728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Sunday, 15 February 2015

PDIP Kritisi Pernyataan Jokowi Atas Tudingan PRT di LN Rendahkan Martabat Bangsa


MUHARRIKDAKWAH -
Dalam pembukaan Kongres Partai Hanura di Solo, pada Jum’at (13/2) lalu, Presiden Joko Widodo menyatakan akan menghentikan penempatan Pekerja Rumah Tangga (PRT) ke luar negeri. Dengan alasan, penempatan PRT di luar negeri merendahkan harga diri dan martabat bangsa.

Jokowi pun meminta kepada Menteri Tenaga Kerja untuk membuat road map waktu penghentian pengirim PRT ke luar negeri.

Menanggapi hal tersebut, politisi PDI Perjuangan Sharief Rachmat yang juga aktivis TKI menganggap wajar timbulnya pro dan kontra atas pernyataan Presiden. Tetapi di sisi lain, Sharief menduga ada informasi yang diterima oleh Presiden tidak secara utuh.

"Tidak tepat menyalahkan TKI yang berprofesi sebagai PRT sebagai sumber masalah dan merendahkan harga diri serta martabat bangsa," kritiknya.

Menurut dia, kerap timbulnya masalah TKI di sektor PRT dan berakibat merendahkan harga diri serta martabat bangsa berawal dari ketidaktegasan dan ketidakhadiran pemerintah selama ini dalam melakukan advokasi terhadap TKI.

"Seharusnya pemerintah menengok negara Filipina yang warganya juga banyak bekerja di luar negeri menjadi PRT, tetapi mereka dihargai dan dihormati," tekannya.

Sharif mengingatkan, para TKI menjadi PRT ke luar negeri karena dalam keadaan terpaksa serta untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Di dalam negeri, mereka sulit untuk mencari lapangan pekerjaan. Kalaupun ada, gaji yang didapat sangatlah kecil. PDI Perjuangan, jelas dia, sangat mengapresiasikan para WNI yang bekerja di luar negeri menjadi PRT sebagai pahlawan.

"Mereka rela dan berkorban dengan penuh resiko bekerja di luar negeri demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya di tanah air. Disamping itu mereka berjasa pula terhadap negara,” lanjut Ketua Perwalu PDIP Saudi Arabia ini yang masa tugasnya akan berakhir April 2015 melalui rilis tertulisnya (Minggu, 15/2).

Sharief pun menyambut baik niat baik Presiden Joko Widodo untuk menghentikan penempatan PRT ke luar negeri. Sebagai kepala negara, ia memandang Jokowi tentu tidak ingin melihat warganya terus menerus dianggap sebelah mata oleh bangsa lain. Ini sebenarnya menjadi tamparan bagi kementerian terkait karena kurang tanggap dalam menuntaskan masalah TKI sehingga berimbas terhadap harga diri serta martabat bangsa, tegasnya.

"Tentu kita mendukung rencana Presiden Joko Widodo, tetapi disisi lain Pemerintah harus menjamin lapangan pekerjaan bagi mereka," pintanya.

Tanpa adanya jaminan lapangan pekerjaan, maka dipastikan mereka akan tetap bekerja ke luar negeri. Seperti halnya yang terjadi di Arab Saudi, walaupun diberlakukan moratorium, masih banyak WNI yang masuk ke sana untuk bekerja dengan berbagai cara.

"PRT bukan untuk dihina, tetapi dilindungi dan dihargai atas jasanya. Elit bangsa ini sangat hebat dalam membuat kebijakan dan peraturan, tetapi tidak diimbangi dengan monitor serta antisipasi, sekaligus bertentangan dengan sikon lapangan,” tutupnya. [wid/rmol]

  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: PDIP Kritisi Pernyataan Jokowi Atas Tudingan PRT di LN Rendahkan Martabat Bangsa Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah