728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Thursday, 19 February 2015

Meminang Al-Qur'an

MUHARRIKDAKWAH - Saat keadaan ummat seperti faktanya dewasa ini, keterpurukan akhlaq sudah merajarela, hampir di setiap sisi-sisi kehidupan masyarakat sudah jauh dari hidayah dan tidak lagi berlandaskan Al-Qur’an dan sunnah, banyak oknum-oknum yang melakukan kezholiman dengan dibumbui sedikit kebaikan yang hanya mementingkan kepentingan pribadi atau sedikit meluas kepada kelompok-kelompok tertentu.

Maka dengan realita yang mungkin masih banyak lagi, yang tak mampu kita sebutkan satu persatu, membangun kesadaran dan keinginan ummat untuk kembali kepada tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW, merupakan sebuah keharusan untuk menyelamatkan keadaan ummat yang sudah di akhir zaman ini. Oleh karena itu tugas yang besar ini bukanlah hanya dibebankan kepada para ustadz, guru, penceramah, da’i, para masyaikh atau orang-orang yang banyak berkecimpung di bidang keagamaan saja, tapi semua orang muslim, siapapun dia ?, apapun propesinya ?, berapapun kekayaan yang ia miliki ?, mereka memiliki peran penting dalam mengemban hal ini, karena para ustadz hanyalah mampu memberikan lentera saja, dan penggunaan cahaya lentera itu ada di hati individu masing-masing. Allah hanya akan memberikan cahaya hidayah-Nya kepada orang-orang yang Dia kehendaki, maka dari itu marilah kita bersihkan jiwa dan sucikan hati serta berharap agar diberi Allah cahaya hidayah itu untuk menerangi pertualangan dunia dan akhirat kita, karena Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan setiap kebaikan yang dilakukan oleh setiap hamba-Nya.

Menjadi seorang penghafal Qur’an merupakan kebanggaan tersendiri yang terpancar dari seorang hamba di hadapan Robbnya, setiap hari mampu membacanya, menghafalnya, memahami setiap makna yang terkandung pada ayat-ayatnya, di samping itu banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an juga mampu memberikan inspirasi tentang kebesaran Allah SWT.

Seperti pada umumnya, setiap cita-cita yang besar ada tantangan yang besar, ujian yang banyak, bahkan harus menempuh yang berliku, karena meraih cita-cita tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, maka dibutuhkan kerja keras, semangat dan tekat yang membaja. Begitupun juga dengan menghafal Al-Qur’an yang tidak terpaku dengan aspek membaca dan mengingat saja, tapi diperlukan juga pengamalan dalam kehidupan sehari-hari, banyak memuroja’ah (mengulang), dan tentunya dibutuhkan juga interaksi dan komunikasi yang baik untuk meminang Al-Qur’an, karena Al-Qur’an yang suci hanya karena mendekat dan melekat kepada jiwa-jiwa yang bersih dan hati-hati yang suci juga. Tidak hanya sampai di sana, selalu mengingat dan jangan sampai melupakan ayat-ayat yang sudah di hafal adalah kewajiban besar bagi penghafal Al-Qur’an, karena walau hanya satu ayat yang terlupakan maka merupakan dosa besar.


Karena penulis saat ini juga dalam proses yang sedang mengemban amanah ini, maka semua tulisan di atas adalah catatan untuk diri pribadi, tapi penulis juga mengingatkan kepada para pembaca yang mungkin berniat untuk mengemban amanah mulia ini, maka persiapkanlah ruhiyah dan jasadiyah yang bersih, tekat yang total, tak ada kata setengah-setengah dalam hal ini, dan yang paling penting adalah jangan pernah menganggap sepele amanah ini, karena Al-Qur’an adalah amanah yang agung. Tapi percaya dan yakinlah terhadap firman Allah :

ولقد يسرنا القران للذكر فهل من مدكر

“Dan sungguh, telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah yang mau mengambil pelajaran.” (Al-Qomar : 17, 22, 40 )
Maka marilah kita perbaiki mulai dari diri sendiri, untuk membawa perubahan terhadap masyarakat, bangsa dan negara, bahkan ummat dunia sekalipun. Hingga terwujudlah islam rohmatan lil ‘alamin..... Amiin.... Amiin yaa Robbal ‘alamin.....******

Jum’at, 20 April 2012

Oleh: Ibnu Soubari 
( mahasiswa semester 8 Pesantren Qur'an Indonesia)

  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Meminang Al-Qur'an Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah