728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Saturday, 30 August 2014

Gaza, Pemenang Perang yang Menjadi Pecundang



By: Nandang BUrhanudin
****


MUHARRIKDAKWAH - Sungguh malang nasib pejuang Gaza. Menang di medan perang melawan aliansi 15 kekuatan dunia plus negara-negara Arab (minus Qatar), kini pejuang-pejuang Gaza harus berhadapan dengan aliansi jahat para diplomat ZOmbie haus darah yang tak lagi menganut paham; "Kemerdekaan adalah hak segala bangsa."

Kita tentu kaget, saat diplomat negara-negara berpenduduk Muslim, bukannya mempermudah arus bantuan masyarakatnya ke jalur Gaza. Malah sebisa mungkin, donasi dan bantuan alakadarnya dari masyarakat muslim dihambat dan dipersulit dengan 1001 alasan. Semua tak terlepas dari keberhasilan Zionisme-Freemasonry-Rotary mengikat kehidupan seluruh diplomat di dunia Arab (Islam) dengan kasus-kasus yang jika dibuka ke publik, akan mematikan karir dan masa depan duniawi mereka.

Israel kendati kalah di medan perang. Kini kembali jumawa, setelah AS melalui perwakilannya di DK PBB akan mengeluarkan 4 keputusan seputar Gaza yang di antaranya paling krusial:

1. Menjadikan Gaza wilayah tanpa senjata, kecuali senjata alakadarnya yang dimiliki otoritas Mahmoud Abbas (notabene adalah induk semang dari kehancuran Palestina).

2. Menghilangkan seluruh terowongan Gaza dan mengembalikan Gaza di bawah kekuasaan PLO yang kita pahami bersama, menjadi "agen-agen" yang telah terperangkap wanita, harta, dan haus tahta.

Yahudi-Israel tak ubahnya anak kecil yang kalah bermain. Ia mengadu kepada induk semangnya, AS-Barat untuk menghukum HAMAS-Jihad Islam yang memenangkan permainan. Tak tanggung-tanggung, si induk semang mengajak semua penduduk dunia untuk menghukum HAMAS-Jihad Islam sesadis-sadisnya. Padahal kemenangan yang diraih HAMAS-Jihad Islam, merupakan kemenangan hasil jerih payah dan peluh darah.

Di titik ini, kita menunggu kemampuan para PNS yang menjadi diplomat Indonesia di seluruh dunia. Terutama yang ada di Mesir, PBB, DK PBB, Dewan HAM, dan para diplomat yang dibayar dari gaji rakyat yang secara UUD 45 mengamanatkan, untuk menjadikan kemerdekaan setiap bangsa adalah hak yang harus diperjuangkan. Tentu para diplomat Indonesia adalah orang-orang pilihan yang tak akan takluk pada tekanan AS-Israel. Jika pun tidak mampu mengutuk kebengisan Israel yang biadab, mengapa tidak mampu menjadi penyambung lidah rakyat Indonesia yang ingin berterimakasih kepada rakyat Palestina yang tahun 1945 turut membantu kemerdekaan Indonesia.

Wahai para diplomat. Bertindaklah cermat. 69 tahun Indonesia merdeka, buktikan agar semakin hebat. Caranya, menjaga kewibawaan bangsa Indonesia agar tidak menjadi budak dari kepentigan AS-Israel yang bejat. Jika hanya diam dan menghabiskan fasilitas dari pajak rakyat, mohon dicatat, semua jabatan dan fasilitas itu akan menjadi laknat.
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Gaza, Pemenang Perang yang Menjadi Pecundang Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah