728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Friday, 28 November 2014

Politik Balas Jasa Jokowi


MUHARRIKDAKWAH - Politik balas jasa mulai dilancarkan Presiden. Padahal politik balas jasa itu membuat organisasi pemerintahan menajdi tambun, misalnya yang tidak ada diada-adakan, bahkan lembaga yang seharusnya dihapus pun harus dihidupkan demi menampung sang kawan. 

BN2TKI misalnya, lembaga ini sangat dibenci oleh para TKI, bahkan TKI sudah lama menginginkan lembaga ini dibubarkan, karena tidak membantu TKI malah memberatkan. Misalnya TKI yang baru datang ke airport , malah diseret-seret tidak manusiawi ke tempat penampungan BN2TKI yang lokasinya jauh dari airport Cangkareng . 

Di tempat penampungan itu nanti mereka disuruh membayar angkutan ke rumah masing-masing dengan ongkos yang sangat mahal. Bahkan KPK pernah merekomendasikan supaya BN2TKI ini dibubarkan saja, karena disinyalir banyak korupsi. 

Tak hanya itu Presiden SBY , di akhir masa jabatannya malah mencopot Ketua BN2PTKI, Jumhur Hidayat, dan setelah itu badan itu seperti tidak bertuan. Tapi sungguh ironis, lembaga ini dihidupkan lagi oleh Presiden Jokowi dengan menempatkan pembelot Golkar, Nusron Wahid sebagai ketuanya. Seolah ini sebagai hadiah atas sukses Nusron menaklukkan warga NU Jateng, sehingga Jateng memenangkan Jokowi.

Yang lumayan mengkhawatirkan juga sebetulnya adalah penempatan Franky Sibarani, Ketua Apindo yang juga "sahabat kental" Sofjan Wanandi ini sebagai ketua BKPM (badan koordinasi penanaman modal) . Waduh kalau pengusaha jadi ketua BKPM, apa gak semua potensi Indonesia diobral nih?...Benarkah ini bagian dari balas jasa ke Apindo (asosiasi pengusaha Indonesia) yang biasanya ngotot tidak mau BBM naik, tapi kali ini malah menyetujui BBM naik, atau bagian dari titipan Sofjan Wanandi?

Oleh: Nanik S Deyang
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Politik Balas Jasa Jokowi Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah