728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Thursday, 12 March 2015

Bulan Madu Sepanjang Waktu

Ilustrasi
MUHARRIKDAKWAH - Istilah bulan madu atau honeymoon menggambarkan suasana cinta antara suami dan istri yang demikian menggebu dan menyala, yang biasa tampak pada pengantin baru. Mereka menikmati gairah asmara yang sangat membara, yang membuat mereka terbuai dalam aktivitas roman yang seakan tidak berkesudahan. Mereka melakukan aktivitas yang sangat romantis dan selalu menyenangkan. Dunia seakan menjadi milik mereka berdua, orang lain hanya menumpang saja di dunia milik mereka itu.

Namun ternyata suasana bulan madu ini ada masa kedaluwarsanya. Suasana ini secara umum tidak berlangsung sepanjang kehidupan berumah tangga, namun hanya ada pada awal kehidupan pernikahan. Setelah melampaui “expired date”, maka suasana bulan madu itu mulai meredup dan akhirnya mereka memasuki kehidupan “normal” sebagai keluarga pada umumnya. Benarkah suasana bulan madu itu hanya sebentar saja? Tidakkah bisa diperpanjang masanya?

Tiga Setengah Tahun Saja?

Dailymail melaporkan hasil sebuah survei terhadap 2.000 pasangan menikah, bahwa setelah tiga setengah (3,5) tahun usia pernikahan, mereka mulai kehilangan semangat untuk berkencan, lebih memilih tidur daripada bercinta, dan mulai berhenti mengatakan kata cinta. Penelitian menunjukkan bahwa usia 3,5 tahun merupakan masa-masa bulan madu yang sudah berakhir. Setelah itu pasangan mulai jarang saling memeluk, tidur bersama, atau bahkan makan bersama. Mereka mulai tidur di waktu yang berbeda, makan di waktu yang berbeda, dan tidak saling ngobrol ketika menonton televisi.

Pada saat itulah mereka mulai sering bertengkar, karena sudah berada dalam situasi yang “normal” setelah selesai dengan masa bulan madunya. Pada masa bulan madu, suami dan istri melewati hari-hari dengan penuh kebahagiaan. Satu dengan yang lainnya memiliki semangat yang tinggi untuk membahagiakan pasangannya. Berbagai upaya dilakukan untuk tampil sempurna di hadapan pasangan dan sekaligus usaha membahagiakan pasangan dengan menjaga penampilan, kebersihan, aroma yang menyenangkan, serta pelayanan yang memuaskan.

Pada pengantin baru, kedua belah pihak masih berada dalam suasana “jaim”, malu kalau bau tidak enak, malu kalau penampilan tidak rapi, malu kalau tampak tidak cantik. Maka kedua belah pihak berlomba memberikan hal terbaik untuk pasangan, sehingga suasana kebahagiaan benar-benar terasa optimal. Namun seiring perjalanan waktu, suasana itu memudar, dan sebagaimana hasil survei tersebut, maka setelah tiga setengah tahun pernikahan, suasana akan “normal”, menjadi biasa saja. Menjadi rutin dan bisa jadi monoton.

Menjaga Suasana Bulan Madu

Sesunggunya suasana bulan madu bisa dipertahankan oleh suami istri, walau tentu saja bentuk dan kondisinya berbeda, namun suasana kejiwaannya masih tetap sama. Dari waktu ke waktu, kedua belah pihak tetap merasakan kehangatan cinta sebagai sepasang kekasih yang saling merindukan dan saling memerlukan kehangatan pasangan.

Yang diperlukan adalah kesediaan dari suami dan istri untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Memiliki Waktu Istimewa

Hendaknya suami dan istri memiliki waktu-waktu istimewa yang disepakati bersama. Pada waktu istimewa ini, mereka bisa bercengkerama berdua, mengobrol santai, menikmati suasana. Jangan melupakan kenca yang berkesan dengan pasangan, sekedar jalan-jalan keluar rumah, atau makan malam bersama pasangan di tempat favorit yang membangkitkan kenangan romantisme mereka.

2. Mengusahakan Selalu Bersama

Suami dan istri harus selalu mengusahakan kebersamaan dalam berbagai kegiatan kehidupan. Sepanjang bisa berdua, mengapa harus sendiri-sendiri? Misalnya, sarapan pagi bersama pasangan, makan malam bersama, tidur bersama, melaksanakan shalat bersama, menunaikan ibadah bersama, olah raga bersama, membersihka rumah bersama, dan lain sebagainya.

Sesibuk apapun anda, jangan membiarkan anda asyik sendirian tanpa melibatkan pasangan. Nikmati hobi anda bersama, agar semakin menguatkan cinta kasih dalam kehidupan keluarga anda.

3. Tidak Membiarkan Munculnya Kehambaran

Saat mulai merasakan ada kehambaran, jangan biarkan hal itu terjadi berlama-lama. Segera lakukan usaha untuk menghindari kehambaran bersama pasangan. Lakukan rekreasi, baik secara spiritual, intelektual maupun fisik, untuk menghangatkan cinta dalam keluarga. Perasaan kehambaran ini menandakan telah munculnya gejalan kejenuhan berumah tangga. Ini harus segera dihilangkan dengan kegiatan bersama pasangan.

4. Mengelola Kesibukan

Semua orang mengaku dan merasa sibuk. Dengan kesibukan itu, suami dan istri membiarkan keduanya saling tidak berhubungan satu dengan yang lain. Masing-masing merasa saling asing, karena ditelan ritme kerja dan sejumlah agenda kegiatan lainnya yang menyita waktu mereka. Komunikasi harus tetap dijaga sesibuk apapun anda berdua, kenyamanan hubungan tetap harus dipelihara seperti apapun padatnya kegiatan anda berdua.

5. Dewasa Menghadapi Perbedaan

Semua pasangan suami istri pasti memiliki konflik. Maka sikap yang paling baik adalah menghadapi setiap perbedaan, pertengkaran, dan konflik di antara mereka secara dewasa. Jangan membiarkan keluarga berada dalam ketegangan tanpa ada penyelesaian. Bertumpuknya masalah tanpa penyelesaian ini akan bisa menjadi bom waktu. Jangan menghindari masalah, namun hadapilah dengan sikap bijak dan penuh kedewasaan.

6. Jangan Mencari Tempat Pelarian

Kadang suami atau istri mencari tempat pelarian atau pelampiasan karena ketidaknyamanan hubungan mereka. Hendaknya suami dan istri menyelesaikan semua permasalahan berdua, dan tidak menjadikan masalah keluarga sebagai komoditi untuk disebar dan diumbar kepada pihak lain. Jangan membiasakan curhat jalanan kepada orang-orang yang tidak memiliki kompetensi untuk menyelesaikan permasalahan.

Demikianlah beberapa langkah untuk mempertahankan suasana bulan madu dalam kehidupan berumah tangga. Dengan kebersamaan antara suami dan istri, mereka berdua bisa menghapus batas masa kadaluwarsa pada aktivitas mesra yang disebut bulan madu. Sepanjang hidup, bisa menjadi madu.


______________________________
Oleh: Cahyadi Takariawan
Penulis Buku Serial "Wonderful Family"; Peraih Penghargaan "Kompasianer Favorit 2014"; Konselor di "Rumah Keluarga Indonesia" (RKI) dan "Jogja Family Center" (JFC)


Sumber: kompasiana.com/PakCah
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Bulan Madu Sepanjang Waktu Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah