728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Tuesday, 26 August 2014

Perjuangan Hamas Sampai Tetes Darah Orang Terakhir


MUHARRIKDAKWAH, Jakarta – Kekuatan militer Israel dicatat sejarah pernah mengalahkan kekuatan tiga negara Arab: Mesir, Suriah dan Jordania. Namun mengapa negara Zionis itu tak pernah bisa mengalahkan kekuatan pasukan ‘sipil’ bernama Hamas?

Hamas memang fenomenal. Dengan personal yang kebanyakan orang sipil, faksi militer perjuangan rakyat Palestina itu terus mempermalukan militer Israel yang tentu memiliki persenjataan jauh lebih canggih. Bahkan dalam agresi militer Isarel ke gaza yang terus berlangsung pun, di darat israel bisa dikatakan selalu menelan kekalahan.

Wajar bila Juli lalu Menteri Luar Negeri AS, John Kerry mewanti-wanti Israel untuk tidak menyepelekan Hamas. Ia memaksa Isarel untuk berhitung.

“Sejauh ini Israel tidak pernah berhasil melumpuhkan Hamas,” ujar Kerry, dalam wawancara dengan CNN, saat itu. Berbagai taktik Hamas pun seolah membuat Kerry menyatakan kekagumannya secara terbuka. “Hamas menggunakan terowongan untuk menyergap dan menangkap tentara, Hamas juga menembakkan roket-roket mereka ke Israel.”

Hamas, kata Kerry, “Tahu bagaimana memanfaatkan setiap jengkal wilayah Jalur Gaza.”

Keandalan Hamas itu, menurut analis militer untuk surat kabar Yedioth Ahrnoth, Ron ben-Yishai, mereka berperang dengan meninggalkan cara-cara konvensional ala militer tiga negara Arab yang berhasil ditekuk Israel di masa lalu: Mesir, Jordania dan Suriah.

"Brigade Izuddin Alqassam dan Jihad Islam melakukan apa yang tidak bisa dilakukan tentara Mesir, Yordania, dan Suriah," ujar Ben-Yishai saat diwawancarai Radio Reshet Bet.

Jika di masa lalu para tentara Israel datang ke medan perang dengan gagah berani, kini nyali mereka tertinggal di rumah bersama anak-istri. “Itu karena Hamas memindahkan perang ke dalam negeri Israel,” kata Ben-Yishai. Hamas membuat tentara Israel berangkat perang dengan rasa takut berkecamuk. Mereka kuatir, senyampang berperang, keluarga di rumah justru menjadi korban roket Al Qassam atau Jihad Islam.

Mau bukti? Ben-Yishai menunjuk sejumlah kibbutz, permukiman komunal masyarakat Yahudi, di sekitar Jalur Gaza. Kosong melompong ditinggal penduduknya.

Kesaksian akan keandalan Hamas itu bahkan dinyatakan bekas orang nomor satu di Dinas Rahasia Israel, Mossad, Shabtai Shavit. Shavit menyatakan, operasi militer Israel di Jalur Gaza itu sia-sia karena Hamas tidak akan menyerah.

Menurut dia, Hamas tak akan bertekuk lutut, bahkan seandainya para pemimpinnya terbunuh. “Sia-sia kita berharap mereka menyerah,” kata Shavit kepada jaringan tv Israel, Saluran 10. “Hamas tak akan pernah mengibarkan bendera putih.”

Apa yang membuat Shavit yakin, cara-cara lama Mossad yang memfokuskan upaya pada pembunuhan tak lagi akan menuai sukses? "Mereka memuliakan kematian, kami menghargai hidup,” kata dia.

Shavit benar. Sebagaimana seorang petinggi Hamas pernah berkata, Hamas akan tetap ada, bahkan jika kekuatan mereka hanya tinggal seorang. “Kami akan berhenti setelah tetes darah terakhir dari orang terakhir kami membasahi bumi.” [dsy/berbagai sumber/inilahcom]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Perjuangan Hamas Sampai Tetes Darah Orang Terakhir Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah