728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Tuesday, 24 March 2015

Demokrat Terancam Bernasib Golkar dan PPP

MUHARRIKDAKWAH, Jakarta – Partai Demokrat (PD) terancam diobok-obok oleh pihak eksternal partai politik (parpol) jelang Kongres III, Mei 2015 mendatang. Tidak menutup kemungkinan partai besutan Soesilo Bambang Yudoyono (SBY) itu akan bernasib seperti Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pasalnya, para pendiri partai berlambang mercy itu tak mau mengakui bila kongres tak berjalan demokratis.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PD, Ramadhan Pohan menaku ancaman dari pendiri PD isunya telah mencuat. Kendati demikian, pihaknya menyatakan siap melawan segala bentuk upaya dari luar internal partai agar tidak bernasib sama dengan Golkar dan PPP.

“Pendiri PD telah mengancam bahwa mereka tidak akan mengakui Kongres yang tidak dijalankan secara demokratis,” ungkapnya kepada INDOPOS, Minggu (21/3).

Untuk itu Ramadhan menegaskan,bila kongres PD, Mei mendatang akan demokratis seperti diisyaratkan SBY. Sehingga tidak ada paksaan dan rekayasa dalam pesta demokrasi partai berlogo bintang mercy itu. “Pak SBY ingin semua alamiah. Kami kader dan pengurus patuh atas arahan ketum. Jika yang nyebut diri pendiri ingin PD tumbuh alamiah, cukup doakan dari luar saja. Kami senang PD didoakan. Tapi, kalau pendiri mulai main tekan, maksa-maksa dan mendikte DPP, ya sorry saja. Patokan kami konstitusi, AD/ART, bukan seruan eksternal ya,” urainya.

Dalam hal ini, Ramadhan menyatakan, pihak-pihak yang mengaku pendiri partai, tapi sudah keluar dan bikin partai lain, maka mereka sudah jadi orang luar. Sehingga PD menurutnya tidak bisa diatur-atur orang luar yang tidak memiliki kartu tanda anggota (KTA) dilarang ambil bagian.

“Heran juga ngapain para pendiri yang sudah pindah-pindah partai ini masih ngurusi PD. Ada apa ini? Kekuasaan juga jangan coba-coba main mata sama eksternal ini. Kami mendengar PD seperti mau di Golkar atau di PPPkan, jangan sampai,” ucap Ramadhana.

Sementara, Pakar Hukum Tata Negara, Refli Harun mengatakan, PD lebih baik dan strategis posisinya ketika menjadi poros penyeimbang. Hal itu, membuat partai berlambang mercy menjadi partai yang obyektif. “Ini terlihat ketika parlemen ramai-ramai menyetujui Budi Gunawan menjadi Kapolri. Hanya Demokrat yang menolak,” ujarnya.

Pada saat itu juga, sambung Refli, tidak ada Koalisi Merah Putih (KMP) atau Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Refli menegaskan, sikap PD yang seperti itu bukan dipengaruhi oleh dua kubu koalisi, tapi karena isu. Oleh karena itu, Refli menyarankan, jelang kongres ini pihak PD tetap fokus dan tidak harus fokus menyikapi bisikan-bisikan dari luar partai. “Tetaplah seimbang, karena posisinya saat ini PD telah tepat,” tutupnya. [aen/indopos/fajar]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Demokrat Terancam Bernasib Golkar dan PPP Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah