728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Friday, 20 February 2015

Ikhwan Mengatakan Cinta, Kenapa Tidak ?

MUHARRIKDAKWAH - Setiap orang memiliki naluri untuk romantis, setiap orangpun mempunyai hak untuk mencintai dan dicintai.

Meskipun untuk menuju arti kata cinta yang hakiki bagai mendaki puncak gunung yang tinggi, membutuhkan kekuatan mental, ketahanan fisik dan stamina, serta persiapan yang benar-benar maksimal dalam pendakian, hingga pada akhirnya kita mampu marasakan dan menikmati panorama alam di puncak sana, karena tidak jarang kita dituntut harus berhadapan dengan berbagai macam hewan buas dan rumput yang beracun yang akan menguji perjuangan kita. Medan yang ekstrim, tanah yang terjal dan berbatuan yang licin seakan menjadi ranjau alami yang berbahaya di saat kita lengah.

Tapi semua itu akan tiada artinya bila kita memiliki kekuatan tekad dan semangat dengan naluri juang yang tinggi dan kerja-kerja nyata untuk meraih cinta hakiki di hadapan Allah yang Maha Tinggi.
Kekuatan solidaritas dan persaudaraan pun menjadi bukti bahwa kita tidak berjuang sendiri.

Ya…… Begitulah realitanya !!!
Ketika kita berani mengatakan cinta, maka mulai saat itu juga kita harus berani berkata tentang pengorbanan. Karena antara cinta dan pengorbanan bagai dua sisi mata uang, mereka adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, satu sisi akan tidak ada artinya bila tanpa sisi yang lain; cinta tanpa pengorbanan akan sulit untuk terwujud, begitupun pengorbanan tanpa cinta akan hampa bagai melangkah tanpa tujuan.
Oleh karena itu, siapkan diri kita untuk berkorban dijalan-Nya dengan harta, benda, tenaga, pikiran bahkan dengan tahta demi meraih cinta hakiki dan tegaknya agama Allah di muka bumi ini. Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya :

(قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ) 

“Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Ali Imron : 31)

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ)

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah : 153)

Ikhwati fillah rahimakumullah, mari kita ikuti langkah-langkah Rasulullah dalam meniti rute perjuangan dakwah ini, dan bertindak sebagaimana sikap dan reaksi beliau dalam menghadapi dan menyikapi fitnah dan celaan di kala itu.

Saatnya kita berkata kepada mereka-mereka yang mencoba menghalangi langkah-langkah dakwah kita dan kita yakinkan saudara-saudara kita, bahwa kita bukanlah pengumbar opini hanya untuk seonggok tahta di hadapan manusia. Tapi lebih dari pada itu, bahwa kita berusaha menebar kerja-kerja nyata demi meraih centa hakiki dan kedudukan tinggi di sisi Sang Ilahi.
Lalu kita tegaskan pula kepada bangsa ini : Bahwa kita mencintai mereka karena Allah, dan kita siap bekerja hanya karena Allah untuk terciptanya harmoni di negeri ini insya Allah.
Wassalamu’alaikum, wr, wb…….


Oleh : Ibnu Soubari 
(Mahasiswa semester 8 Pesantren Qur'an Indonesia)
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Ikhwan Mengatakan Cinta, Kenapa Tidak ? Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah