728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Wednesday, 8 April 2015

Mesin Penyedot Data KPU yang Misterius

MUHARRIKDAKWAH - Dalam surat khusus dari anggota DPR RI asal Partai Nasdem Akbar Faizal kepada Deputi Kepala Staf Presiden Yanuar Nugroho terungkap adanya sistem yang mampu "menyedot" data KPU.

"Cukup memarkir mobil di depan KPU dan seluruh data-data bisa tersedot," begitu salah satu penggalan isi tulisan yang bocor ke khalayak itu.

Publik pun bertanya-tanya tentang sistem ini. Para pengamat mendesak adanya pengusutan karena disinyalir adanya pelanggaran serius bila mesin penyedot data itu benar adanya.

"Jika Akbar Faisal mengatakan Jokowi dan JK turut hadir saat Luhut memaparkan cara "menyedot" data KPU dengan teknologi IT, apalagi jika memberikan restu terhadap operasi itu maka mereka dapat terjerat pidana pasal 234 dan 248 UU No 42/2008 tentang Pilpres," ujar Direktur Eksekutif Bimata Politica Panji Nugraha kepada wartawan, Senin (6/4).

Merujuk dua pasal tersebut, Jokowi, JK dan Luhut terancam penjara minimal dua bulan.

Pasal 234 Nomor 42/2008 tentang Pilpres menyebutkan: "Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan suara seorang pemilih menjadi tidak bernilai atau menyebabkan pasangan calon tertentu mendapat tambahan suara atau perolehan suara pasangan calon menjadi berkurang, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 12 bulan dan paling lama 36 bulan dan denda paling sedikit Rp 12 juta dan paling banyak Rp 36 juta.

Sedangkan Pasal 248 UU 42/2008 tentang Pilpres menyebutkan: "Setiap orang yang dengan sengaja merusak, mengganggu, atau mendistorsi sistem informasi penghitungan suara hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 60 bulan dan paling lama 120 bulan dan denda paling sedikit Rp 2.5 miliar dan paling banyak Rp 5 miliar.

Senada dengan Panji Nugraha, Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin juga mendesak agar kasus ini diusut tuntas.

"Saya menangkap ada hal yang sangat serius dan memerlukan penggalian lebih mendalam dari pengakuan Akbar Faizal tersebut," ujarnya kepada wartawan, Senin (6/4).

Menurut Said, penjelasan sangat penting karena kalau disebut bahwa Luhut terkait dengan adanya teknologi yang cukup memarkirkan mobil di depan kantor KPU, lalu seluruh data-data KPU bisa tersedot oleh teknologi dimaksud, maka patut dicurigai ada kegiatan pencurian data Pemilu.

"Karena itu agar publik tidak menduga-duga adanya kecurangan atau kegiatan ilegal yang dilakukan tim pemenangan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden tertentu pada masa Pilpres dengan menggunakan teknologi penyedotan data, Luhut dan Akbar dinilai perlu menjelaskan persoalan tersebut secara lengkap dan jujur kepada masyarakat," tandasnya. [rmol/jpnn/islamedia]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Mesin Penyedot Data KPU yang Misterius Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah