728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Thursday, 7 May 2015

Gubernur Gatot Buka Rakor Tangkal Propaganda ISIS

MUHARRIKDAKWAH, Medan - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho meminta seluruh Kepala Daerah membuat forum-forum pertemuan secara periodik untuk memberikan pencerahan dan pelindungan kepada masyarakat dari propaganda gerakan The Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Hal itu menjadi salah satu rekomendasi rapat koordinasi yang mengambil tema 'Memantapkan Sinergi Pencegahan dan Penanggulangan Pergerakan ISIS di Wilayah Sumatera Utara’ di Ruang Martabe, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis (7/5).

Gubenur menekankan bahwa pertemuan menangkal propaganda ISIS di Kabupaten/Kota melibatkan forum strategis, seperti FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), tokoh agama, masyarakat, dan pemuda agar bisa membangun kebersamaan dan mewaspadai hal-hal yang tidak diinginkan sejak dini.

"Sehingga, ancaman bagi idielogi negara ini bisa secepatnya direspon," kata Gatot.

Rapat koordinasi yang dihadiri ratusan orang ini dilakukan untuk menyampaikan langkah-langkah antisipasif atau pencegaham guna memperkecil penyebaran kelompok ISIS di Indonesia khususnya di Provinsi Sumatera Utara.

Tampil sebagai pembicara kunci dalam rapat ini, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Ahmad Hasyim Muzadi, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Putut Eko Bayuseno, dan Direktur Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mabes Polri Brigjen Pol Rudi Sufahriadi.

Hasyim Muzadi menyatakan, pemerintah bertanggungjawab melindungi masyarakat dari propaganda dan gerakan ISIS. Caranya, pemerintah harus melibatkan ulama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Di lain pihak, katanya, pemerintah juga diharapkan memberikan wawasan yang lengkap kepada ulama.

“Jadi, ulama tidak hanya memiliki ilmu tapi juga wawasan. Dengan begitu, ulama bisa memberitahukan kepada umat tentang amar makruf nahi munkar,” sebut Hasyim.

Dia juga mengingatkan, agar bisa terhindar dari propaganda ISIS dan radikalisme lainnya, umat harus memiliki tauhid dan beribadah yang benar dengan memahami keislaman sesungguhnya serta berbuat baik.

Umat Islam Indonesia, tambahnya, harus mampu mawas diri agar tidak menjadi objek permainan pihak asing yang ingin menghancurkan negeri ini. Karena, kekerasan yang dilakukan umat Islam akan berakibat fatal dan memberikan senjata bagi orang yang tidak suka untuk menjelek-jelekkan Islam. Selain itu, kekerasan juga akan membuat orang salah dalam memahami Islam.

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Utama (PBNU) ini juga menilai, sejauh ini perjuangan ISIS lari dari konsep Islam. Karena pada kenyataannya yang mereka bunuh adalah sesama Islam. Padahal, propagandanya mereka memperjuangkan syariat Islam.

“Kalau mereka menyerang Yahudi itu mungkin masih masuk akal, tapi kenyataannya mereka menyerang kelompok sendiri. Gerakan radikalisme yang berpikir membunuh karena ingin masuk syurga, sementara salah satu syarat masuk syurga dengan menyayangi anak yatim bukan memproduk yatim,” tegasnya.

Dia menyitir Rasulullah dalam memimpin Kota Madinah. Ketika itu Rasulullah membuat piagam Madinah. Isi piagam tersebut, tidak saja memuat persaudaraan terhadap sesama Muslim, tapi juga mengakomodir umat agama lain.

Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT Mabes Polri Brigjen Pol Rudi Sufahriadi menyebutkan, sejauh ini sudah puluhan orang Indonesia yang mendapatkan pelatihan militer dalam gerakan ISIS, dan kembali ke Indonesia.

"Namun kita tidak bisa melakukan penindakan terhadap mereka. Soalnya, tidak ada payung hukumnya. Tidak ada Undang-Undang yang mengatur itu. Sementara, untuk membuat satu Undang-Undang membutuhkan waktu yang lama," sebutnya.

Kapolda Sumut Irjen Pol Eko Sutedjo mengaku, sejauh ini di Sumut memang tidak terdeteksi adanya gerakan ISIS. Namun, embrio gerakan tersebut patut diwaspadai.

“Soalnya, propaganda yang mereka lakukan terbuka di berbagai media. Upaya Polri dan instansi lintas sektor, terus memberikan pemahaman agar masyarakat punya daya memilih yang benar,” pungkasnya.

Hadir pula di acara ini Wakil Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Ketua DPRD Sumut Ajib Shah, Kapolda Sumut Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo, Kejati Sumut M Yusni, Ketua MUI Sumut, sejumlah Bupati dan Walikota Se-Sumut, tokoh-tokoh masyarakat, dan alim ulama.



Sumber : pks.id
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Gubernur Gatot Buka Rakor Tangkal Propaganda ISIS Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah