728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Monday, 22 September 2014

Kemenangan Shalahuddin Al-Ayyubi Karena Kembali pada Ajaran Islam



MUHARRIKDAKWAH - SEJARAWAN Islam, Alwi Alatas mengatakan bahwa umat Islam baru betul-betul menang, bila kembali pada Islam. Demikian pembukaanya dalam acara bedah buku “Shalahuddin Al Ayyubi dan Perang Salib III: Perjuangan Shalahuddin Al Ayyubi dan Relevansinya bagi Umat Saat Ini” Sabtu (20/09/2014) lalu di AQL Islamic Center, Jakarta.

Kandidat doktor sejarah Internasional Islamic University of Malaysia (IIUM) ini menjelaskan bahwa keberhasilan Shalahuddin memenangkan Perang Salib III yang sekaligus merebut Al-Quds karena telah menyatukan wilayah-wilayah umat Islam sehingga muncul sebagai kekuatan terbesar dari wilayah Mesopotamia hingga ke Mesir.

Dia juga menceritakan masalah yang kala itu terjadi adalah perpecahan di kalangan umat Islam akibat salah menyikapi perbedaan mazhab fiqh.

“Peran pendidikan madrasah Nizam Al Muluk sangat besar dalam mengatasi masalah tersebut,” terang Alwi yang juga penulis buku-buku motivasi.

Selain Alwi Alatas, hadir pula sejarawan Islam Tiar Anwar Bachtiar sebagai pembicara kedua dalam bedah buku ini.

Tiar menyampaikan langkah-langkah revolusioner sebagai relevansi perjuangan Shalahuddin untuk umat Islam saat ini.

Pertama, mengubah pemikiran umat. Ketua Umum Pemuda Persis (Persatuan Islam) ini mengatakan bahwa banyak umat Islam yang pemikirannya sekular.

“Banyak yang KTP-nya Islam, tapi justru menolak syariat Islam. Padahal syariat itu bagian dari agamanya sendiri. Hal ini karena pendidikan yang diterimanya sekular sehingga pemikirannya jadi sekular. Dengan demikian, sangat dimengerti bila umat yang sekular menolak syariat Islam,” ujar kandidat doktor sejarah Universitas Indonesia ini.

Dia menambahkan bahwa Islam tidak hanya soal ibadah seperti shalat, zakat, puasa, dan pergi haji, tapi Islam juga mengatur segala aspek kehidupan.

Mengenai masalah perbedaan mazhab, kemudian konflik antara wahabi dan ahlussunnah wal jamaah di Indonesia, menurutnya itu semua dapat diatasi dengan dakwah.

“Bahwa perbedaan mazhab itu bersifat ilmiah sehingga perlu disikapi dengan kritik ilmiah pula. Bukan dengan konflik sosial. Kritik ilmiah justru akan memajukan Islam karena di dalamnya ada koreksi,” jelasnya.

“Kemudian wahabi yang dianggap mazhab baru sebenarnya tidak tepat. Karena mazhab wahabi di Saudi Arabia adalah mazhab Imam Ahmad. Sementara dalam konstitusi Nahdlatul Ulama, semua mazhab termasuk Imam Ahmad diakui,” tambahnya.

Kedua, mengevaluasi sistem pendidikan secara menyeluruh. Menurutnya, kurikulum dari TK sampai perguruan tinggi yang sekular harus diubah menjadi kurikulum yang Islami.

Ketiga, mengembangkan ilmu pengetahuan, ekonomi, militer, dan politik.

“Bila ingin politik kita kuat, maka kuatkan terlebih dahulu militer dan ekonomi. Tanpa keduanya, politik kita tidak akan menang,” tuturnya. [andi/islampos]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Kemenangan Shalahuddin Al-Ayyubi Karena Kembali pada Ajaran Islam Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah