728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Tuesday, 24 March 2015

Tangkap Anak-anak, Cara “Israel” Hancurkan Masyarakat Palestina

MUHARRIKDAKWAH, Nablus - Para peneliti Palestina menilai bahwa tujuan penjajah Zionis melakukan penangkapan anak-anak adalah untuk menghancurkan masyarakat Palestina dan memusnahkan perkembangannya.

Hal ini terungkap dalam seminar yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Tawanan dan HAM “Ahrar Center”, Senin (23/3). Mereka menyatakan bahwa balakangan ini penjajah Zionis meningkatkan aksi penangkapan terhadap anak-anak.

Seminar dengan tema “Realita Anak-anak Palestina di Penjara Israel” ini menghadirkan Direktur Ahrar Center Fuad Khafasy, mantan tawanan anak-anak Ali Suwaidan serta para tokoh hukum, politik dan parlemen Palestina.

Khafasy menyebutkan bahwa penjajah Zionis meningkatkan operasi penangkapan di dalam kota al Quds secara khusus sejak peristiwa pembunuhan bocah Muhammad Abu Khidhir oleh para pemukim pendatang Yahudi. Jumlah penangkapan antara 30-50 setiap hari, 40% di antaranya adalah anak-anak.

Dia menegaskan, penangkapan anak-anak Palestina, penyiksaan mereka dan interogasi keras terhadap mereka adalah “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum dan piagam-piagam internasional.” Sayangnya tidak ada kemauan politik yang nyata dari pimpinan Otoritas Palestina untuk merubah isu tawanan anak-anak ini guna menciptakan opini publik dunia yang mendukungnya.

Peneliti dan praktisi hukum Palestina, Murad Jadullah mengingatkan bahwa otoritas penjajah Zionis telah menangkap sekitar 800 ribu Palestina sejak tahun 1967 hingga awal tahun 2015. Dia menilai, tujuan Zionis melakukan penangkapan adalah untuk “menghancurkan masyarakat Palestina, dalam artinya untuk pemusnahan politik terhadap masyarakat.

UU yang Melegalkan Penangkapan

Jadullah mengatakan, “Penjajah Israel mengontrol Tepi Barat dan al Quds melalui undang undang dan instruksi militer yang disahkan tahun 1950. Inilah yang memperbolehkan penangkapan anak-anak Palestina dan memberikan sanksi paling keras terhadap mereka.

Dia menambahkan, “Hakim di pengadilan-pengadilan penjajah Zionis adalah bagian dari sistem instruksi dan undang-undang militer yang pada dasarnya merupakan pelanggaran nyata terhadap perjanjian Jenewa IV.”

Sementara itu mantan tawanan anak-anak Ali Abdullah Suwaidan mengungkapkan penyiksaan, pukulan keras dan perlakukan buruk yang dialaminya saat penangkapan dan pemeriksaan dirinya. Dia menyatakan bahwa tim interogasi Zionis memaksanya membuat pengakuan dan tanda tangan pada BAP dengan bahasa Ibrani melalui ancaman penangkapan keluarganya.

Suwaidan menjelaskan, penjajah Zionis tidak memberikan pengobatan yang semestinya kepada tawanan anak-anak saat mereka sakit. “Lokasi penahanan anak-anak tak terjangkau hukum dan HAM, banyak terjadi pelecehan dan pemukulan secara terus-menerus.”

Kepala masyarakat dunia, Suwaidan menyerukan, “Kami sebagai anak-anak Palestina hanya menuntut hak kanak-kanak kami dan hidup secara bermartabat serta diperlakukan sebagai manusia, itu saja. Kami tidak ingin apa-apa dari kalian kecuali itu saja.”

Saat ini penjajah Zionis masih menahan 300 anak Palestina di penjaranya. Mereka mengalami perlakuan buruk, pemukilan, dan penyiksaan dari para sipir penjata. Hal ini semakin menambah parah situasi mereka. [asw/infopalestina.com]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Tangkap Anak-anak, Cara “Israel” Hancurkan Masyarakat Palestina Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah