728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Friday, 3 April 2015

Peringati Milad Ke-17, KAMMI Keluarkan 5 Tuntutan Rakyat

MUHARRIKDAKWAH - Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengeluarkan Lima Tuntutan Rakyat yang dideklarasikan pada Malam Refleksi Milad ke-17 KAMMI, Selasa (31/3/2015) malam. Dalam deklarasi itu, Ketua Umum PP KAMMI Andriyana menyampaikan bahwa Lima Tuntutan Rakyat ini adalah tuntutan ultimatum kepada Presiden Jokowi untuk segera mengakhiri kegaduhan dan kesulitan yang membelit rakyat.

Lima tuntutan rakyat #UltimatumJokowi tersebut adalah, pertama, jalankan Nawa Cita sesuai konstitusi dan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Kedua, turunkan harga BBM dan sembako dengan kembalikan hak subsidi rakyat serta dan stabilkan nilai tukar rupiah. Ketiga, tegakkan hukum yang bebas kepentingan politik. Keempat, batalkan bagi-bagi kursi jabatan. Kelima, lindungi hak pribumi dari kepentingan asing dan aseng.

“Lima tuntutan rakyat #UltimatumJokowi ini adalah desakan bagi Presiden Jokowi untuk segera mengakhiri kesulitan dan kegaduhan yang kini dirasakan masyarakat. Pemuda dan mahasiswa tidak akan segan memberikan desakan yang lebih besar bila hingga 20 Mei 2015 tidak ada keseriusan Presiden memenuhi Lima Tuntutan Rakyat ini,” ujar Andriyana dalam orasinya.

Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI Barri Pratama menambahkan, Lima Tuntutan Rakyat bukanlah ekspresi kebencian KAMMI pada Presiden Jokowi.

“Kecintaan KAMMI pada rakyat dan bangsa Indonesia serta rasa nasionalisme dan patriotisme memanggil KAMMI untuk mengingatkan Presiden Jokowi agar segera bekerja memperbaiki keadaan. Bila kemudian Presiden Jokowi tidak serius dan tidak mampu memenuhi Lima Tuntutan Rakyat ini, maka ada baiknya Presiden Jokowi segera mengundurkan diri,” tegas Barri Pratama.

Barri menambahkan, mandat utama Pembukaan UUD 1945 adalah melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Maka, segala kebijakan Presiden Jokowi harus membela kepentingan dan hak pribumi atau bumiputera sebagai unsur utama berdirinya NKRI.

“Kebijakan mencabut subsidi BBM dan liberalisasi harga BBM ke pasar adalah pelanggaran konstitusi dan bukti Presiden Jokowi tidak berpihak pada rakyat pribumi Indonesia kondisinya masih kesulitan,” ujar Barri.

Dalam acara Milad ke-17 KAMMI yang bertemakan “Menggugat peran pemuda dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia” turut hadir Prof. Dr. Jimmly Ashshidiqie yang merupakan dewan penasihat KAMMI. Di hadapan ratusan kader KAMMI, Prof. Jimly mengharapkan KAMMI mampu membaca realitas masyarakat dan bangsa dengan tepat, serta menjadi negarawan yang baik. Negarawan bukan hanya menjadi politisi, tapi juga menjadi businessman yang paham politik dan berkontribusi untuk kebaikan bangsa.

“KAMMI diharapkan di usia tujuh belas tahunnya mampu merefleksi perjuangan dan sekaligus memberikan kontribusi terhadap Indonesia. Aksi dalam hal ini bukan hanya sekadar aksi turun ke jalan, namun memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi diri sendiri dan masyarakat secara paripurna,” ungkap Prof Jimmly yang tengah menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Prof. Jimmly juga mengingatkan agar semua kader KAMMI mampu menghasilkan karya dan menjadi mahir di pos keahlian masing-masing dan tidak hanya tergiur dengan jabatan politik. Dia berharap agar semangat perjuangan kader KAMMI terus hidup selayaknya semangat reformasi saat KAMMI lahir.

Di sisi lain, Maukuf sebagai Majelis Pertimbangan Pusat KAMMI dalam sambutannya menambahkan, bahw kader KAMMI harus terus menjaga keutuhan NKRI sebagai tanah tumpah darah KAMMI.

“Saya mendukung gerakan mahasiswa mengingatkan pemerintahan Jokowi-JK. Mahasiswa harus mengobarkan semangat aksi hingga tuntutan perbaikan kondisi masyarakat dan bangsa segera terwujud,” ujar Maukuf.

Jakarta, 31 Maret 2015

Pengurus Pusat KAMMI

Andriyana
Ketua Umum

[rilis/islamedia]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Peringati Milad Ke-17, KAMMI Keluarkan 5 Tuntutan Rakyat Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah