728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Monday, 25 May 2015

“NU Garis Lurus” & Gerakan Purifikasi di Tubuh Nahdlatul Ulama

MUHARRIKDAKWAH - Dalam beberapa bulan belakangan, warga Nahdliyin dan juga tokoh-tokoh JIL dikejutkan dengan gerakan dakwah di media sosial bernama “NU Garis Lurus”. Istilah ini sebetulnya digagas oleh KH Luthfi hasan Bashori melalui situs pejuangislam.com. Pihak-pihak yang merasa terusik dengan eksistensi NU Garis lurus menggolongkan gerakan ini sebagai kelompok sempalan yang jumlahnya hanya segelintir. Yang namanya kelompok sempalan lebih dekat kepada keburukan daripada kepada kebaikan. (Muslimmedia news, 25 desember 2014).

Anehnya KH Luthfi bashori pernah membuat klarifikasi, “Sehubungan dengan munculnya blog dan facebook atas nama NU Garis Lurus yang mencatut foto kami pribadi (Luthfi Bashori), serta artikel dan logo kami (ww.pejuangislam.com), jika ada isi dan blog & FB atas nama NU Garis Lurus yang merugikan kami, maka dengan ini situs kami pejuang Islam NU Garis Lurus belum pernah secara resmi membuka akun fb, fanpage, grup fb, atau blog.”

Agar tidak membingungkan pembaca, artikel ini fokus pada “NU garis lurus” yang ramai diperbincangkan di facebook dan twitter. Harap pembaca ketahui, orang-orang yang mengaku NU garis Lurus ini juga memiliki website nugarislurus.com. Mereka punya misi mulia yaitu “Berupaya mengembalikan pemahaman warga NU kepada ajaran KH. Hasyim Asy'ari yang murni Sunni Syafi`i Non Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme)”.

Saya menganggap “NU Garis Lurus” sebagai Penangkis paham Liberalisme dan Syiah di internal NU. Singkatnya, gerakan NU Garis Lurus dapat disebut dengan “Purifikasi”. Yang dipurifikasi ialah NU sebagai jami’iyyah itu sendiri. Saya telah memfollow fanpage “NU garis Lurus” di facebook. Selama memantau aktivitas fanpage tersebut, para facebookers yang terusik dengan status dan tautan yang diunggah pengelolanya melontarkan aneka macam tuduhan dan cibiran. Diantaranya NU Garis Lurus bikinan Wahabi serta memfitnah tokoh-tokoh NU. Benarkah begitu?


  • Buatan “Wahabi”?

Wahabi adalah stigma yang ditujukan kepada orang yang anti tradisi Tahlilan, Diba’an dan sejenisnya. Stigma ini muncul sejak zaman Kolonial belanda dan merajalelanya PKI. Zaman colonial, stigma ini ditujukan kepada gerakan pembaharu Muhammadiyah, Persis dan al-Irsyad. Adapun diera 1950-an, Masyumilah yang jadi sasaran orang PKI. Zaman reformasi, stigma Wahabi ditujukan kepada kawan-kawan PKS dan HTI.

Untuk membuktikan benar atau tidaknya tuduhan-tuduhan para facebookers, saya coba kirim artikel ke situs nugarislurus.com. Memang disana tidak ada alamat email redaksi maupun redakturnya. Maka dari itu, saya kirim melalui pesan facebook ke admin fanpage “NU Garis Lurus”. Artikel yang saya kirimkan mengulas apa dan bagaimana pandangan buya Hamka mengenai Syiah. Isu Syiah menjadi perhatian tersendiri bagi pengelola fanpage maupun situs NU Garis Lurus.

Diluar dugaan, artikel saya ditolak. Mereka menganjurkan agar mengirim artikel tersebut ke situs Muhammadiyah. Ketika saya tanyakan apa alasan tidak mau menerima artikel itu, mereka jawab singkat, “Kami membawa nama NU”. Saya katakan lagi, “Buya hamka bukan wahabi kan?. Pernah kok sholat shubuh pakai qunut dengan KH Ahmad syaichu”. Pengelola fanpage NU Garis Lurus kembali membalas, “Wahabi bukan di ukur dengan mau pakai Qunut atau tidak karena Mazhab selain Syafi'i juga tidak pakai qunut tapi mereka bukan wahabi.” (percakapan via facebook 17 april 2015). Nampaknya gerakan NU Garis Lurus cukup ekslusif terhadap ulama di luar NU. Apa boleh buat, itu hak mereka.



  • Memfitnah Tokoh-tokoh NU

Yang selama ini dikritisi oleh “NU Garis Lurus” adalah tokoh-tokoh yang berpaham liberal dan memihak Syiah. Tokoh-tokoh NU ini dinilai menyalahi garis perjuangan KH Hasyim Asy’ari. Tentu saja mengundang hujatan dan amarah bagi pendukung fanatiknya. Misalnya, faceboker bernama Dany isnaini. Dia berkomentar, “Dulu menyerang NU dengan kata bid’ah tapi nggak berhasil, sekarang menyerang dengan kata SYIAH dan SEPILIS, malah bawa-bawa nama besar Mbah Hasyim dan memfitnah Gus Dur... nggak ada ceritanya santri yang asli menjelek-jelekkan keluarga Kyainya”. Bukan hanya komentar dan hujatan, website NU Garis Lurus juga diserang Hacker. Hal ini diakui di status fanpage NU Garis Lurus, “Warning !!! Ada yang berusaha menyerang website kami. Sumber dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Pesan kami: ITTAQULLAH !!! Anda sedang menentang jalan dakwah”.

Saya berpandangan perjuangan NU Garis lurus bukanlah memfitnah Kiai-kiai yang selama ini menyebarkan paham Liberalnya seperti Said aqil siraj, Gus dur, Gus Nuril arifin dan Gus mus. Dalam mengkritisi pemikiran keblinger tokoh-tokoh NU tadi, orang-orang yang menamakan dirinya NU Garis Lurus ini berpegang pada data dan fakta yang kuat. Mereka merujuk juga kepada pendapat atau tulisan-tulisan KH Najih Maemun, KH Luthfi basori, Habib Syech, KH Nawawi abd djalil (Sidogiri) dan KH Idrus ramli. Jadi mereka mengcounter pendapat tokoh-tokoh NU yang Liberal dengan merujuk kepada argumen ulama-ulama yang hanif.

Kesimpulan

Jika gerakan “Indonesia tanpa JIL” atau yang disingkat ITJ berjuang dalam penangkis Sepilis di berbagai lini. Maka gerakan NU Garis Lurus fokusnya di tubuh NU saja. Gerakan NU Garis Lurus belum nampak di dunia nyata seperti halnya ITJ. ITJ bukan hanya bergerak di dunia maya melainkan di dunia nyata. Gerakannya menyebar ke berbagai kota. Pengurusnya dan anggotanya bisa dilacak. Mereka cukup aktif menggelar acara Goes to school, bedah buku, penggalangan dana kemanusiaan dan Sekolah Pemikiran Islam (SPI).

ITJ bersifat luwes dalam pengambilan referensi, pendapat maupun fatwa ulama dan cendekiawan muslim. Namun untuk NU Garis Lurus, saya amati hanya membatasi pada referensi dan rujukan ke Ulama NU saja. Buktinya Artikel saya tentang buya Hamka; tidak mereka muat di situs maupun fanpage-nya. Ini salah satu kelemahan dari NU Garis Lurus. Saya menanti orang-orang yang menyebut gerakan dakwahnya sebagai “NU Garis Lurus” ini menampakkan diri dan terbuka. Marilah gerakan NU Garis Lurus bahu membahu dalam mengcounter Sepilis, Syiah dan paham sesat lainnya bersama INSIST, MIUMI, PKU Gontor dan ITJ. Ingatlah adagium klub sepak bola di Inggris, You never walk Alone


Wallahu’allam bishowwab

Oleh: Fadh Ahmad Arifan 
(Alumni S2 Studi Islam, Pascasarjana UIN Malang)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

1 comments:

  1. Saya tantang Luthfi Bashori untuk bermubahalah "Jika tidak berani menerima tantangan berarti ia mengakui kekafirannya"
    Jika syi'ah Ali itu bukan pengikut Nabiyulloh Muhammad SAWW maka saya akan mati secara mengenaskan secepat mungkin tetapi bila syi'ah Ali itu pengikut Nabi maka yang mengatakan syi'ah Ali itu kafir maka dialah yang kafir.
    Jika ente mengkafirkan syi'ah Ali dan itu salah maka ente akan mati dengan mengenaskan secepat mungkin. Aminkanlah do'a ini wahai pengikut musuh syi'ah Ali!

    ReplyDelete

Item Reviewed: “NU Garis Lurus” & Gerakan Purifikasi di Tubuh Nahdlatul Ulama Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah