728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Sunday, 24 May 2015

Kisah Haru Nelayan Aceh Selamatkan Pengungsi Rohingya di Tengah Laut Ganas

MUHARRIKDAKWAH - "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar". Suara takbir itu terdengar sayup-suyup dari kejauhan oleh seorang nelayan asal Aceh Timur.

Bersamaan terpaan ombak di tengah laut perairan Aceh Timur, nelayan Aceh mencoba memastikan dari mana sumber suara itu.

Embusan angin kencang membuat suara lirih itu nyaris tak terdengar, terlebih mereka sudah sangat lama mengalami kelaparan dan dehidrasi di tengah laut. Wajar saja, mereka sudah lama terapung-apung di tengah-tengah laut.

Setelah mendengar dengan seksama, nelayan asal Aceh Timur ini langsung memastikan sumber suara tersebut. Ternyata suara itu datang dari seorang warga etnis Rohingya yang sudah sejak 3 bulan terapung-apung di tengah laut tanpa makanan.

Ar Rahman pun timbul rasa kemanusiaan dan bergegas menolong ratusan pengungsi Rohingya itu. Saat hendak menolong pengungsi Rohingya ini, Ar Rahman bahkan melihat ada yang sudah melompat ke laut.

Tak tahu persis mengapa mereka melompat. Yang pasti mereka melambaikan tangan pertanda meminta pertolongan padanya.

"Pertama kali kami dengar teriakan Allahu Akbar, Allahu Akbar dan saya melihat ada manusia sedang berenang minta tolong. Lantas langsung kami tolong mereka," kata Ar Rahman, nelayan Langsa, Sabtu (23/5).

UNHCR memperkirakan masih terdapat sekitar 8.000 warga etnis Rohingya yang masih berada di tengah laut. Termasuk warga Bangladesh yang juga melarikan diri dari negaranya hendak mencari pekerjaan.

Hasil pertemuan antara pemerintah Malaysia, Indonesia dan Thailand semua pengungsi Rohingya akan ditampung sementara oleh 3 negara ini. Saat ini hanya sebagian dari mereka yang sudah berada di darat, terutama yang terdampar di Aceh Utara, Aceh Timur dan Langsa.

"Kami tetap melakukan penyelamatan bagi setiap nelayan yang sedang membutuhkan bantuan ataupun terancam di laut," akuinya.

Ratusan etnis Rohingya ini saat ditemukan pertama kali, Rabu (20/5) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari oleh nelayan dalam kondisi kelaparan dan dehidrasi. Setelah menyuplai makanan, nelayan langsung berkoordinasi dengan nelayan lain di darat untuk menolong mereka.

Nelayan kemudian langsung membawa Rohingya ini ke daratan Kuala Geuleumpang, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur ke daratan. Masyarakat setempat pun langsung berbondong-bondong membantu mereka dengan memberikan makanan secara suka rela.

Setelah sampai ke darat, mereka langsung ditampung di Meunasah Desa Simpang Tiga, Julok, Aceh Timur. Jumlah semua setelah didata sebanyak 374 orang, di antaranya juga terdapat anak-anak dan perempuan.

Saat awal ditemukan, perahu yang mereka tumpangi sudah nyaris tenggelam, karena mesin perahu yang mereka gunakan dalam kondisi mati.

Lalu satu persatu pengungsi Rohingya itu loncat ke laut merapat ke kapal nelayan. Nelayan pun langsung menolong mereka dengan menggunakan 4 perahu. Sedangkan perahu milik Rohingya yang sudah mati mesin juga ikut ditarik ke dataran. 


Sumber : merdeka/islamedia
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Kisah Haru Nelayan Aceh Selamatkan Pengungsi Rohingya di Tengah Laut Ganas Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah