728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Tuesday, 3 March 2015

Fadli Zon Pertanyakan Mengapa Freeport Diperlakukan Istimewa

MUHARRIKDAKWAH - Pemberian izin ekspor selama enam bulam oleh pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kepada PT Freeport Indonesia membuktikan ada tindakan abuse of power dan diskriminasi.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin sore (2/3).

Seharusnya, tegas Fadli, pemerintah tunduk pada UU Minerba. Dalam UU itu disebutkan dan diatur bahwa ekspor harus melalui pemurnian (smelter). Bila tidak, maka izin ekspor konsentrat harus dicabut. Bukannya dicabut, pemerintah malah tunduk pada kemauan Freeport.

"Harusnya komitmen dan aturan untuk menyiapkan smelter berlaku bagi Freeport. Mengapa ini tidak. Atau dengan kata lain juga, mengapa hanya Freeport yang dikasih kebijakan itu," ungkap Fadli.

Dengan kondisi ini, Fadli menilai bukan tidak mungkin bila ada anggota DPR yang mengajukan hak interpelasi.

Pada Juli 2014, pemerintah dan PT Freeport Indonesia menandangani nota kesepahaman, yang salah satu kesepakatannya, Freeport harus membangun smelter. Namun hingga 24 Januari 2015, masa berakhir nota kesepahaman berakhir, tidak ada progres pembangunan smelter.

Freeport pun seharusnya tidak bisa ekspor karena larangan dalam UU Minera. Namun, pemerintah memberikan ruang pintu ekspor khusus mineral setengah jadi, seperti konsentrat tembaga, dengan syarat membayar bea keluar dan lainnya.

Faktanya, menjelang 24 Januari 2015, Freeport belum juga ada tanda-tanda bangun smelter, sehingga terancam kena larangan ekspor tambang mentah sesuai UU tentang Mineral dan Batu Bara. Namun akhirnya pemerintah memperpanjang MoU (nota kesepahaman) izin ekspor PT Freeport Indonesia, untuk 6 bulan ke depan. [ysa/rmol]

  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Fadli Zon Pertanyakan Mengapa Freeport Diperlakukan Istimewa Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah