728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Friday, 20 February 2015

Berkontribusi Dalam Dakwah

Ilustrasi (foto net)
MUHARRIKDAKWAH - Berbagai persoalan umat Islam baik dalam skala mikro nasional, maupun makro internasional sampai saat ini belum tertuntaskan secara maksimal. Keterpurukan bangsa ini dalam berbagai segi dan aspeknya, diakui maupun tidak ada andilnya umat Islam di dalamnya. Saya katakan demikian karena mayoritas dari bangsa ini adalah umat Islam. Kebijakan ekonomi yang tidak mensejahterakan, kepastian hukum yang tidak berkeadilan, pendidikan yang tidak memanusiakan, dan sebagainya. Belum lagi bila melihat persoalan umat dalam skala yang lebih besar, dunia Islam secara umum. Persoalan kemerdekaan Palestina, kedamaian dan kesejahteraan di bumi Myanmar, Suriah, dan Mesir. Semuanya itu merupakan pekerjaan-pekerjaan besar umat ini. Berbicara tentang Palestina, di sana ada masjid Al Aqsha yang menjadi kiblat pertama umat Islam. Al Aqsha adalah tempat yang pernah disingahi Rasulullah saw ketika Isra Mi’raj, dan Al Aqsha merupakan salah satu dari tiga masjid yang dianjurkan oleh Rasulullah saw untuk dijiarahi umatnya. Karenanya masalah Palestina adalah masalah umat Islam dunia.

Mesir dan Suriah adalah dua bangsa yang pada masa perkembangan sirah kenabian dikategorikan sebagai negeri atau bangsa Sam, yang tidak bisa lepas dari sejarah permulaan terbitnya fajar keislaman di dunia. Di Suriah banyak keterunan Rasulullah saw, di Mesir adalah tempat ibunda Hajar yang merupakan ibu dari sosok Ismail, as sebagai cikal bakal kehadiran Rasulullah saw. Dan yang tidak bisa kita lupakan juga adalah kita bisa mengenal Islam dengan lebih baik adalah karena banyaknya ulama yang memberikan kontribusi da’wah di bumi nusantara ini, dan perlu diingat tidak sedikit dari para ulama itu adalah mereka yang belajar di Mesir. Karenanya persoalan Suriah dan Mesir adalah persoalan keislaman kita.

Lalu apa yang kiranya bisa kita lakukan saat ini. Apakah harus berjuang secara fisik membantu untuk hadirnya kebebasan Palestina, Mesir dan Suriah ? Semua itu memang harus menjadi asa tertinggi kita, karena tidak ada kebahagian dan kemuliaan kecuali bila bisa meninggal syahid di medan pertempuran. Namun tidak boleh juga kita lupakan, masih banyak medan jihad lainnya yang juga harus kita perhatikan. Perhatian kita terhadap proses penyiapan dan pembinaan umat, dalam konteks medan da’wah wa tarbiyah, adalah lapangan jihad yang sepatutnya juga diperhatikan. Apalagi di tengah berbagai fenomena persoalan keumatan yang semakin hari semakin menjadi-jadi. Sentuhan da’wah dari tangan-tangan, dan kata-kata para murabbi, mu’allim, muballigh dsb adalah kemestian yang tidak boleh dianggap remeh serta harus senantias bergaung dalam kehidupan ini. Hilangnya aktivitas da’wah, berarti hilangnya keberkahan Kitabullah.

Apabila kita mau lebih jeli untuk membaca dan menganalisa kondisi umat dewasa ini, maka kita akan menemukan berbagai persoalan tengah menimpa umat ini. Semua itu harus diselesaikan secara massif berkelanjutan melalui jihad da’wah-tarbiyah-ta’lim. Menjauhnya umat dari nilai-nilai ajaran Al Qur’an merupakan masalah utama sekaligus induk persoalan umat yang terjadi di tengah mereka. Padahal Rasulullah saw telah menyatakan bahwa kemuliaan manusia itu terletak pada kedekatannya dengan Al Qur’an, demikian pula sebaliknya. Coba antum lakukan observasi sederhana di tengah umat, seberapa banyak mereka baca Al Qur’an di banding baca yang lainnya dalam sehari ? seberapa banyak hafalan Al Qur’an mereka ,dibanding hafalan konten lainnya ? seberapa sering mencoba untuk memahami Al Qur’an dibanding dengan belajar yang lainnya ? seberapa besar sensitivitas umat ketika disampaikan ayat-ayatNya, dibanding dengan sensitivitas mereka terhadap sepak bola, konser music dll.

Dari semua hal di atas jelaslah sudah, bahwa umat ini perlu bantuan antum untuk mengeluarkan mereka dari gelapnya kejahiliyahan. Medan da’wah menunggu kontribusi antum baik berupa pemikiran, tenaga, harta , bahkan tetesan keringat serta darah antum bila diperlukan harus direlakan. Jangan biarkan diri kita diperberat pertanggung-jawabannya kelak di yaumil hisab, karena ketidak pedulian kita atas berbagai persoalan umat ini. Rasulullah saw berkata “barang siapa tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka bukanlah bagian dari mereka”. Jangan ragu untuk melangkah dalam da’wah, tidak boleh mundur namun teruslah bertempur, masuklah segera dalam barisan para du’at, segeralah masuk dalam gerbong amar ma’ruf nahyi munkar. Yakinlah kemuliaan dan surganya sudah jelas bagi mereka yang berkontribusi dalam perjuangan ini.

Kemuliaan Islam dan umatnya ada pada pundak para penyeru kebaikan. Insyaallah ketika keikhlasan dan kesabaran menjadi spirit hati kita, ketika keilmuan menjadi bekal kita bergerak, ketika amal soleh sebagai suara da’wah tertajam kita, maka yakinlah pertolongan Allah dan kemenangan Islam sebentar lagi akan datang. Allahu akbar !!!!!!!!!!!!!



Oleh: Tato Yuniarto, S.Pd.,M.Pd.I

  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Berkontribusi Dalam Dakwah Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah