728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Saturday, 6 September 2014

Hanya Ibu yang Tak Pernah Berubah



By: Nandang Burhanudin
*****


MUHARRIKDAKWAH - Sudah lebih dari 1 dekade ibu saya wafat. Selalu berdoa, semoga iman-Islamnya diterima di sisi Allah. Alam kuburnya bersinar terang seiring amal shalihnya selama di dunia. Dulu waktu kecil, saya selalu menyukai bau badan ibu. Hingga baju yang terpakai selalu saya ciumi, peluk, hingga menjadi selimut. Ya. Bagi anda dan kawan-kawan yang masih punya ibu. Muliakan mereka dan jangan pernah menundanya! Saat wafat, penyesalan itu tak akan pernah terbayar apapun.

Ibu saya yang senantiasa mengiringi tidur dengan membacakan kisah-kisah orang sukses. Beliau walau orang desa, tapi masih menyempatkan diri mengumpulkan kliping koran PR bekas. Lalu kisah-kisah orang sukses itu yang terus mematri, bahwa hidup itu mudah bagi siapapun yang tak suka berkeluh kesah atau tak menyerah pasrah saat ada masalah. Biarkan air mata itu disimpan saat kondisi darurat mengiba pada Rabbul Izzah. Itulah yang saya pahami dari almarhumah bunda tercinta. Kini sosok ibu itu selalu hadir. Air mata selalu tak kuasa menetes. Kasih sayang ibu itu adalah legenda. Satu-satunya manusia yang rela bersusah payah, demi anaknya tampil gagah.

Bagi saya, ibu adalah tonggak perjuangan. Saya selalu ingat, saat kecil dibawa keliling ke para Kiai di desa. Ya, kiai-kiai dan para aceng yang cukup ternama di Kab. Garut. Entah mengapa ibu saya nampak percaya diri. Mungkin dulu pernah juara Qari'ah tingkat desa (atau kecamatan). Hingga para kiai itu dengan tulus mengusapi kepala saya dan komat-kamit membacakan doa. Efek doa dari para kiai dan aceng itu pula, sedikit banyak mempengaruhi visi hidup saya saat ini.

Jadi wahai kaum ibu. Jika anda memiliki anak laki-laki atau perempuan. Jangan pelit membawa mereka bersilaturahmi ke rumah orang-orang yang dipandang berilmu. Mintalah doa pada mereka. Saya meyakini, pasti ada doa mustajab yang kita tidak tahu. Jadilah wahai para ibu, sosok yang menjadikan ibu-ibu anda sebagai keramat. Persis seperti yan dikatakan Bang Haji,

Hai manusia, hormati ibumu
Yang melahirkan dan membesarkanmu

Darah dagingmu dari air susunya
Jiwa ragamu dari kasih-sayangnya
Dialah manusia satu-satunya
Yang menyayangimu tanpa ada batasnya

Doa ibumu dikabulkan Tuhan
Dan kutukannya jadi kenyataan
Ridla Ilahi karena ridlanya
Murka Ilahi karena murkanya

Bila kau sayang pada kekasih
Lebih sayanglah pada ibumu
Bila kau patuh pada rajamu
Lebih patuhlah pada ibumu

Bukannya gunung tempat kau meminta
Bukan lautan tempat kau memuja

Bukan pula dukun tempat kau menghiba
Bukan kuburan tempat memohon doa
Tiada keramat yang ampuh di dunia
Selain dari doa ibumu jua
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Hanya Ibu yang Tak Pernah Berubah Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah