728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Wednesday, 12 November 2014

Jokowi-JK Putuskan Kenaikan Harga BBM Tanpa Didahului Kerja Keras


MUHARRIKDAKWAH - Joko Widodo-Jusuf Kalla seharusnya berpikir matang sebelum menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Mereka sebaiknya mempertimbangkan multi efek yang ditimbulkan, terutama bagi rakyat miskin.

Demikian disampaikan Koordintor Dewan Pakar Energi Nasional, Ellan Biantoro, saat diskusi "Kenaikan Harga BBM, Maslahat atau Mudharat?" di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Selasa (11/11)

Mantan Kepala Humas SKK Migas ini mengungkapkan bahwa terakhir kali Indonesia membangun kilang minyak adalah pada tahun 1993 di Indramayu. Di sisi lain, kebutuhan rakyat akan BBM meningkat drastis.

"Seharusnya pemerintah konsentrasi bagaimana membangun kilang minyak itu. Malaysia dan Singapura yang lebih kecil dari Indonesia saja sudah bangun kilang minyak 10 kali kapasitas Indonesia," sindirnya.

Menurut dia, tidak usah heran bila sekarang Indonesia masih bergantung pada Singapura soal pengilangan BBM. Untuk mengubah kenyataan pahit itu, Jokowi-JK terlebih dulu harus betul-betul merevitalisasi tata kelola BBM.

Dia meragukan data pemerintah yang menyebut saat ini konsumsi rakyat Indonesia terhadap BBM mencapai 1,4 juta barel per hari, sedangkan negara hanya bisa memproduksi 600 hingga 800 ribu barel per hari.

"Coba dicek, betul tidak 1,4 juta barel itu? Soalnya kalau saya keliling daerah banyak sekali penyelundupan. Jangan-jangan yang dipakai rakyat itu tidak sampai 1 juta barel. Sisanya banyak dipakai penyelundup di Natuna atau Batam sana untuk dijual ke negara lain, coba itu yang diamankan dulu," beber Ellan.

Belum lagi bicara ketidaktegasan regulasi soal mobil-mobil industri besar yang seharusnya tidak berhak menggunakan BBM bersubsidi. Gara-gara banyak mobil industri yang menggunakan BBM bersubsidi, tangki BBM di pom bensin daerah lebih sering kosong.

"Akhirnya banyak warga beli eceran yang harganya lebih tinggi. Tata kelola distribusi harus diperbaiki. Siapkan daerah-daerah yang berhak untuk diberi subsidi. Misalnya di Jakarta, daerah Menteng itu haram subsidi. Subsidi itu di Bekasi, Depok atau Bogor," tambahnya. [ald/rmol]


  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Jokowi-JK Putuskan Kenaikan Harga BBM Tanpa Didahului Kerja Keras Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah