728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Monday, 20 April 2015

Legislator PKS: Eksekusi Mati Gembong Narkoba Jangan Diulur Terus

MUHARRIKDAKWAH - Ancaman yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba semakin besar, seiring dengan peredarannnya yang terus meningkat dan masif.

Para korban ketergantungan narkoba juga terus bertambah, tidak pandang umur maupun status. Mulai dari pejabat hingga masyarakat awam sudah banyak yang menjadi korban ketergantungan narkoba.

Kekhawatiran ini menjadi perhatian tersendiri bagi kalangan DPR. Pasalnya, bahaya narkoba sudah masuk ke kategori ordinary crime. Karena itu sudah semestinya jika negara memiliki langkah yang luar biasa untuk menangani kejahatan penyalahgunaan narkoba.

Nyatanya, hingga kini negara seperti masih menganggap kejahatan narkoba sama sebagaimana jenis pidana yang lain. Terbukti di berbagai tempat yang seharusnya bersih dari narkoba malah bisa didapatkan barang haram ini dengan mudahnya. Di sekolah, tempat ibadah hingga di lembaga pemasyarakatan, orang dengan gampang bisa ditemukan narkoba. Bahkan beberapa pengedar narkoba masih dengan gampangnya mengedarkan narkoba dari dalam jeruji besi.

Demikian dikemukakan anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera MPR RI yang juga anggota Komisi III, H. M. Nasir Djamil ketika menjadi narasumber pada dialog pilar negara di Ruang Presentasi Perpustakaan MPR RI, hari ini (Senin, 20/4). Bersama Ketua Pusat Studi Hukum Tata Negara (HTN) Universitas Indonesia mereka membahas tema Eksekusi Mati Bagi Pengedar Narkoba.

Menurut Nasir Djamil, seolah-olah mpara pengedar narkoba itu hendak mengirim pesan bahwa mereka bisa mengelabui semua pihak terkait aktivitas peredaran narkoba. Terbukti, hingga aparat penegak hukum pun bisa mereka kelabui, termasuk aparat di lembaga pemasyarakatan.

"Kita sudah mendeklarasikan diri bebas narkoba pada 2015, nyatanya hingga kini narkoba malah bebas ada di mana-mana," kata Nasir Djamil menambahkan.

Karena itu semua pihak harus waspada termasuk BNN. Apalagi, di tempat ini juga sempat terjadi peristiwa lolosnya 10 orang gembong narkoba.

"BNN itu bukan pabrik yang setiap saat terdengar gaduh," tegasnya.

Nasir pun mendorong pemerintah untuk bertindak lebih tegas terhadap para gembong pengedar narkoba. Pemerintah tidak boleh mengulur eksekusi kepada para terpidana mati.

"Jangan sampai, mereka menunda-nunda pelaksanaan hukuman mati dengan berbagai alasan yang tidak jelas," imbuhnya.

Pernyataan serupa disampaikan Mustafa Fakhri. Menurut pria asal Aceh tersebut, banyak kondisi darurat dialami Indonesia. Antara lain darurat korupsi, terorisme, radikalisme hingga darurat narkoba. Namun itu bukan berarti Indonesia bisa memberlakukan UU Darurat, karena kondisi masyarakat masih tetap aman dan kondusif.

"Pelaksanaan eksekusi mati bagi para germbong narkoba menjadi salah satu yang bentuk tindakan pemerintah menghadapi darurat narkoba. Jangan sampai eksekusi tersebut tertunda-tunda, karena campur tangan pihak tertentu, termasuk pemerintah asing," kata Mustafa Fakhri lagi. [wid/Rmol]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Legislator PKS: Eksekusi Mati Gembong Narkoba Jangan Diulur Terus Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah