728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Monday, 24 November 2014

Pengamat: Popularitas Menurun, Bukti Jokowi Tak Bekerja untuk Rakyat


MUHARRIKDAKWAH - Popularitas Jokowi pada awal pemerintahan dinilai mulai memudar. Hal ini disebabkan beberapa langkah Jokowi yang tidak bekerja untuk rakyat. Demikian ungkap Koordinator Komite Pemilih Indonesia Jerry Sumampouw.

“Hancurnya popularitasnya menunjukkan dia tidak lagi bekerja untuk rakyat. Dia tidak akan populer kalau dia tidak menjalankan program yang mendukung kesejahteraan rakyat,” ucap Jerry dalam diskusi di Jakarta, Minggu (23/11/2014), seperti dilansir Kompas.

Lebih lanjut, Jerry mengatakan, sebelumnya, popularitas Jokowi di mata masyarakat cenderung tinggi karena kinerjanya selama memimpin Solo dan DKI Jakarta yang prorakyat. Namun, popularitas itu mulai turun setelah Jokowi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Selasa (18/11/2014) silam.

Selain itu, kata Jerry, ditunjuknya HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung dinilai sejumlah kalangan tidak tepat. Jerry mengatakan, seorang jaksa agung seharusnya mampu menegakkan hukum tanpa pandang bulu dan menyelesaikan masalah pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

“Ini yang tidak bisa saya lihat dari Prasetyo. Kalau begini terus, rakyat tidak lagi beri apresiasi ke Jokowi,” imbuhnya.

Sementara itu, peneliti di Indonesian Institute for Development and Democracy, Arif Susanto, mengatakan, saat ini semakin terlihat bahwa Jokowi berada di bawah kendali partai koalisinya. Menurut Arif, masyarakat akan terus mengingatkan Jokowi karena begitu mengiginkan perbaikan dalam pemerintahan yang baru.

“Presiden harusnya abdinya rakyat, bukan hambanya politik. Ada hal yang mengkhawatirkan dan harus kita kritisi agar kecenderungan ke depan tidak terjadi lagi,” tutur Arif. [fimadani]

  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Pengamat: Popularitas Menurun, Bukti Jokowi Tak Bekerja untuk Rakyat Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah