728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Sunday, 6 July 2014

Miris, Megawati Tak Bangga dan Enggan Meniru Bung Karno



MUHARRIKDAKWAH - Entah karena kehabisan bahan kampanye atau karena tidak menghormati ayahnya sendiri, Megawati Soekarnoputri ketika berorasi di Alun-alun Bung Karno, Ungaran, Jumat kemarin, (4/7) mengkritik gaya Prabowo Subianto yang berusaha menyamai penampilan Bung Karno.

"Lha ngopo yo, kok niru-niru bapakku? Lha apa tidak punya bapak sendiri?," tanya Megawati.

"Lha saya saja enggak pernah niru bapak saya. Biarlah Bung Karno tetap menjadi Bung Karno," tambahnya.

Pernyataan Megawati itu ditanggapi Direktur Indonesia Maritime Institute (IMI) Y. Paonganan yang mengaku sangat miris mendengarnya dan patut disayangkan.
Sepertinya, ketua umum PDI perjuangan itu lupa bahwa Soekarno adalah bapak bangsa sehingga wajar dan pantas saja bila seseorang meniru dan berusaha menyamai gaya penampilannya untuk menunjukkan rasa cinta kepada pendiri Republik Indonesia.

"Mengapa sebagai salah satu anak biologis Bung Karno, Megawati tidak mau seperti bapaknya. Bukankah bapaknya adalah sosok yang patut dibanggakan. Apakah salah bila seorang anak bangsa mengikuti hal-hal yang baik dari seorang tokoh besar seperti Bung Karno," jelas Y. Paonganan kepada redaksi, Sabtu malam (5/7).

Pakar maritim yang sering mengutip pidato Bung Karno itu melihat bahwa kaum muda Indonesia saat ini begitu menggandrungi dan meniru gaya tokoh-tokoh luar negeri seperti Korean Pop atau yang lebih dikenal K-Pop.

"Tidakkah Mega seharusnya bangga bila ada yang meniru gaya dan penampilan Bung Karno daripada harus meniru penampilan George Washington atau Benjamin Franklin," ujar pria yang akrab disapa Ongen itu.

Direktur IMI yang tengah membuat kapal terbang pertama buatan Inonesia ini, dalam setiap orasi atau memaparkan visi maritim di berbagai even selalu mencontoh gaya dan sering mengutip statement Bung Karno terkait sektor maritim.

"Usahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali. Ya….., bangsa pelaut dalam arti seluas-luasnya. Bukan sekedar menjadi jongos-jongos di kapal….bukan! Tetapi bangsa pelaut dalam arti cakrawati samudra. Bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga, bangsa pelaut yang mempunyai armada militer, bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang lautan itu sendiri," jelas Ongen mengutip salah satu isi pidato Bung Karno. [why/rmol]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Miris, Megawati Tak Bangga dan Enggan Meniru Bung Karno Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah