728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Tuesday, 3 March 2015

Jokowi Jangan Diam-diam Kalau Harga BBM Mau Naik

MUHARRIKDAKWAH - Publik media sosial kaget mengetahui pemerintah kembali menaikkan harga jual BBM jenis premium. Tweeps heran di era pemerintahan Jokowi, harga sembako, bensin, dan utang negara naik semua.

Di media sosial, account @dafuk kecewa, mengetahui pemerintah membuat keputusan menaikkan harga BBM di akhir pekan.

"Tumben Pak Presiden nggak ngumumin harga BBM. Biasanya komat-kamit di tivi," kicaunya.

Account @mbahmoo berkicau, pemerintah saat ini bertindak diam-diam ketika menaikkan harga BBM.

"Kenapa tidak ada sosialisasi. Apa ini skenario?" tanyanya.

Account @safe mencibir kebijakan pemerintah yang kembali menaikkan harga BBM. Disesalkan, harga premium yang baru beberapa bulan turun, sudah kembali naik.

"Mantap Presidenku, naik terus pantang mundur. Ayo kita bentar lagi mati bareng rakyat miskin," kicaunya.

Account @wuihh mengaku stres setelah mengetahui pemerintah kembali menaikkan harga jual premium.

"Parah BBM, elpiji, beras naik. Rakyat butuh pelarian untuk hilangkan stres," katanya.

Account @AnggaAditya menilai, keputusan pemerintah menaikkan harga premium keliru. Dikatakan, harga minyak dunia saat ini sedang turun.

"Memang sempat naik $62 perbarel, tapi sudah turun lagi. Kacau nih pemerintah, minta sedekah terus," cuitnya.

Account @asep memperkirakan, harga kebutuhan pokok yang sudah mahal akan kembali melambung pasca pemerintah menaikkan harga BBM per 1 Maret.

"Menakutkan sekali. Barang-barang yang dulu sudah naik, siap-siap akan naik lagi," ujarnya.

Account @putra.anugrah bilang, seharusnya pemerintah menstabilkan harga jual BBM dalam waktu tertentu. Agar tidak berimbas kepada kenaikan harga barang-barang.

"Harga BBM dipatok saja biar stabil," katanya.

Account @aleejsir menganggap, pemerintahan Jokowi telah gagal mengelola tata niaga perminyakan.

"Benar-benar sudah nggak beres kalau begini," ketusnya.

Account @Harman prihatin dengan kondisi dan kebijakan pemerintah Jokowi. Dia berharap, ke depan pemerintah tidak lagi gegabah dalam menaikkan harga jual premium.

"Mohon dikaji matang, jika harga Premium mengikuti pasar ketidakstabilan ekonomi akan berlanjut. Rakyat jadi korban," kicaunya.

Account @agtrie mengimbau, pemerintah lebih berhati-hati ketika ingin menaikkan harga jual BBM.

"Jangan berbarengan dengan kenaikan harga kebutuhan pokok. Itu namanya bikin pusing dan emosi," katanya.

Account @irwinputra berkelakar, menyesali keputusannya memilih Jokowi pada Pilpres 2014. "Apes betul kita tahun ini, BBM naik, sembako naik. Boleh nggak sih kita pilpres ulang? Hehe," kelakarnya.

Berbeda, account @alip.sunandra meminta publik tidak mempolitisir keputusan pemerintah menaikkan harga jual premium. "Kita nggak usah lebay lah," belanya.

Account @joe berpendapat, tidak ada yang salah dengan langkah pemerintah menaikkan harga BBM. Dijelaskan, Indonesia saat bukan lagi negara penghasil, tetapi negara importir minyak.

"Nggak usah kaget BBM naik, minyak bukan barang murah bro," dukungnya.

Account @amraam mengajak, rakyat Indonesia menghargai setiap kebijakan pemerintah.

"Beli rokok dua bungkus sehari aja sanggup. Giliran pemerintah naikin bensin sedikit ribut," ejeknya.

Account @Surat menyarankan, warga yang keberatan dengan kebijakan pemerintah melakukan penyesuaian gaya hidup.

"Kalau sudah tahu mahal, hematlah pemakaian bensin," sarannya.

Account @Orang berkelakar, menyarankan warga menggunakan bensin campur untuk menyiasati beban kenaikan harga premium.

"Biar hemat pakai bensin campur aja. Maksudnya campur dorong. Selain hemat dorong juga menyehatkan, haha," guraunya.

Pemerintah mulai kemarin menaikkan harga bensin premium jadi Rp 6.800/liter untuk di luar Jawa-Madura-Bali dan Rp 6.900 di Jawa-Madura-Bali. Hal ini juga dibarengi dengan naiknya harga Pertamax RON 92 Rp 200/liter, khususnya di Jabodetabek.

Penyebab naiknya harga Pertamax karena tren harga minyak dunia mengalami kenaikan harga sepanjang Februari 2015.

"Pertamax juga naik Rp 200/liter, jadi yang sebelumnya Rp 8.050/liter naik jadi Rp 8.250/liter," kata Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang.

Bambang mengatakan, ketentuan harga baru Pertamax 92 ini berlaku mulai 1 Maret 2015. "Serentak naiknya sama dengan harga premium hari ini," ucapnya.

"Tren harga minyaknya memang naik yang bulan-bulan sebelumnya masih berkisar di bawah US$ 60 per barel, dalam beberapa waktu terakhir harganya sudah mencapai US$ 70 per barel," jelasnya.

Setelah harga BBM jenis premium naik, konsumen atau pengendara kendaraan bermotor yang akan mengisi bensin di SPBU banyak yang kaget karena tidak tahu perihal kenaikan harga itu.

Konsumen kaget saat mengisi BBM kendaraannya. Padahal papan harga di SPBU sudah berubah mengikuti harga BBM baru yang ditetapkan.

"Saya malah nggak tahu kalau naik," kata Nurullah pengendara motor dengan nada kaget. ***[rmol]

  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Jokowi Jangan Diam-diam Kalau Harga BBM Mau Naik Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah