728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Tuesday, 5 August 2014

Syahwat Politik Tim Transisi Jokowi


MUHARRIKDAKWAH, Jakarta - Joko Widodo secara resmi mengenalkan Kantor Transisi yang memiliki tugas pokok menjadi 'penghubung' pemerintahan SBY dengan pemerintahan baru sejak 20 Oktober mendatang. Tim Transisi ini bukan tanpa masalah.

Tim Transisi yang diperkenalkan Jokowi menimbulkan pro dan kontra. Kantor yang dipimpin Rini Soemarno diisi oleh Anies Baswedan, Hasto Kristiyanto, Akbar Faizal dan Andi Widojanto. Salah satu tugas Kantor Transisi ini di antaranya terkait dengan pembahasan RAPBN 2015.

Namun bukan tanpa soal pembentukan Kantor Transisi ala Jokowi ini. Pengamat hukum tata negara Irman Putrasidin menilai pembentukan Kantor Transisi merupakan langkah yang terburu-buru. "Sebaiknya pembentukan Kantor Transisi setelah putusan MK (Mahkamah Konstitusi). Ini ada proses hukum di MK," ingat Irman saat dihubungi INILAH.COM di Jakarta, Selasa (5/8/2014).

Irman menyebutkan sebaiknya, Jokowi dan timnya menahan napas terlebih dahulu hingga MK memutuskan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) pada 22 Agustus 2014 mendatang. "Jangan sampai ada pesta-pesta, tapi tiba-tiba diguyur hujan," tegas Irman beranalogi.

Terkait dengan substansi pembentukan Kantor Transisi ini, Irman mengatakan tidak ada masalah. Karena tim ini sifatnya melakukan tukar pikiran pemerintahan yang akan datang dengan pemerintahan SBY. "Ini tukar pikiran biasa saja. Warga negara pada umumnya saja bisa, apalagi pemerintahan yang akan datang. Sifatnya sharing bukan intervensi," imbuh Irman.

Selain persoalan waktu pembentukan yang tidak tepat karena masih menunggu proses hukum di Mahkamah Konstitusi, komposisi anggota Kantor Transisi Jokowi ini juga tidak sedikit mendapat kritik. Seperti salah satu petinggi partai koalisi Jokowi-JK yang kader partainya tidak dilibatkan dalam tim tersebut. "Kami juga bingung, kenapa kader kami tidak terlibat di tim tersebut," ujar salah satu Ketua DPP partai koalisi yang enggan disebutkan namanya kepada INILAHCOM.

Jika melihat komposisi anggota Kantor Transisi ini memang didominasi dari unsur PDI Perjuangan. Seperti Rini Soemarno mantan Menteri Perindustrian era Megawati Soekarnoputri dan menjadi salah satu orang dekat Megawati. Hasto Kristiyanto, saat ini menjabat Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan. Sedangkan Andi Wijojanto, akademisi UI ini tak lain adalah putera petinggi PDI Perjuangan Theo Syafii, yang juga dikenal orang dekat Megawati.

Selain itu, nama Akbar Faizal, merupakan petinggi Partai NasDem pimpinan Surya Paloh. Partai ini merupakan partai yang sejak awal mendukung Jokowi menjadi presiden. Akbar yang mantan wartawan itu sebelumnya menjadi kader Partai Hanura. Sedangkan Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina yang belakangan gencar berpolitik ini disebut sebagai representasi dari Jusuf Kalla.

Kendati demikian, Akbar Faizal membantah bila nama-nama yang terlibat di Kantor Transisi mewakili partai pendukung Jokowi-JK. "Kami ini bukan atas nama representasi parpol," tepis Akbar di Kantor Transisi, Selasa (5/8/2014).

Soal Tim Transisi sebenarnya ide ini berasal dari Presiden SBY. Ini belajar pada peralihan kekuasaan pada 2004 dari Megawati ke SBY. Namun, sejak awal Presiden SBY menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan tim transisi dengan pemerintahan baru setelah keputusan hukum di MK. Ia mengingatkan agar semua pihak bersabar menunggu putusan MK. Namun kini Tim Transisi telah terbentuk. Jauh sebelum putusan final dan mengikat dari MK. [mdr/inilahcom]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Syahwat Politik Tim Transisi Jokowi Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah