728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Wednesday, 17 September 2014

Muhasabah Kehidupan (3): Musibah



Oleh: Ust. Idrus Abidin
***********


Musibah: Bagian dari Teguran dan Kasih Sayang Allah

MUHARRIKDAKWAH - Kalau aku terus lalai dan melupakan-Nya, padahal; rasioku sehat, badanku bugar, perasaanku kekar, telingaku aktif dan mataku berfungsi, maka argo dosa dan maksiat tak akan pernah berhenti, walau sejenak. Kusadari atau tidak, pasti argo itu bekerja dan terus bekerja, merekam jejak kelalaian dan kealpaanku dari-Nya. Bisa jadi aku mendapatkan musibah akibat kelalaianku itu. Tapi aku harus tetap yakin, Allah tidak membenciku dengan kiriman musibah itu. Karena aku diciptakan dengan kasih sayang-Nya dan aku tidak diciptakan oleh-Nya untuk disiksa dan diazab. Tapi Ia menciptakanku agar rahmat-Nya sampai kepadaku. 


Karena itu, kurasakan kalau musibah yang menimpaku adalah peringatan dan kasihsayang-Nya padaku. Agar aku tidak terus melupakan-Nya dan lalai berkepanjangan dari-Nya. Sehingga ibadahku tidak seperti musim kemarau yang kering dari air kekhusyu’an dan siraman keimanan serta sepi dari belaian spiritual yang mengenyangkan. Aku khawatir jika teguran dan kasih sayang itu tidak kurespon dengan baik, aku akan mendapatkan musibah lebih besar lagi. Yaitu kelalaian yang bertumpuk-tumpuk hingga hatiku gelap gulita; tak tembus cahaya hidayah. Padahal cahaya hidayah itu senatiasa melingkupiku setiap waktu, tapi aku sendirilah yang menolaknya setiap bertemu. 

Aku terkadang bagaikan ikan dalam air (kehidupan), mengimpikan air (kehidupan) di luar sana. Padahal di luar sana tidak ada air (kehidupan) lebih baik dari airku (hidupku) saat ini. Itulah bentuk kelalaianku. Ampuni hamba-Mu, berikan petunjuk-Mu, karena kesesatan senantiasa menjadi pilihanku, padahal cahaya hidayah terang benderang di hadapanku, Wahai Rab-Ku. Amin.
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Muhasabah Kehidupan (3): Musibah Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah