728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Sunday, 5 April 2015

Rakyat Makin Tercekik: Setelah BBM, Tarif Setrum Ikutan Naik

MUHARRIKDAKWAH - Pemerintah kembali me­naikkan tarif listrik pelanggan nonsubsidi pada bulan ini. Ala­sannya biaya produksi naik.

Berdasarkan data PT Perusa­haan Listrik Negara (PLN), pada bulan ini tarif listrik nonsubsidi untuk lima golongan pelanggan ditetapkan sebesar Rp 1.465,89 per kilowatt per hour (kWh).

"Tarif tersebut naik Rp 39,31 per kWh atau 2,75 persen dibandingkan periode Maret 2015 sebesar Rp 1.426,58 per kWh," ujar Manajer Senior Komunikasi Korporat PT PLN (Persero) Bam­bang Dwiyanto.

Dia mengatakan, kelima go­longan pelanggan nonsubsidi yang dikenakan kenaikan tarif Rp 1.465,89 per kWh adalah rumah tangga menengah R2 dengan daya 3.500-5.500 VA, rumah tangga besar R3 dengan daya 6.600 VA ke atas, bisnis menengah B2 6.600-200.000 VA, kantor pemerintah P1 6.600-200.000 VA, dan penerangan jalan umum P3.

Sementara, tarif pelanggan listrik nonsubsidi lainnya yakni bisnis besar B3 di atas 200.000 VA, industri besar I3 di atas 200.000 kVA dan pemerintah P2 di atas 200 kVA ditetapkan Rp 1.135,93 atau naik dibandingkan Maret Rp1.105,47 per kWh.

Sedangkan, industri pelanggan industri besar I4 berdaya 30 MVA ke atas naik dari Rp965 menjadi Rp 991,6 per kWh dan golongan khusus naik dari Rp 1.501,46 menjadi Rp 1.542,84 per kWh. "Tarif golongan subsidi yakni R1 dengan daya 1.300 VA dan R1 daya 2.200 VA tidak berubah yakni Rp 1.352 per kWh," katanya.

Terkait dengan tarif dua go­longan pelanggan listrik rumah tangga itu, kenaikan hanya ditunda sebulan. "Sehingga, per 1 Mei dua golongan tadi tidak lagi disubsidi seperti 10 golongan lain yang su­dah menggunakan tariff adjustment (tarif penyesuaian)," ujarnya.

Dengan pemberlakuan meka­nisme tariff adjustment, itu arti­nya pelanggan listrik golongan R1 dengan kapasitas 1.300 volt ampere (VA) dan 2.200 VA su­dah tidak lagi menerima subsidi listrik dari pemerintah.

Bambang mengungkapkan, ditundanya penerapan tariff ad­justment merupakan wewenang pemerintah dalam hal ini Kemen­terian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dari informasi yang diperolehnya, penundaan tariff adjusment dilakukan lan­taran kedua golongan itu belum siap menghadapi naik turunnya penetapan tarif listrik.

"Soalnya pelanggan 1.300 VA itu kan golongan masyarakat yang berada di antara kelas me­nengah yang sedang meningkat," katanya. Padahal sebelumnya, Presiden Jokowi berjanji tidak akan menaikkan tarif listrik industri. ***[Rmol]
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Rakyat Makin Tercekik: Setelah BBM, Tarif Setrum Ikutan Naik Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah