728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Friday, 8 August 2014

Pengamat: MK Jangan Legalkan Pilpres Curang


MUHARRIKDAKWAH, Jakarta - Pengamat politik dari UIN Syarif HIdayatullah Jakarta Pangi Syarwi Chaniago meminta kepada Mahkamah Konstitusi (MK) untuk tidak melegalkan pemilu presiden atau pemerintahan curang.

Karena, sudah terindikasi adanya kecurangan dalam proses pemilihan umum yang digelar pada tanggal 9 Juli 2014. Sehingga, pasangan nomor urut satu yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengajukan gugatan ke MK untuk mencari keadilan.

Saat ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan kalau pasangan nomor urut dua yaitu Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai pemenang pemilu presiden 2014. Padahal, dalam penyelenggaraan pemilu masih dinilai banyak kecurangan.

"Berarti MK sudah melegalkan kecurangan (legitimasi pemerintahan Jokowi-JK)," kata Pangi kepada INILAHCOM, Kamis (7/8/2014).

Menurut dia, memang keputusan MK itu final dan mengikat sehingga semua pihak harus menghormati keputusan tersebut nantinya. Kemudian, legitimasi sah kalau MK memutuskan Jokowi menjadi presiden.

"Namun, secara tak langsung publik sudah merekam dan menyimpan dibenaknya kalau pemilu yang cacat dan jauh dari demokrasi substansial," ujarnya.

Kini, kata Pangi, harapan publik adalah supaya MK bisa objektif dan independen serta memberikan putusan yang seadil-adilnya. Kemudian, semua tergantung bukti dan pembuktian, bagaimana Prabowo-Hatta memiliki bukti terjadi kecurangan secara sistematis, terstruktur dan massif.

"Intinya bagaimana MK untuk tidak melegalkan kecurangan tapi membuat keputusan yang seadil-adilnya," jelas dia. [ris/inilahcom]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Pengamat: MK Jangan Legalkan Pilpres Curang Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah