728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Saturday, 1 November 2014

Gertakan Hambar DPR Tandingan


MUHARRIKDAKWAH, Jakarta - Lima Fraksi DPR RI yang tergabung dalam koalisi pemerintahan Jokowi-JK, Jumat (31/10/2014) menggelar sidang paripurna DPR Tandingan. Sebanyak 178 anggota DPR RI yang meneken datar absensi. Terdapat empat pimpinan DPR sementara. Gertakan yang hambar.

Sidang paripurna DPR tandingan yang semula dilaksanakan di ruang Sidang Paripurna Nusantara II pukul 09.00 pagi berubah total. Ruangan tersebut selama ini menjadi tempat sidang paripurna. Penyebabnya, pintu ruang sidang paripurna terkunci rapat. Pihak Sekretariat Jenderal tak membuka pintu sidang.

Setelah gagal menduduki ruang sidang paripurna, anggota DPR dari lima fraksi memilih ruang kura-kura 2 yang terletak di Gedung Nusantara. Gedung yang selama ini tempat rapat Fraksi PDI Perjuangan. Rapat yang semula direncanakan dipimpin bekas Wakil Ketua DPR Pramono Anung, urung dilakukan.

Pramono Anung absen dalam sidang paripurna tandingan tersebut. Langkah Pramono juga diikuti sejumlah elit partai dan fraksi. Seperti Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capela, Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar, serta Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya Romahurmuziy.

Pimpinan DPR sementara versi DPR tandingan ini dipimpin Ida Fauziyah (Fraksi PKB) didampingi para wakil ketua yakni Effendi Simbolon (Fraksi PDI Perjuangan), Saifullah Tamliha (Fraksi PPP), Dossi Iskandar (Fraksi Hanura) dan Supriyadi (Fraksi NasDem).

Dalam rapat tersebut lima fraksi yang selama empat paripurna terakhir tidak menyerahkan nama untuk mengisi Alat Kelengkapan Dewan (AKD), kemudian menyetorkan nama anggota fraksinya untuk duduk di masing-masing komisi/AKD. Paripurna tandingan itu pun mengesahkan nama anggota AKD.

Dalam rapat tersebut juga disepakati Senin (3/11/2014) pekan depan akan diadakan rapat konsultasi untuk menetapkan pimpinan DPR secara definitif.

Ketua DPR tandingan Ida Fauziyah ketika ditanya tentang respons negatif dari publik terkait pembentukan DPR tandingan, meminta masyarakat bersabar melihat situasi politik di Parlemen. "Kami mohon masyarakat bersabar. Yang kami harapkan sederhana, agar proses politik dilakukan secara demokratis dengan tidak menafikan kelompok lainnya," ujar Ida usai memimpin sidang paripurna tandingan.

Terkait ancaman para anggota DPR yang terlibat dalam pembentukan Pimpinan DPR tandingan dibawa ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Ida menjawab diplomatis. Ia mengklaim yang dilakukan pihaknya semata-mata untuk memperjuangkan hak politik. "Kami merasa hak politik kami disepelekan, makanya kami lakukan mosi tidak percaya," imbuh politikus PKB ini.

Sementara Ketua DPR RI Setyo Novanto mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung pemerintahan Jokowi-JK. Oleh karenanya, DPR harus bersatu agar bekerja baik. "Kita berkali-kali musyawarah," kata Setya di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan kegiatan paripurna harus melalui Badan Musyawarah (Bamus). Ia juga menyebutkan dalam sidang paripurna juga diwajibkan notulensi. "Dewan tidak kenal dengan konsep dualisme," tegasnya.

Fahri menambahkan Senin (3/11/2014) awal pekan pihaknya akan menggelar rapat bamus pengganti kepada pimpinan fraksi-fraksi. Menurut dia, rapat pengganti Bamus itu supaya semua fraksi datang. "Silakan di situ dibicarakan, jadi tidak bisa bagi-bagi jabatan di bamus atau paripurna," tegas Fahri.

Sidang Paripurna DPR tandingan tampaknya tak membuat perubahan dinamika di internal DPR. Sidang paripurna DPR tandingan tidak memberi efek perubahan konstalasi di parlemen. Situasi ini bakal makin memperpanjang persoalan di internal DPR. [mdr/inilahcom]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Gertakan Hambar DPR Tandingan Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah