728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Saturday, 28 June 2014

Ibadah Ramadhan 'Super Khusus'


MUHARRIKDAKWAH - Maha Suci Allah yang memberi kita rasa rindu dengan Ramadan. Semoga siapa pun yang Allah takdirkan membaca tulisan ini, menjadi hamba-hamba-Nya yang diberi keyakinan kepada-Nya dan dihiasi akhlak mulia. Aamiin Yaa Allah.

Dalam suatu hadis dinyatakan, saat Ramadan setan dibelenggu, tapi mengapa kebanyakan manusia masih bermaksiat? Coba amati, saat bulan Ramadan tiba, banyak orang yang mengaku muslim, tapi tak berpuasa. Kalaupun berpuasa sekadar menahan lapar dan dahaga. Belum sepenuhnya menahan anggota tubuhnya, apalagi pikiran dan hatinya.

Ramadan, bulan suci yang penuh ampunan, jangan sampai kita menyia-nyiakan bulan ini, karena belum tentu kita berjumpa Ramadan tahun depan. Banyak orang pada Ramadan tahun lalu menikmati ibadah, tapi tahun ini tak berjumpa Ramadan lagi karena sudah mendahului kita menghadap Allah SWT.

Ramadan tinggal hitungan hari lagi, siapkan hati menyambutnya. Semoga Allah sampaikan usia kita pada bulan istimewa itu. Pastikan ibadah Ramadan kita di tahun ini lebih berkualitas dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tak sekadar ibadah ritual yang hanya menahan lapar, dahaga dan syahwat seks, tapi benar-benar melibatkan hati dalam beribadah, sehingga ada dampak terhadap perbaikan akhlak, baik kepada Allah, maupun kepada sesama makhluk.

“Berapa banyak orang yang berpuasa tapi ia tak mendapatkan dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga.” (HR Nasa’i & Ibnu Majah). Semoga kita tak seperti karakteristik orang yang disebutkan dalam hadis tersebut.

Supaya ibadah Ramadan menjadi ‘khusyuk’, yakni merasakan kenikmatan luar biasa, maka hadirkanlah rasa takut karena mengagungkan dan memuliakan ke-Maha besaran Allah. Yakin akan Kekuasaan-Nya, iringi dengan rasa cinta dan rindu untuk mendekat kepada-Nya karena mengingat kasih sayang-Nya. Dalam khusyuk, sadar sedang ibadah dan tahu apa yang terjadi di sekitar, tapi hati tetap fokus menghadap Allah dan selalu merasa ditatap Allah SWT.

Bila khusyuk kita yakin akan keberadaan dan pengawasan Allah. Yakin semua akan kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan selama di dunia. Capailah khusyuk, dengan berlatih di luar Ramadan dengan ‘menyapih’ hawa nafsu dari hati. Lawanlah bisikan setan di hati dengan katakan TIDAK untuk maksiat (bermujahadah).

Gol Ramadan baik sebelum dan sesudahnya, adalah berjuanglah mengarahkan hati agar selalu bersih, tobat dan taat kepada Allah. Caranya dengan bersungguh-sungguh menundukkan keinginan-keinginan yang mengajak maksiat agar menjadi orang bertakwa. Allah berfirman dalam QS. al-Baqarah [2] ayat 183, yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.”

Melemahkan kekuatan bisikan setan yang mengajak berbuat dosa dan menjatuhkan dalam kehinaan, karena setan mencari teman untuk bersama-sama di neraka. Menanam ‘bibit’ amal saleh yang banyak dan berkualitas, dilakukan dengan ikhlas dan sesuai ajaran Rasulullah saw, yang akan dipanen di dunia dan akhirat berupa limpahan ampunan dan pahala serta dikabulkannya doa. Itulah kemenangan dan kebahagiaan sesungguhnya.

Mengendalikan hawa nafsu (sabar dalam taat dan sabar tidak maksiat), sebagaimana sabda Rasulullah, “Puasa adalah separuh kesabaran.” (HR. Tirmidzi & Ibnu Majah, Hadis Hasan). Sehingga menjadi orang yang masuk dalam tingkatan puasa “super khusus” yaitu benar-benar menjaga hati agar tak kotor, hanya berfikir Allah dan hari akhir. Perjuangan hati yang berat karena setiap saat kita melihat, mendengar dan merasakan sesuatu sebagai ujian kesabaran dan ketaatan yang bisa merusak amal saleh kita.

Marilah kuatkan tekad untuk mengisi Ramadan dengan semangat khusyuk mendekatkan diri kepada Allah, sebagai bekal kita pulang menjumpai-Nya. Bersihkanlah segala ‘kotoran’ hati dengan tobat nasuha.

Isilah hati dengan nutrisi dan vitamin amal saleh. Hindarilah racun-racun yang masuk melalui pandangan, lisan, pendengaran dan anggota tubuh lainnya yang tak terkendali dan akan menghancurkan ibadah Ramadan kita.

Kebenaran bersumber dari Allah. Kesalahan bersumber dari saya sebagai manusia yang penuh khilaf, semoga Allah mengampuni dan mohon maaf lahir batin. Selamat menunaikan ibadah Ramadan 1435 H.

Oleh: Khairati — [Inilah/nabawia]
* Santri Karya Daarut Tauhiid
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Ibadah Ramadhan 'Super Khusus' Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah