728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Tuesday, 10 March 2015

Anggota Komisi III: Konflik KPK-Polri Semakin Panas

MUHARRIKDAKWAH, Jakarta - Kisruh dua lembaga hukum antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri, saat ini belum menemukan titik temu. Apalagi, kondisi tersebut dikabarkan memanas ketika KPK melimpahkan kasus Komjen Pol Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Posisi Presiden Jokowi dipertanyakan untuk menyelesaikan kisruh dua lembaga hukum ini. Sebab, Jokowi justru sedang sibuk blusukan ketiap-tiap daerah di Indonesia. Apakah Jokowi dapat menuntaskan kisruh KPK-Polri saat ini?

Menurut Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil, seharusnya kisruh KPK-Polri ini sudah bisa disudahi. Ia mengatakan, dalam kisruh KPK-Polri ini Presiden Jokowi harus mencontoh sikap mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika menyelesaikan masalah cicak vs Buaya.

"Mereka harus bisa duduk bersama, yaitu Mahkaman Agung, Kejaksaan, Polisi, Kemenkum HAM dan KPK. Jadi memang disini butuhkan kedewasaan pimpinan di ke tiga lembaga (KPK,Polri dan Kejagung) untuk menyelesaikan masalah ini," kata Nasir, kepada wartawan, Jakarta, Senin (9/3/2015).

Menurutnya, pelimpahan kasus BG ke Kejagung tidak perlu dijadikan mempertambah kisruh antara KPK dengan Polri. Karena menurutnya, kasus tersebut bisa ditarik kembali oleh KPK jika Kejagung terlalu lama menyelesaikan kasus tersebut.

"Tidak tepat jika kita berburuk sangka kalau pelimpahan itu akan mengubur kasus itu atau di SP3 kan. Justru kita harus kawal proses hukum itu, agar bisa berjalan secara transparan," kata Nasir.

Dalam kisruh KPK-Polri saat ini, menurut Nasir, tidak mungkin mengharapkan kinerja para pelaksana tugas (Plt) pimpinan KPK untuk menyelesaikan konflik ini.

"Karena sebuah Plt itu berbeda dengan yang resmi. Kewenangan mereka tidak penuh. Makannya mereka meminta tolong untuk mengusut kasus ini," ucap Nasir.

Oleh karena itu, ia menyarankan, agar Presiden Jokowi melakukan mandat kepada Kejagung agar segera menyelesaikan kasus tersebut.

"Presiden Jokowi itu punya instrument, tanpa harus ikut campur dalam kasus ini. Dia tinggal urus dan meminta kepada Kejaksaan agar tak main-main dalam menyelesaikan perkara ini," kata Nasir.

Terkait lambannya sikap Jokowi, Nasir merasa tak heran dan memakluminya. Akan tetapi, Ia berharap, Presiden Jokowi dapat membuat suatu sikap agar kisruh KPK-Polri ini dapat teratasi meski dirinya sedang blusukan.

"Meski blusukan, dia harus buat surat perintah, jadi ada tekanan dari dia agar di evaluasi. Mudah-mudahan ada surat perintah untuk KPK, Kejagung dan Polri. Jadi harus di evaluasi. Mudah-mudahan presiden punya pikiran seperti itu," kata Nasir. [fad/inilahcom]

  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Anggota Komisi III: Konflik KPK-Polri Semakin Panas Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah