728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Wednesday, 19 November 2014

Membela Wong Cilik, Menaikkan Harga BBM

Joko Widodo sebelum terpilih jadi Presiden. Ia bersama para wong cilik.
MUHARRIKDAKWAH, Jakarta - Membela wong cilik artinya membela orang kecil. Pengertian yang lebih luas adalah memperjuangkan kepentingan orang-orang kecil, orang-orang miskin dan papa agar lebih baik. Berusaha merubah nasib mereka yang sebelumnya para sejahtera menjadi sejahtera. Tindakan itu tentu sangat terpuji dan mulia.

Pada masa kampanye sering kita mendengar ungkapan wong cilik. Para politisi menyebutkan jika kami menang dalam pemilu, kami akan memperjuangkan nasib wong cilik. Untuk menunjukkan bahwa ia perduli dengan wong cilik politisi itu pun mulai melakukan ‘tebar pesona.’

Jika selama hidupnya tak pernah masuk kampung , tapi demi memberikan kesan yang lebih meyakinan bahwa ia adalah perduli dengan wong cilik, ia pun masuk kampung keluar kampung. Istilah sekarang blusukan. Kalau ketemu ibu ibu yang sedang menggendong bayi, iapun mau menggendong bayi yang ingusan. Seolah ia sudah sangat dekat dengan ibu-ibu.

Ia tak segan-segan makan di warteg, warung makan yang sering disinggahi wong cilik seperti tukang beca, pemulung dan pengangguran. Sebab makan di warung tegal tentu jauh lebih murah. Dengan uang Rp 7000 sudah kenyang.Bahkan tak sebanding dengan makan di restoran yang menjadi tempat bersantap para politisi dan selebritis. Untuk sekali makan bisa menghabiskan ratusan ribu.

Para politisi juta tak segan-segan untuk menaiki kendaran yang sering digunakan orang miskin seperti bajaj, ojek, dan kalau perlu berjalan kaki dengan masyarakat sambil melongok-longok saluran. Apakah saluran mampat atau tidak. Tiba-tiba saja sangat perduli dengan saluran yang mampat. Padahal selama ini ia tak pernah berfikir soal saluran yang mampat.

Dengan begitu politisi tersebut terlihat sangat peduli dengan nasib wong cilik. Seolah-olah ia sudah tahu apa yang diderita dan yang ditanggung oleh para wong cilik, dan bagaimana mengatasinya.

Tapi itu hanya sekedar tindakan licik dan tipu muslihat. Itu dimaksud untuk pencitraan agar wong cilik bersimpati kepadanya . Target yang diharapkan bagaimana agar wong cilik mendukung dan memilihnya. Selain itu , tak ada lagi. Kalau sudah terpilih putus hubungan. Itulah sikap para bandit bandit politik di Indonesia.

Jika kekuasaan sudah ditangan, tiba gilirannya untuk menjual wong cilik. Mereka berkoar koar, demi wong cilik kita harus cabut subsidi BBM. Karena subsidi BBM ternyata tak dinikmati wong cilik. Yang menikmatinya adalah orang-orang kaya pemilik mobil.Kedengarannya sangat rasional.

“Lebih baik subsidi itu diberikan langsung kepada wong cilik. Ada puluhan juta wong cilik yang akan terdampak jika subsidi BBM dinaikkan. Mereka harus diberi bantuan. Dulu namanya “bantuan tunai” kini diganti dengan kartu sejahtera.”

Siapa yang sudah menerima Kartu Sejahtera behak antri di kantor pos untuk menerima Rp200 ribu. “Ini sudah dinaikkan, sebelumnya hanya Rp150 ribu” kata pejabat itu yang tampa sebagai pembela wong cilik.

Padahal dalam hatinya ia terbahak-bahak karena programnya untuk menjual wong cilik sudah berhasil, meski disana sisi terjadi unjuk rasa mahasiswa menolak pencabutan subsidi BBM yang mengakibatkan kenaikan harga BBM. Bantuan yang diberikan tak lebih dari tindakan menciptakan pengemis yang dilindungi pemerintah.

Warga para sejahtera antri di kantor-kantor pos untuk mendapatkan Rp 200 ribu. Sementara para mafia migas berpesta pora dari hasil peuntunga kainaikan harga BBM. “Ini memang konyol, disaat harga BBM di luar negeri turun, eh di Indoensia harga BBM malah naik”

Celakanya, sebelum harga BBM dinaikkan, sejumlah kebutuhan pokok sudah melambung tinggi. Para wong cilik yang hidupnya pas pasan, sudah sangat menderita. Dengan kenaikan harga BBM membuat beban wong cilik semakin berat. Ia tak sanggup lagi memikul beban yang begitu berat.

Dampak kenaikan harga BBM tak hanya naiknya kebutuhan pokok, tapi juga naiknya tarif angkutan umum seperti angkutan darat, naiknya suku cadang kendaraan. Pendek kata semua fasilitan umum yang sering digunakan wong cilik naik. Jadi kita bertanya, siapa yang diuntungkan dengan naiknya BBM ? jawabnya para cukong, penguasa, dan para mafia BBM.***[dakta]

  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Membela Wong Cilik, Menaikkan Harga BBM Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah