728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Saturday, 6 December 2014

Gerindra: Ada yang Tidak Senang KMP Eksis


MUHARRIKDAKWAH, Jakarta -
DPP Partai Gerindra menyebut, perkembangan politik pasca pilpres menunjukkan dengan jelas bahwa ada pihak-pihak yang tidak senang dengan keberadaaan Koalisi Merah Putih (KMP).

Indikasi tersebut menguat jika dilihat dari kasus kisruh kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat PPP dan Partai Golkar yang seolah dibuat untuk terus berkepanjangan. Sejatinya memang ada dinamika dan sedikit pertentangan di internal partai-partai tersebut, hal itu menurutnya sangat wajar dalam politik di Indonesia.

"Namun sangat terasa ada pihak-pihak yang memanfaatkan dan bahkan mengintervensi dinamika tersebut dengan tujuan akhir melemahkan Koalisi Merah Putih. Dalam kasus PPP ada kebijakan petinggi negara yang seakan hanya mengakui salah satu kubu pengurus DPP. Sedang dalam kasus Partai Golkar mungkin jurus yang digunakan adalah menolak keabsahan Munas yang baru saja diselenggarakan di Bali," papar Ketua DPP Gerindra bidang Advokasi Habiburokhman dalam siaran persnya yang diterima INILAHCOM, Jumat (5/12/2014).

Menurutnya, PPP dan Partai Golkar adalah dua partai yang sejak awal menjadi pemrakarsa berdirinya Koalisi Merah Putih (KMP). Jika kedua partai tersebut meninggalkan KMP atau setidaknya dilanda kisruh politik berkepanjangan, lanjut dia, maka KMP tentu bakal dikira menjadi lemah dan sulit berkonsolidasi.

"Bukan tidak mungkin, apa yang terjadi dengan kedua partai tersebut akan menjalar ke partai-partai lain anggota KMP. Tahun depan ada beberapa partai yang juga akan menggelar kongres atau munas. Tidak tertutup kemungkinan partai-partai tersebut juga akan diobok-obok," ungkapnya.

Dia mengaku hal tersebut sangat disesalkan. Pasalnya pelemahan dan intervensi terhadap partai poltik adalah sebuah bentuk pengkhianatan paling nyata terhadap nilai-nilai demokrasi.

Demokrasi multipartai saat ini kata dia, adalah hasil perjuangan panjang menuntut demokrasi yang mengoreksi praktik otoriterianisme pemerintahan orde baru. Pelemahan KMP menurutnya, dilatarbelakangi sikap paranoid yang berlebihan bahwa KMP didirikan sekadar untuk mengganggu pemerintahan Jokowi.

"Padahal sejak awal sudah sangat jelas bahwa KMP didirikan dengan platform yang sangat ideologis yakni untuk mengawal Pancasila, UUD 45 dan menolak neoliberalisme," tuturnya.

Menurut dia, para petinggi KMP sudah berkali-kali menegaskan baik kepada publik melalui media massa maupun langsung kepada Jokowi atau JK bahwa KMP akan mendukung pemerintahan Jokowi selama pemerintahan Jokowi bersikap prorakyat. Sebaliknya KMP akan mengingatkan pemerintah jika mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tidak prorakyat. Dalam bahasa yang sederhana, KMP akan senantisa menjadi kekuatan penyeimbang.

"Tidak ada yang salah dengan sikap KMP itu. Justru demokrasi akan sehat jika ada kekuatan penyeimbang yang bersifat konstruktif. Yang aneh, meskipun istilah islah KMP–KIH berulangkali didengungkan, namun pelemahan terhadap KMP seolah terus berlanjut," tandasnya. [fad/inilahcom]

  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Gerindra: Ada yang Tidak Senang KMP Eksis Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah