728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Sunday, 27 July 2014

Jilbab Politik Istri Jokowi Kecurangan pada Syariat



MUHARRIKDAKWAH - Banyak pihak mengecam sikap Iriana, istri Joko Widodo yang kembali melepas jilbab. Sikap Iriana tersebut dinilai sangat tidak baik dan tidak pantas ditiru.

"Kini terbukti itu hanya jilbab politik, hanya untuk pencitraan, mengelabuhi dan membodohi masyarakat," kata KH Ahmad Damanhuri, pengasuh Ponpes Al Karimiyah Depok, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 27/7).

Dia menilai sikap Iriana mengenakan jilbab pada masa kampanye pilpres dan melepaskannya usai Jokowi diumumkan sebagai pemenang pilpres oleh KPU sebagai sikap yang sangat menjijikan. Dia memperingatkan Iriana untuk tidak main-main terhadap syariat Islam. Bagi seorang muslimah mengenakan jilbab merupakan bagian daripada menutup aurat. Jilbab bukanlah budaya Arab dan mengenakannya merupakan sebuah kewajiban.

"Jangan main-main terhadap syariat Islam. Sama saja dia meledek Allah SWT, dosa besar!" papar Kiai Damanhuri.

Penampilan Iriana tanpa jilbab diketahui saat ia dan Jokowi beserta rombongan mudik ke Solo. Iriana dan Jokowi menumpang pesawat AirAsia dari Bandara Halim Perdanakusuma (Jumat, 25/7). Iriana mengenakan kemeja putih dan jaket coklat. Iriana yang dinikahi Jokowi pada tahun 1986 tidak mengenakan jilbab, padahal di masa kampanye Pilpres 2014 yang lalu dia tampil dengan jilbab. Iriana mengenakan jilbab saat menghadiri debat capres-cawapres, termasuk saat memberikan suara tanggal 9 Juli 2014.

Menurt Kiai Damanhuri, sikap Iriana yang berjilbab hanya untuk mendapat simpati dan dukungan suara masyarakat terhadap Jokowi sebagai bentuk mencurangi syariat.

"Saya pesan, orang curang dalam pilpres tidak usah ikut lebaran. Percuma, tidak ada artinya. Allah tidak butuh dengan puasa orang-orang yang curang," demikian Kiai Damanhuri. [dem/rmol]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Jilbab Politik Istri Jokowi Kecurangan pada Syariat Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah