawi.

"KPU harusnya tahu ini ada pelanggaran sumpah jabatan. Paling tidak kalau memang capres ini tidak ada kelakuan baiknya, ya jangan diloloskan. Ini jelas-jelas pelanggaran," ujar Ketua Umum GOIB, Andi M. Sholeh, dalam orasinya, Selasa siang (24/6).

Menurut pihaknya, Jokowi juga memiliki kinerja yang sangat buruk selama menjadi gubernur DKI Jakarta sepanjang 17 bulan.

"Jokowi menyengsarakan rakyat. Di Jakarta sekarang rakyat miskin bertambah. Jokowi tidak amanah, ingkar janji, melanggar sumpah jabatan sampai Jakarta bertambah kotor dan jorok," tambahnya.

Selain terkait kinerja Jokowi yang amburadul, GOIB juga mengkritisi kebiasaan blusukan Jokowi yang dinilainya hanya menghamburkan APBD.

"Jangan sering-sering blusukan karena merugikan negara sampai Rp 1,54 triliun,. Bekerja yang fokus saja, rakyat tidak perlu pencitraan," tegasnya merujuk pada hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan.

Temuan BPK atas APBD DKI Jakarta 2013 menunjukkan ada 86 proyek yang ganjil sehingga berpotensi merugikan daerah dengan nilai total Rp 1,54 triliun.

Temuan itu terdiri atas temuan berindikasi kerugian daerah Rp 85,36 miliar, potensi kerugian daerah Rp 1,33 triliun, kekurangan penerimaan daerah Rp 95,01 miliar, dan 3E (tidak efektif, efisien, dan ekonomis) alias pemborosan Rp 23,13 miliar. [ald/rmol]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: GOIB: Blusukan Jokowi Merugikan Negara Rp 1,54 Triliun Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah