728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Sunday, 5 April 2015

Menag: Jangan Asal, Pemblokiran Website Harus Diteliti Lebih Mendalam

MUHARRIKDAKWAH - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, kementeriannya mendukung penuh pemblokiran website yang jelas-jelas menyebarluaskan paham-paham radikal. Menurutnya, hal itu tidak hanya merusak paham keagamaan, tapi juga merongrong sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. "Pemblokiran itu memang sudah seharusnya dilakukan," tegas Menteri Lukman, seperti dilansir dari Portal Kementerian Agama RI.

Meski begitu, menurut Menteri Lukman, pemblokiran sebuah website harus benar-benar didasarkan pada penelitian mendalam untuk memastikan bahwa situs yang akan diblokir benar menye­barluaskan paham-paham radikal. "Jangan sampai ada situs yang sebenarnya tidak menyebarkan paham radikal, lalu terkena getah dari pem­blokiran itu. Ini yang harus benar-benar dihindari," kata Lukman.

Menteri asal Partai Persatuan Pembangunan ini menjelaskan sejatinya kewenangan memblokir sebuah website ada di tangan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berdasarkan aduan masyarakat atau atas permintaan dari lembaga-lembaga ter­tentu, seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Karenanya, Menteri Lukman meminta BNPT ketika mengusulkan sejumlah website kepada Kemenkominfo benar-benar atas dasar penelitian yang seksama, sehingga kesimpulannya bisa dipertanggungjawabkan.

Menag mengusulkan ke­pada BNPT supaya sebelum mengusulkan memblokir website, duduk bersama den­gan Kemenag, tokoh-tokoh ormas serta para ulama untuk menyamakan pandangan. "Tapi prinsipnya, kami di Kemenag mendukung penuh pemblokiran website yang memang jelas telah mere­sahkan dan merusak kehidu­pan kita bernegara," kata Lukman.

Menurut Menag, paham keagamaan setiap orang harus dihormati. Namun, pe­nyebarluasan paham-paham yang jelas mengganggu, bahkan merongrong sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara harus dicegah dan dilarang. "Jadi kalau ada paham yang mengatakan bahwa demokrasi adalah sesuatu yang harus ditolak, ada paham yang menyebarluaskan bahwa menghormati bendera atau menyanyikan lagu Indonesia Raya adalah haram, maka dalam konteks Indonesia paham seperti itu tidak boleh berkembang di Tanah Air," tegas Menteri Lukman.

Menurutnya, masyarakat harus mendapatkan pema­haman yang cukup bahwa mereka yang mengatasna­makan Islam sebagai alat untuk melegalkan tindakan radikalnya, harus diwaspadai. Islam bukanlah agama yang mentolelir perilaku-perilaku radikal.

Menteri Lukman berharap, masyarakat lebih waspada dan berhati-hati dalam men­gakses informasi. Dia bilang, informasi yang menyebar­luaskan radikalisme harus ditolak. "Apalagi sampai mengajak melakukan tin­dakan-tindakan kekerasan," tandasnya. ***[Rmol]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Menag: Jangan Asal, Pemblokiran Website Harus Diteliti Lebih Mendalam Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah