728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Thursday, 26 June 2014

Pertukaran Tawanan, 'Israel' Akan Terpaksa Meneken Lagi?




Dr. Abdus Sattar Qasim

MUHARRIKDAKWAH - Berita penculikan serdadu 'Israel' memecah ketenangan Tepi Barat yang selama ini mengalami stagnasi perlawanan selama beberapa tahun. Selama ini warga di Tepi Barat terbiasa ‘malas’ dan disibukkan dengan urusan kebutuhan sehari-hari.

Ada sebagian yang mengira ruh perlawanan di Tepi Barat Palestina sudah mati dan wilayah itu hanya menjadi lapangan permainan pasukan penjajah zionis dan warga pemukim Yahudi. Aksi penculikan serdadu 'Israel' memberikan harapan baru sebagai perwujudan cinta negeri dan perjuangan serta pengorbanan untuk Palestina. Namun rakyat Palestina membutuhkan aksi-aksi berikutnya yang mengguncang nurani rakyat.

Fakta Penculikan

Agar tak salah menganalisis, harus diungkap fakta-fakta berikut;

1. Aksi penculikan adalah fakta riil dan bukan sandiwara 'Israel' untuk mencapai sejumlah tujuan terselubung. 'Israel' mengumumkan tiga serdadunya atau warga pemukim Yahudi diculik. 'Israel' tidak akan mengumumkan hal ini kecuali setelah dilakukan diagnosa dengan standar yang berlaku sehingga masuk dalam kategori “diculik”. 'Israel' tidak terburu-buru biasanya dalam setiap pengumuman resmi yang dilakukan. Mereka melandaskan pada pakar-pakarnya sebelum pada politisi mengeluarkan statemen.

2. Kita tidak tahu sampai saat ini soal pihak yang menculik. Netenyahu menyatakan penculiknya adalah Hamas tanpa memberikan bukti dan indikasi. Sementara Hamas tak menyatakan apapun. Oleh boleh saja memprediksi Hamas yang menculik karena kansnya paling besar dan sebaran kadernya di Tepi Barat.
Hamas pernah menculik dan mengumumkan sebagai strategi untuk membebaskan tawanan Palestina di penjara 'Israel'. Sekarang waktunya mogok makan tawanan adiministratif Palestina. Penculikan serdadu 'Israel' menjadi harapan bagi Palestina dan para tawanan mogok makan secara khusus.
Sudah jelas 'Israel' tidak merespon tuntutan pembebasan tawanan dan mereka tidak akan melakukannya kecuali terpaksa. Pertukaran tawanan adalah memaksa 'Israel'.

3. 'Israel' sendiri kelabakan dan kebingungan dalam ucapan dan tindakannya. Ini kemenangan bagi para penyandera karena mampu membingungkan 'Israel' sehingga tidak memiliki informasi sama sekali. Sementara Lieberman menyatakan, 'Israel' tak akan melakukan pertukaran tawanan, seakan dia tak pernah baca sejarah pertukaran tawanan dengan Palestina.

4. Para penculik sangat profesional dalam hal keamanan. Mereka menculik tanpa meninggalkan bekas sama sekali. Mereka pun tak mengeluarkan stetemen apapun yang bisa dilacak oleh 'Israel'. Para penculik memiliki standar keamanan detail dan akurat yang belum pernah ada dalam sejarah melawan 'Israel'.

Selama ini keamanan dan strategi perlawanan Palestina selalu berhasil ditembus oleh 'Israel'. Kerahasiaan mereka selalu terbobol oleh 'Israel'. Akibatnya, selama ini justru Palestina menjadi bulan-bulanan 'Israel'.

Hamas dan Jihad Islami sejak beberapa tahun lalu mulai menerapkan rencana keamanan baru. Mereka membersihkan barisan perlawanan dari agen dan mata-mata. Sejak pasca dua agresi 'Israel' ke Jalur Gaza, dua gerakan perlawanan ini mampu membersihkan barisan pejuang dari mata-mata. Namun mereka belum mampu membersihkan publik Palestina dari mata-mata 'Israel' itu.

Jika Hamas yang melakukan penculikan, ini menunjukkan sensifitas keamanan mereka berkembang pesat.

Hamas pernah gagal dalam penculikan serdadu Faksiman karena menggunakan perangkat telepon. Namun kali ini penculik tidak menggunakan telepon seluler atau alat elektronik lainnya. Sebab alat ini sudah disadap dan dibobol oleh 'Israel' secara penuh. Para penculik juga diperkirakan tidak menggunakan sama sekali dalam kesehariannya dengan ponsel.

Penculikan bukan proses mudah. Ia membutuhkan tempat sesuai yang layak hidup bagi manusia namun tetap terjaga kerahasiaannya, jauh dari jangkauan penglihatan manusia, dari perangkat pendeteksi, radar atau sadapan 'Israel'. Selain itu tempat persembunyian harus pula memiliki fasilitas bersih, sanitasi dan ventilasi dan televisi dan lain-lain dan mengelabui dan mengecoh.

Otoritas Palestina beberapa saat lalu menemukan tempat persembunyian milik Hamas di desa Uwairif Nablus. Dari desainnya sangat mencenangkan. Sampai seakan toilet seakan bergerak oleh tenaga listrik sementara tidak ada yang mengira toolet itu bergerak. Sudah jelas tempat itu untuk menyandera 'Israel'. Namun Otoritas Palestina menghabisinya. Ini berarti mereka harus menyiapkan jauh-jauh hari.

Selain itu, sejak penculikan terjadi, tidak ada petunjuk bahwa 'Israel' menemukan benang merah. Ini manandakan aksi penculikan sangat rapid an para penculik sudah terlatih dalam menyembunyikan sandera.

Aksi Balas Dendam

Seperti biasa 'Israel' membalas aksi ini dengan sangat keras di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Rumah-rumah di Hebron dan sekitarnya digeledah aksi pengekangan dan perusakan akan terus berlangsung di hari-hari ke depan. Sebanyak 30 kader Hamas, termasuk anggota parlemennya ditangkap 'Israel'.

'Israel' mengoperasikan pintu perlintasan antar kota di Tepi Barat untuk memeriksa ketat setiap warga yang lewat sebagai sanksi massal atau public merasa dendam terhadap kelompok perlawanan.

Sementara di Jalur Gaza, 'Israel' akan meluaskan aksi serangannya dan ingin membunuh tokoh-tokoh Hamas. Mesir juga akan membantu mempeketat aksi blockade Jalur Gaza.

'Israel' terus menerus melakukan aksi kekerasan dan permusuhan terhadap Palestina tanpa bisa membalas. Karena itu, aksi penculikan ini menjadi spirit bagi Palestina apalagi jika terbukti penculiknya adalah Palestina maka mereka akan membayar mahal dengan menanggung kekerasan 'Israel'. Namun mereka pun akan menanggungnya untuk mempertahankan harga diri mereka.

Bagi 'Israel', aksi penculikan ini adalah penghinaan. Intelijen 'Israel' terpukul berat dan merasa bukan lagi sebagai gurita. Wibawa 'Israel' terguncang. 'Israel' akan mendapatkan kekalahan besar jika gagal menemukan sandera mereka dan terpaksa akhirnya menerima pertukaran tawanan. [bsyr/infopalestina/muslimina]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Pertukaran Tawanan, 'Israel' Akan Terpaksa Meneken Lagi? Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah