728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Wednesday, 28 January 2015

Peristiwa Pengusiran dan Kebangkitan Umat


Oleh: Adi Andriana, Lc

MUHARRIKDAKWAH - Umat Islam Palestina mengenang peristiwa pengusiran yang dilakukan oleh Israel pada tahun 1948, dengan sebutan ’nakbah’ yang berarti bencana. Itu karena sepanjang sejarah bangsa Palestina dari zaman bangsa natufiyun, bangsa pertama yang tinggal di Palestina, hingga masa kekhalifahan Utsmaniyah terakhir, bangsa Palestina tidak pernah diusir dari kampung halaman mereka.

Jumlah bangsa Palestina yang diusir dari kampung halaman mereka pada tahun 1948 berkisar 900 ribu orang. Dimana mereka kemudian menyebar ke berbagai Negara-negara Arab di sekitarnya. Dan tanah yang mereka tinggalkan pada tahun 1948 di kenal dengan ‘ardu tsamaniyah wa arbain’ . atau tanah tahun 48. Yang saat ini disebut Israel.

Umat Islam Palestina juga mengenang peristiwa pengusiran lainya yang dilakukan oleh Israel pada tahun 1967 dengan sebutan ‘naksah’. Atau musibah. Karena pada tahun ini ada sekitar 300 ribu orang Palestina yang diusir dari rumah mereka. Disamping itu kota Al-Quds jatuh ke tangan Israel.

Dan jumlah pengungsi Palestina hingga saat ini yang berada diluar Palestina sekitar 6 juta orang. Dari total 12 juta jumlah penduduk Palestina keseluruhan. Atau setengahnya.

Baik nakbah atau naksah bagi bangsa Palestina adalah peristiwa yang menyakitkan dan menorehkan kepedihan yang tiada tara. Serta merupakan sejarah kelam bagi umat Islam dan bagi bangsa Arab.

Sejarah kelam bagi Umat Islam secara umum dan khususnya bangsa Palestina, adalah karena sebelumnya bangsa Palestina tertipu oleh janji Britania. Di saat bangsa Palestina berada di bawah kekhilafahan Utsmaniyah. Bangsa Palestina dijanjikan oleh Britania bahwa mereka akan merdeka, ketika ikut serta dalam revolusi terhadap khilafah Utsmaniyah.

Disamping perlawanan itu juga dikarenakan Umat Islam di dunia, tertipu oleh sosok Mustafa Kemal Attaturk. Ia kala itu dianggap sebagai pahlawan. Padahal sebenarnya ia adalah pengkhianat berkedok Islam yang dipoles dengan polesan menggiurkan. Ia adalah antek zionis. Yang berencana menghancurkan kekhilafahan Utsmaniyah. Demi terwujudkan mimpi ratusan tahun zionis; yaitu berdirinya Negara bagi Yahudi.

Akan tetapi setelah itu bukanya Britania memberikan kemerdekaan bagi bangsa Palestina. Britania malah menjajah Palestina pada tahun 1917 hingga 1948. Untuk mewujudkan janji didirikanya Negara Yahudi kepada gerakan zionis melalui perjanjian Belfour. Dan selama Britania menjajah Palestina.

Britania sangat serius dalam hal itu; Britania membuka ruang bagi Yahudi untuk melakukan imigrasi ke Palestina. Serta melatih bangsa Yahudi. Maka berbagai organisasi teroris Yahudi berkembang dibawah pengawasan Britania; diantaranya adalah Haganah. Dan ketika Britania hengkang dari Palestina. Semua senjata miliknya diserahkan kepada Yahudi.

Dan setelah itu Yahudi mendeklarasikan berdirinya Negara Israel pada tahun 1948. maka terjadilah peristiwa nakbah yang disusul dengan naksah setelah itu. Itu berlanjut hingga puncaknya adalah terwujudnya at-tatbi’. Yaitu dimana entitas Yahudi yang merupakan entitas asing yang dimasukan ke dalam ditubuh Umat Islam. Atau layaknya virus. Dengan Tatbi dianggap sebagai bagian dari tubuh itu.

Itu dengan perjanjian Camp David, yang diikuti oleh perjanjian Wadi Arabah, dan diakhiri dengan penjanjian Oslo.

Semua itu awalnya; -yang ini menjadi sejarah kelam bangsa Arab- ketika Syafief Husein berkorespondensi dengan Makmahon. Untuk bersama melawan Kekhilafahan Utsmaniyah. Dan bersama mengadakan revolusi Arab. Revolusi itu adalah permulaan perpecahan secara geografis di dalam tubuh Umat Islam.

Kemudian berlanjut dengan ketidakseriusan bangsa Arab dalam membebaskan Palestina di tahun 1948. Padahal jumlah pasukan koalisi Negara-negara Arab. Ditambah dengan pasukan sukarela. Lebih besar dibanding Israel. Tapi walau seperti itu pasukan koalisi itu mengalami kekalahan yang memalukan.

Dan lebih memalukan lagi yaitu pada tahun 1967 terjadi deal-deal politik antara pemimpin Negara-negara Arab dengan Israel. Sehingga mengakibatkan terjadinya musibah yang disebut dengan ‘naksah’.

Namun bangsa Palestina yang diusir dari tanah mereka, walau mereka mengalami nakbah dan naksah tapi mereka tetap tegar. Bukti ketegaran itu adalah, ketika mereka diusir dari rumah mereka, mereka membawa kunci rumah mereka bersama mereka kemanapun.

Tidak hanya itu kunci tersebut juga lalu dijadikan warisan berharga bagi anak dan cucu mereka kemudian.

Serta tidak hanya sebatas kunci yang mereka serahkan sebagai warisan, namun juga kisah dibalik kunci itu; kisah tentang ketegaran dan keteguhan bahwa merekalah yang paling berhak atas tanah Palestina. Bukan Yahudi. Dan selalu berharap jika bukan mereka yang kembali ke tanah mereka. Anak dan cucu merekalah yang kelak akan kembali.

Artinya bangsa Palestina memberikan warisan bukan dalam bentuk harta, namun dalam bentuk sejarah dan harapan serta keyakinan. Adakah yang lebih berharga dari hal itu.

Dan bagi umat Islam secara keseluruhan ketika mengenang peristiwa nakbahdan naksah. Mereka akan diingatkan akan sejarah Nabi Muhamad. Yaitu Ketika umat Islam kuat di Madinah.

Kala itu terjadi peristiwa pengusiran yang sama. Tapi yang diusir kala itu adalah bangsa Yahudi, bukan umat Islam; Bani Mustaliq diusir karena menginjak kehormatan seorang muslimah. Bani Nadhir diusir karena mencoba membunuh Nabi Muhamad. Dan Bani Quraidzah diusir karena melanggar perjanjian yang disepakati bersama.

Umat Islam juga akan diingatkan akan masa setelahnya; ketika umat Islam memberikan kebebasan bagi bangsa Yahudi, bahkan di masa Abbasiyah; banyak yahudi berprofesi sebagai dokter yang mengobati para khalifah. Dan di masa Umat Islam Berjaya di Andalusia. Banyak dari kalangan yahudi yang menjadi mentri umat Islam kala itu.

Tapi tabiat merekalah yang kemudian mendorong mereka berkhianat. Dan pelajaranya adalah bahwa secara garis besar, ketika umat Islam jaya. Walau Yahudi berkhianat dan berusaha menghancurkan umat Islam. Di masa kejayaan itu tidak pernah sama sekali terjadi peristiwa nakbah dan naksah sebagaimana di abad modern.

Artinya, Umat ini mesti jaya kembali dan tidak ada kejayaan kecuali dengan la solaha li hadzihil ummah illa bima soluha bihi awaluha, umat ini tidak akan baik dan jaya kecuali dengan apa yang membuat generasi terdahulu umat ini menjadi baik dan jaya. Dan yang membuat generasi terdahulu dari umat ini jaya dan kuat adalah dengan berpegang teguh kepada tali agama Islam. Dan tidak hanya berpegang kepada agama tapi menjadikan agama itu sebagai pahatan yang membentuk peradaban dan kejayaan.

Tapi sayangnya; umat ini sebagaimana kata seorang ulama; tidak dari ‘’Al-Quran ilal Imran’’. Tapi dari ‘’Al-Imran ila Quran’’. Tidak menjadikan Al-Quran (agama) sebagai pembentuk kemakmuran, kejayaan dan peradaban, akan tetapi beralih dari kemakmuran, kejayaan dan peradaban ke Al-Quran. Atau generasi pertama umat Islam ini membangun dengan Al-Quran, sementara generasi saat ini merasionalisasi kemunduran dengan Al-Quran. [pesonaalquds]

  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Peristiwa Pengusiran dan Kebangkitan Umat Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah