728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Monday, 31 August 2015

Budaya Paganisme di Bangsa Arab

MUHARRIKDAKWAH - Belum banyak muslim yang tahu tentang sosok Amr bin Luhay, dia orang pertama yang memperkenalkan budaya penyembahan berhala (paganisme) kepada bangsa Arab. Situs Wikipedia menulis, dia seorang pemimpin Makkah dari kalangan Bani Khuza'ah. Pada suatu ketika Amr bin Luhay melakukan perjalanan ke Syam, dilihatnya orang-orang Syam menyembah berhala, Amr bin Luhay tertarik untuk memperkenalkan penyembahan berhala kepada penduduk Makkah maka dia pulang dengan membawa patung hubal.

Menurut Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury (2003) dalam bukunya Sirah Nabawiyah, Bani Khuza'ah memerintah di Makkah selama 300 tahun dan kemudian digantikan Suku Quraisy yang dipimpin Qushay pada tahun 440 M. Kalau kita hitung mundur dari tahun 440 sebanyak 300, akan ketemu angka tahun 140 M. Artinya, Bani Khuza'ah memerintah di Makkah dari tahun 140 sampai dengan tahun 440 M.

Apa istimewanya tahun 140 M? Amr bin Luhay berkunjung ke Syam sudah bisa dipastikan terjadi setelah peristiwa penghancuran Bait Allah Yerusalem tahun 70 M oleh Jendral Romawi Titus Flavius dan pemberontakan Bar Kokhba tahun 132 sampai dengan tahun 135 M. Pasca pemberontakan Bar Kokhba, Kaisar Romawi Adrian mengubah nama kota Yerusalem menjadi Aelia Capitolina dan menempatkan patung Yupiter di atas reruntuhan Bait Allah. Jadi ketika Amr bin Luhay tiba di Syam yang dia saksikan adalah agama pagan Romawi sedangkan kaum beriman Bani Israel sudah tidak ada lagi karena diusir oleh pemerintah Romawi.

Motif / langkah 'Amr bin Luhay itu dilakukan guna memperkuat posisinya sebagai pembaru di kalangan masyarakat setelah dia menyadari bahwa ajaran Nabi Ibrahim as telah mulai memudar. Tentu saja ada suara-suara yang menentang 'Amr bin luhay, terlebih yang sangat menentang perbuatan 'Amr itu berasal dari suku Jurhum. suku Jurhum dalam menentang perbuatan 'Amr, itu di lakukan melalui syair-syair yang dilantunkan sebagai kecaman terhadap 'Amr (Quraish shihab, hal 86).

Anggap saja Amr bin Luhay memperkenalkan penyembahan berhala kepada penduduk Makkah pada tahun 140 M sedangkan penghancuran berhala terjadi pada tahun 630 M pada saat Fathu Makkah yang dipimpin Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dengan diikuti 10.000 orang beriman, berarti hanya selama 490 tahun bangsa Arab menyembah berhala. Kalau dihitung dari zaman Ibrahim AS hingga tahun 140 M berarti selama 2.000 tahun bangsa Arab tidak menyembah berhala. Nampaknya penyembahan berhala di jazirah Arab adalah fenomena baru, yang baru terjadi pada abad kedua Masehi, pasca runtuhnya Bait Allah Yerusalem (70 M) dan pemberontakan Bar Kokhba Bani Israel kepada Romawi (132 M-135 M).

Di Nusantara pun sama proses masuknya budaya India menyebabkan menyebarnya patung-patung, penanggalan saka (78 M) dan berdirinya kerajaan bercorak budaya India pertama di Pulau Jawa yaitu Salakanagara (130 M). Abad pertama dan kedua Masehi adalah abad menyebarluasnya pengaruh budaya penyembahan dengan menghadap patung-patung, baik di Arabia maupun di Nusantara.

Kenalan saya di facebook, Fadh ahmad Arifan berpandangan, “Dulu Patung-patung berbentuk hewan dan manusia dipakai sebagai wasilah untuk mendekatkan mereka kepada sang Pencipta. Sementara zaman sekarang bergeser ke kuburan keramat/wali”. Di Nusantara, terdapat banyak kuburan keramat. Di Aceh, Jawa, Madura, Sulawesi selatan, bahkan pulau Bali . Kuburan tersebut pantang diusik atau digusur satpol PP, seperti yang ada di kampung Pulo, Jakarta timur. Bila aparat berani menggusurnya, maka akan mendapat perlawanan keras dari warga. Wallahu’allam.


Oleh: Sutisna Hamid
(Pemerhati Sejarah Islam)
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Budaya Paganisme di Bangsa Arab Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah