728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Friday, 11 July 2014

Inilah Kejanggalan Survei RRI


MUHARRIKDAKWAH, Jakarta -
Langkah lembaga penyiaran publik Radio Republik Indonesia (RRI) melakukan dan mempublikasikan hitung cepat pilpres 2014 memiliki beberapa kejanggalan.

"Ada tiga kejanggalan quick count mereka. Pertama, RRI tidak punya tradisi melakukan survei atau hitung cepat," ujar Iswandi Syahputra, pengamat komunikasi politik dari UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Jumat (11/7).

Ia menjelaskan media televisi sekelas MetroTV, TVOne dan MNC group pun mesti bekerja sama dengan lembaga yang memiliki kegiatan inti di survei opini publik.

Selama ini RRI tidak memiliki SDM untuk memetakan aset internal. RRI terbilang punya jaringan SDM terluas, tetapi SDM tersebut adalah personel penyiar dan reporter. "Itu untuk penyiaran dan bukan personel surveyor," tegasnya.

Ia menambahkan, sikap pimpinan RRI yang sangat yakin dengan proses penghitungan cepat itu memicu kecurigaan pada kejanggalan berikutnya.

"Dalam banyak peristiwa, kita perlu lihat momentum atau peristiwa lain di sekitarnya. Untuk kasus RRI, saat ini tengah bergulir proses pembahasan dan pengesahan UU Radio Televisi Republik Indonesia," kata Iswandi.

UU RTRI ini akan membuat lembaga penyiaran publik seperti RRI dan TVRI dalam satu induk. Salah satu dampaknya, lanjutnya, lembaga satu pintu itu akan mendapat gelontoran dana yang besar.

Peran RRI tak lepas dari lembaga survei yang memenangkan Jokowi. Mereka butuh hasil quick count mereka dijustifikasi melalui lembaga lainnya yang dianggap publik sebagai lembaga netral.

Hal itu, menurut Iswandi, merupakan desain lembaga survei untuk meyakinkan publik bahwa Jokowi pemenang pilpres bahkan sebelum real count KPU keluar. "Jadi sangat mencurigakan hasil dari RRI bukan quick count yang independen," tegas pengajar mata kuliah opini publik ini. [rok/inilahcom]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Inilah Kejanggalan Survei RRI Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah