728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Tuesday, 17 February 2015

Indahnya Hidup di Pesantren By Ustadz Yusuf Mansyur

Ustadz Yusuf Mansur bersama Asatizah Nurul Fikri Lembang 16/2/2015
MUHARRIKDAKWAH - "Hidup itu ada yang punye, semuanya terserah Die..Kalo loe tau apa yang Die suka, masyaAllah..semuanya pasti dikasi ma Die.."

Kalimat tersebut suruh diucapkan berulang kali oleh seluruh jamaah shubuh yang hadir di Masjid Shalahudin, Nurul Fikri Lembang. Itulah cara menanamkan dalam sanubari kita bahwa hidup ini ada aturan mainnya. aturan main yang ditetapkan oleh Sang Khalik agar kita taati..dan in sya Allah..semua doa dan keinginan kita akan dikabulkan olehNya.

Bagi kita yang tinggal diPesantren harus banyak bersyukur..karena nikmat yang belum tentu kita dapatkan ketika diluar pesantren..Hal tsb adalah:

1. Nikmat Sholat Berjamaah

Di pesantren kita dibiasakan untuk selalu berjamaah, padahal sholat berjamaah adalah sesuatu yg sangat berat untuk kita lakukan, dan tidak semua orang bisa melaksanakan. Kita harus bisa mengalahkan nafsu duniawi baik itu malas (ketika bangun shubuh), mengejar dunia (ketika sibuk bekerja disiang dan sore hari) ataupun waktu2 lainnya yang melenakan kita untuk beristirahat di malam hari (maghrib-isya'). Padahal sebagai seorang mukmin adalah tugas dan kewajiban kita memakmurkan masjid.

2. Nikmat doa dikabulkan

Salah satu doa yang diijabahi adalah doa ketika menuntut ilmu. Karenanya beruntunglah kita ketika menuntut ilmu, karena ketika kita mau berdoa maka doa2 kita tersebut In sya Allah akan dikabulkan. Selain ketika menuntut ilmu itu ibarat orang yang sedang pergi berjihad..

3. Nikmat ilmu yang banyak

Di Pesantren banyak sekali ilmu yang didapat. Baik ilmu agama maupun ilmu keduniawian. Setiap kegiatan dipesantrenpun merupakan ilmu dan pembelajaran bagi santri dan asatidz. Ilmu Quran diajarkan oleh ustadz tahfidz, ilmu agama diajarkan ustadz ahli fiqih dan diniyah, bahasa diajrakan oleh ustadz2 ahli bahasa,ilmu2 akademis diajarkan oleh ustadz2 yang memang sudah menjadi kompetensinya mengajarkan ilmu2 tsb. Selain itu belajar berinteraksi dalam satu komunitas pesantren adalah pembelajaran mengenai hidup di masyarakat, menghadapi karakter orang lain yang berbeda-beda. Serta belajar disiplin mengikuti jadwal kegiatan kepesantrenan yang merupakan pembelajaran menghadapi dunia karir dan kerja dimasa datang yang penuh dengan aturan yang harus dipatuhi.

Bercita-citalah menjadi penguasa atau pengusaha. Karena dengan menjadi penguasa atau pengusaha kita akan lebih banyak menebar kemanfaatan. Sebagai contoh Kang Aher sebelum menjabat menjadi gubernur adalah seorang pengusaha. Beliau saat itu hanya bisa menyekolahkaan gratis 200 anak yang tidak mampu. Namun ketika beliau menjadi Gubernur. Beliau memebebaskan seluruh siswa sekolah negeri dari tingkat dasar sampai atas untuk tidak dipungut biaya. Karenanya seorang muslim yang mukmin bercita-citalah diamasa depan untuk menjadi dua hal tersebut, agar menebar kemanfaatan yang lebih banyak untuk orang lain.

Sekian kutipan taujih dari Ust. Yusuf Mansyur di jamaah Shubuh Masjid Shalahudin, Nurul Fikri Boarding School Lembang. 16 februari 2015
semoga bermanfaat..

Wallahu a'lam bishshawwab..
Wassalamualaikum ...

Ditulis: Ust. Fourit Rohmatullah
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Indahnya Hidup di Pesantren By Ustadz Yusuf Mansyur Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah